39 flashback end

26 4 1
                                        

Kenyataan yang Pahit

Sebuah sosok muncul dari kehampaan- wajahnya tertutup topeng sederhana namun menyembunyikan identitasnya dengan rapat. Rambutnya hitam legam berkibar lembut oleh angin. Pakaian nya hitam dipadukan dengan putih membawa aura misterius yang dalam. Matanya yang kelam sangat dalam hingga mampu membuat orang tenggelam didalamnya, namun dingin yang menusuk di matanya tak mampu di sembunyikan.

"Anda siapa?" Sakura bertanya dengan heran. Baru kali ini dia melihat seseorang dengan rambut hitam legam yang indah.

Sosok di udara tidak berkata apa-apa. Melirik dengan merendahkan seakan-akan yang di bawah sana adalah semut yang mampu di bunuhnya dengan sekali injak.

Sebagian prajurit elit dengan siaga di sekeliling Sakura. Menatap waspada sosok di atas sana. Sedangkan Sakura, dia mentransmisikan suara. "Jika nanti ada yang salah. Salah satu dari kalian yang mampu berlari dengan cepat, pergilah. Bawa daun itu Kembali."

Mendengar itu prajurit yang tersisa terkejut. "Yang mulia! Jika ad yang bisa melarikan diri, maka itu adalah anda yang mulia! Kamu adalah prajurit elit yang siap mati untuk anda. Jika salah satu dari kami pergi meninggalkan anda disini, bagaimana wajah kami akan di taruh? Lebih baik mati di Medan perang dari pada menjadi pengecut yang melarikan diri seorang diri meninggalkan teman seperjuangan!?"

Mata Sakura sedikit menyipit. Dia sudah mempertimbangkan berbagai macam situasi, dari yang terburuk. Menatap sosok di udara yang tidak bergerak. Sakura berfikir, tidak mungkin melarikan diri dengan mudah. Sosok itu.. sangat sulit dihadapi. Bahkan dia saja ragu untuk menang jika melawan.

Apalagi jika dia yang melarikan diri seorang. Berapa lama para prajurit elit ini akan bertahan? Lebih baik dia yang menahan, setidaknya dia sudah memperkirakan, akan ada banyak waktu untuk salah satu dari mereka bisa keluar hidup-hidup.  "Ikuti saja perintah putri ini. Aku akan menahan untuk kalian bisa pergi. Setidaknya salah satu dari kalian harus keluar hidup-hidup dari sini! Tenang saja. Aku, putri ini, tidak akan mati semudah itu."  Tegas Sakura.

"Tapi yang mulia-"

"Begitu banyak omong kosong."  Sebuah suara yang sulit untuk di deteksi apakah itu pria atau wanita. Tapi dari postur tubuh, itu adalah wanita.

!!!!!

Dia bisa mendengar!?

Sosok di udara berkata lagi. "Ingin melarikan diri? Itu tergantung aku mengizinkan atau tidak." Dengan jatuhnya suaranya. Sosok di udara merobek ruang, dengan lambaian tangan ruang di sekitar hancur! Menciptakan ruang kehampaan yang tak berujung.

Pupil mata Sakura menyusut! Kehampaan ini! Sulit untuk keluar! Mereka terjebak disini!

Sosok itu bergerak dengan cepat. Sakura juga tidak tinggal diam. Dengan gesit menanggapi! Para prajurit elit juga ikut bergabung.

Pertempuran sengit tidak bisa dihindari.

Namun dalam sekejap satu persatu prajurit elit tumbah dan jatuh dalam kehampaan tak berujung. Hingga tersisa 4 orang prajurit elit.

Didalam pikiran Sakura cepat berputar. Tidak bisa begini trus. Jika tidak. Maka tidak akan ada yang bisa keluar!

Di sela-sela pertempuran Sakura melihat sedikit celah ketika dia mengeluarkan jurus pamukas naga api teratai biru. Itu dia!

Otsutsuki SakuraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang