"Jadi.. kau adalah kekasih.. Oh Sehun?" tanya appa Sehun hati-hati.
"Ne.. ahjussi," jawab Yoon Mi mencoba tersenyum walaupun sekarang pipinya terasa berat untuk diangkat ke atas.
"Kau pasti bercanda," ucap Wendy yang sedari tadi hanya diam. Ia menunduk sambil tersenyum kecut.
"Siapa yang bilang bahwa ia bercanda?" tanya Sehun datar walaupun jika didengar seperti suara bentakan.
"Tentu saja aku. Bukannya aku tadi baru saja bilang begitu?" ucap Wendy. Kini matanya menatap ke arah Sehun tajam.
Appa Sehun sontak langsung berdiri. Menatap Sehun tajam.
"Kau harus putuskan dia! Kau sudah kami jodohkan!" bentak appa Sehun.
"Tidak akan," ucap Sehun datar.
Sehun kembali menautkan jari-jarinya dengan jari-jari Yoon Mi. Yoon Mi, yeoja itu, hanya terdiam ditempat. Ia tak berani menghadap lurus ke depan, jadi sebagai gantinya ia menundukkan kepala nya.
"Kau tak bisa menolaknya, Oh Sehun!" bentak appa Sehun dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya. Ini membuat Yoon Mi semakin sesak.
"Mengapa aku tak bisa?" tanya Sehun dengan nada tenangnya dan ekspresi datarnya yang tak ketinggalan.
"Karena kau sudah dijodhkan! Mengertilah!" Kini eomma Sehun pula yang buka suara.
Suasana menjadi sangat tegang sekarang. Wendy masih terduduk di sofa. Kepala nya tertunduk. Ia mengepalkan kedua tangannya kuat, berusaha untuk menahan amarahnya.
"Tapi, aku tak pernah setuju dengan perjodohan ini," balas Sehun.
"Aku tak peduli. Bagaimanapun kau akan tetap menikahi Wendy!" ucap appa Sehun dengan nada tinggi.
Yoon Mi terdiam. Ia merasa badannya sangat susah untuk digerakkan. Ia merasa badannya menjadi batu.
"Kau, Choi Yoon Mi. Aku mohon tinggalkan Oh Sehun," perintah appa Sehun.
Yoon Mi merasa dada nya sesak. Ia sangat sesak sekarang. Air matanya sudah membendung di kelopak matanya.
"Appa tidak bisa mengusir Yoon Mi begitu saja." Sehun menggenggam tangan Yoon Mi semakin kuat. Ia tak akan rela bila Yoon Mi diusir dengan cara apapun!
"Aniya, Sehun-ah. Aku rasa aku memang harus pergi." Yoon Mi menyeka air matanya yang tak terasa sudah menetes dengan kasar, lalu ia tersenyum ke arah 3 orang yang dihadapannya.
"Mian. Annyeongihasseo, ahjussi, ahjumma," ucap Yoon Mi seraya membungkuk ke arah Appa dan Eomma Sehun bergantian.
Kemudian ia tersenyum ke arah Sehun.
"Annyeong, Sehun," ucap Yoon Mi sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah Sehun. Kemudian ia berjalan pelan meninggalkan ruang tengah rumah Sehun. Ketika ia sampai di depan pintu rumah Sehun, ia berlari dan tak terasa air mata kini tengah membanjiri air matanya. Ia berlari menuju pagar rumah Sehun lalu keluar ke arah jalan raya.
Ia terus menangis sepanjang jalan. Ia benar-benar tak peduli dengan orang-orang yang memerhatikannya dengan tatapan bingung. Bahkan ia sudah menabrak beberapa orang, namun ia tak peduli. Kaki-kaki nya membawanya pergi ke taman kecil. Ia merasa lututnya lemas. Akhirnya, ia terjatuh, bersimpu di atas rumput-rumput hijau. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Tangisannya tak berhenti.
"Hiks... hiks... hiks..."
Tak jauh dari posisi Yoon Mi. Mungkin 50 cm dari posisi Yoon Mi. Ada seorang namja sedang tiduran di atas rumput yang hijau. Ya.. Xi Luhan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire Love Story
FanfictionProlog Percayakah kalian dengan vampir? Menurut kalian apakah vampir itu memang ada di kehidupan dulu atau bahkan hingga sekarang? Lalu apakah vampir dapat merasakan cinta? Apakah vampir juga dapat berubah menjadi manusia kembali dengan beberapa sya...
