Yoon Mi meninggalkan kantin dengan wajah yang sangat mudah ditebak. Ya, wajah yang sedang menahan tangis. Luhan yang pergi meninggalkan kantin bersama Yoon Mi, hanya bisa mengikuti dan menyejajarkan langkah kakinya dengan Yoon Mi. Menurut Luhan, mungkin saja ia dapat menenangkan Yoon Mi.
Yoon Mi terus menaiki anak tangga dengan larian kecil. Yoon Mi tak merasa penat sedikit pun sekarang. Pikiran Yoon Mi sekarang tak dapat dibaca. Campur aduk. Tidak perlu waktu lama, sekarang Yoon Mi sudah berada di lantai paling atas. Tak ada lagi anak tangga yang dapat ia naiki. Yoon Mi hanya menemukan sebuah pintu. Pintu menuju ke atap gedung sekolah. Tanpa ragu ia membuka pintu itu dan masuk, kemudian terduduk di tengah-tengah permukaan atap gedung. Ia menekuk lutut dan memeluknya kemudian menangis.
Luhan ikut duduk disebelah Yoon Mi.
"Hiks.. Wae?! Wae?! Wae?!" Yoon Mi berteriak kesal di sela tangisnya. Luhan yang melihat temannya ini segera memeluknya. Luhan tak ingin mengajukan pertanyaan. Ia tahu bahwa Yoon Mi tak dapat menjelaskan permasalahannya. Luhan tahu hanya dengan melihat Yoon Mi menangis kesal seperti ini.
"Uljima, Yoon Mi," ucap Luhan, menenangkan Yoon Mi.
"Hiks.. Aku tidak bisa tenang. Hiks.. tidak bisa..!" jawab Yoon Mi dengan sedikit keras. Entah kenapa ia mengeratkan pelukannya dengan Luhan. Luhan yang menyadari bahwa Yoon Mi mengeratkan pelukannya, semakin kebingungan apa yang harus ia lakukan sekarang. Luhan benar-benar tak bisa berpikir jernih sekarang. Yang ia lakukan sekarang hanya menepuk-nepuk pelan punggung Yoon Mi, mungkin itu dapat membantu menenangkannya.
"Aku tak mengerti.. hiks.. mengapa ia muncul lagi didepanku." Luhan sekarang sedikit mengerti mengapa Yoon Mi menangis. Apa mungkin ini gara-gara Sehun?
"Aku sedang berusaha ingin melupakannya. Hiks.. tapi mengapa ia muncul di depanku lagi, eoh? Hiks.. mengapa hidupku sesulit ini?" Yoon Mi tersenyum miris. Ia sangat tidak ingin bertemu Sehun, karena menurutnya dengan tak bertemu dengan Sehun dapat membuatnya melupakan lelaki itu secara perlahan dan ia akan hidup seperti biasa lagi. Namun, sepertinya ia sedang tak mendapat keberuntungan sehingga ia bertemu lagi dengan Sehun.
Luhan sekarang mengerti. Sangat mengerti. Orang yang dimaksud Yoon Mi adalah Sehun. Sehun mantan kekasih gadis itu. Yang mungkin menurut Luhan, Yoon Mi masih sangat mencintainya sehingga tak dapat melupakan sosok Sehun dengan mudah.
Entah kenapa Luhan merasa sakit. Sakit karena melihat Yoon Mi menangis hanya karena ia masih mencintai Sehun dan terpaksa untuk melupakannya. Hati Luhan bak teriris menjadi bagian-bagian yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Begitu menyakitkan.
"Tenanglah, Yoon Mi. Aku akan berusaha untuk selalu berada di sisimu..." ucap Luhan sambil memejamkannya matanya sejenak kemudian membukanya kembali. Meredam perasaan yang sakit di dalam dadanya.
Yoon Mi terasa seperti mendengar magic words dari Luhan. Gadis itu, seketika berhenti menangis, kemudian melepaskan pelukannya dari Luhan. Ia menatap lurus kedepan. Memandang langit yang tak begitu panas hari ini. Langit biru dan awan putih, sangat cantik.
Tanpa Yoon Mi tahu senyuman yang dua hari lalu hilang kini terlihat lagi.
Luhan tersenyum lega sekarang, karena Yoon Mi tak lagi menangis. Sebelum Luhan menatap ke depan seperti Yoon Mi, ia lagi-lagi melihat sebuah liontin yang berkilau di leher Yoon Mi.
'Liontin itu lagi-lagi berkilau. Bagaimana bisa? Aku ingat rasanya kemarin liontin itu sama sekali tak berkilau. Lalu mengapa sekarang berkilau lagi?' batin Luhan.
"Mianhae...*" Yoon Mi yang sedari tadi memandang langit secara tiba-tiba berucap yang membuat Luhan membuyarkan lamunannya. Luhan kemudian menatap Yoon Mi dengan tatapan bingung. (*maaf)
"Untuk apa?"
"Aku telah membuat jas sekolah-mu basah," jawab Yoon Mi halus.
Luhan yang mendengar pernyataan tadi hanya tersenyum dan ikut memandang langit yang bersahabat sekarang.
"Tidak apa, setidaknya kau sudah tenang sekarang." Sebuah senyuman terukir di wajah bak malaikat Luhan. Sangat tampan.
"Terima kasih sudah menemaniku dan membuatku tenang." Yoon Mi tetap saja tak mengalihkan pandangan dari langit yang bersahabat ini. Ia rasanya tak ingin melewati momen dimana langit dapat seindah ini.
"Tidak masalah, Yoon Mi," ucap Luhan.
Hening beberapa saat.
Tiba-tiba terbesit di kepala Luhan untuk menanyakan perihal tentang liontin istimewa—bagi Luhan—yang ada di leher Yoon Mi.
"Yoon Mi-ya..." panggil Luhan pelan.
"Ya, kenapa?" respon Yoon Mi. Kepalanya sama sekali tidak berubah dari posisi semula.
"Kau..."
Tbc.
Revision : 03-01-2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire Love Story
FanfictionProlog Percayakah kalian dengan vampir? Menurut kalian apakah vampir itu memang ada di kehidupan dulu atau bahkan hingga sekarang? Lalu apakah vampir dapat merasakan cinta? Apakah vampir juga dapat berubah menjadi manusia kembali dengan beberapa sya...
