Am I in love?

1.4K 94 0
                                        

"Kai hyung, kapan kau akan memberitahu tentang tempat rahasia itu, eoh?" tanya Luhan. Luhan kini berada di kamar Kai. Luhan bertanya ketika Kai baru saja selesai mandi dan kini Kai baru saja mengeringkan rambutnya dengan handuk putih kecil secara acak. Membuat penampilan Kai yang ekhm.. jadi tampan dengan rambutnya yang sedikit berantakan. Kai mengenakan kaos abu-abu polos dan celana selutut.

Kai yang melihat keberadaan Luhan yang tengah duduk di kasur nya, menatap malas. Ia benar-benar heran mengapa Luhan tak bisa bersabar untuk mengetahui tempat rahasia itu.

"Ya! Mengapa kau tak bisa bersabar?!" bentak Kai sembali meletakkan handuk kecil itu ditempatnya kembali.

"Tentu saja. Ini bersangkutan dengan Yoon Mi!" seru Luhan spontan. Sedetik kemudian Kai menghentikan kegiatan merapikan buku-buku yang berserakan di meja belajarnya, begitu juga dengan Luhan. Ia seketika sadar dengan ucapan nya barusan.

"M-mwo? Kau bilang apa barusan?" tanya Kai sambil menatap Luhan dengan dahi yang berkerut.

"A-aniya, hyung," jawab Luhan sambil memasang cengiran bodoh dan menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.

"Kau pikir aku tak mendengarnya? Kau bilang karena ini bersangkutan dengan Yoon Mi, 'kan?" tanya Kai yang sambil menaruh semua buku-bukunya ke dalam rak buku yang berada di sebelah meja belajarnya.

"A-aniya. Kau salah dengar tadi," ucap Luhan yang bola mata nya terus berkeliaran mencari objek yang akan dipandang. Ah.. ia sedang salah tingkah.

"Kau tak bisa membohongi hyung mu ini. Jujurlah. Kau menyukai Yoon Mi, 'kan?" Kai sekarang sudah teruduk di kursi belajar nya dan menghadap ke arah Luhan dengan tatapan interogasi.

Luhan? Ia sedang gugup sekarang. Antara ya dan tidak saja sangat susah keluar dari mulutnya. Namun, jawaban yang berasal dari isi hatinya, tentulah kata ya.

Kai yang melihat Luhan yang pelipisnya sudah dibanjiri oleh keringat dingin, menghela nafas.

"Geurae. Kau tak perlu menjawabnya. Tapi, aku tahu kau menyukainya. Berjuanglah! hwaiting!" semangat Kai sambil tersenyum hangat ke arah Luhan.

"Eumm.. kembalilah ke kamarmu. Besok akan kutunjukkan tempat rahasia itu. Jalja," ucap Kai. Luhan segera bangkit dari duduknya.

"Ne, jalja hyung." Luhan segera keluar dari kamar Kai.

Ketika Luhan sudah menutup pintu kamar Kai. Kai berjalan ke kasurnya. Kemudian ia membaringkan badannya.

"Ckck. Anak itu sudah besar rupanya," gumam Kai yang disertai kekehan kecil. Tak lama, ia mulai memejamkan matanya dan tertidur.

----

Sinar mentari yang tidak terlalu menyengat dengan angin yang sedikit berhembus membuat siapa saja betah untuk berlama-lama menikmati jalanan kota Seoul hari ini. Seorang yeoja tengah asik berjalan menuju ke sekolah dengan headphone yang menutupi kedua telinganya. Ia menikmati alunan musik sambil bersenandung kecil. Senyuman terus saja menghiasi wajahnya di sepanjang jalan menuju sekolahnya.

"Choi Yoon Mi!" panggil seseorang dari belakang Yoon Mi. Tentu saja Yoon Mi tak mendengarnya karena kedua telinganya tertutup oleh headphone.

Orang yang memanggilnya tadi terus saja meneriaki nama Yoon Mi sambil berlarian. Ia kewalahan. Sampai akhirnya Yoon Mi dikagetkan dengan tepukan dari pundaknya.

"Eoh? Waeyo, Sehun-ah?" tanya Yoon Mi dengan polosnya. Ia melepaskan headphone-nya, lalu ia kalungkan dilehernya. Yoon Mi melihat Sehun yang memegang kedua lututnya dengan kedua tangannya. Ia terengah-engah. Yoon Mi menatap bingung ke arah Sehun.

Vampire Love StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang