17| Say Sorry and Restart.

104 10 0
                                    

Eugene tersenyum kecil, seperti hari hari biasanya. Ia datang lagi ke lokasi syuting. Biasanya ia tidak datang sendirian, tapi hari ini berbeda. Kemana yang lain?

"Hai!"

Eugene mengangguk samar, "Hm. Kau datang sendiri? Tumben sekali."

Sehun terkekeh pelan, "Yang lainnya sibuk. Hanya aku yang bisa meluangkan waktu untukmu. Harusnya kau berterima kasih."

Eugene memutar bola matanya, "Masuklah. Aku heran sekali kenapa kau sering kemari dan tak ada gosip."

Sehun memasuki mobil Eugene seraya mengangkat bahunya, "Jadi... Kau ingin ada gosip tentang kita? Kalau begitu lebih baik kita berci-"

"Diam! Kau ini berlebihan sekali sih! Ingin kutampar lagi?!" Eugene memotong perkataan Sehun dengan cepat.

Sehun lagi lagi terkekeh. Selalu begini. Selalu ada pertengkaran kecil dengan rona samar yang selalu ada di pipi Eugene ketika mereka bercakap.

Ini menyenangkan.

"Sudah cukup kau menamparku 10 hari yang lalu." ujar Sehun.

"Aigoo~ kantong matamu semakin hari semakin ketara. Kau pasti lelah sekali." lanjut Sehun seraya memperhatikan mata Eugene.

Eugene mengangkat bahunya tak acuh, "Lelah sih iya. Tapi ini menyenangkan."

Sehun menggeleng samar, "Harusnya kau minta istirahat. Kau sudah seperti Tao hyung!"

PLAK!

"Ish! Diamlah! Dasar sipit!" Eugene dengan ringannya memukul lengan Sehun dengan cukup kuat.

Sehun mencebikkan lidahnya seraya mengelus elus lengannya yang terkena pukulan 'sayang' dari Eugene, "Sikap kasarmu bahkan tak berubah sama sekali. Menyebalkan. Tidak bisakah kau berubah menjadi wanita bersifat lembut?!"

"Hei~ seseorang itu tak akan bisa berubah dalam jangka waktu sehari semalam Hun."

"Ish! Haruskan aku jadi Harry Potter untuk mengubahmu menjadi lemah lembut?"

Eugene tertawa pelan, "That's mission impossible."

"Jangan tertawa! Kau ini memang menyebalkan sekali eoh!" Sehun cemberut otomatis.

"Berhentilah cemberut seperti itu. Kau tambah jelek saja."

Sehun dibuat melotot oleh kata kata Eugene, "Hei!"

"Wae? Kalau sipit itu tak usah melotot melotot. Tak terlihat juga."

Sehun mendesis jengkel, jika bukan perempuan, sudah kusobek mulutmu!

"Kau benar benar...." Sehun hanya bisa menatap jengkel pada Eugene yang saat ini sedang menyeringai meremehkan.

"Hei. Sehun."

"Hm?"

Eugene menghela napas pelan, "Kira kira nanti dramaku ini akan disukai tidak ya?"

Sehun mengangkat satu alisnya, "Waeyo? Kau takut?"

Eugene mengangguk mengiyakan, "Jelaslah. Ini drama pertamaku. Aku bahkan pemeran utamanya. Aku jadi takut jika aktingku tak disukai banyak orang."

Sehun menepuk pucuk kepala Eugene, "Jangan pesimis begitu. Yakin saja jika kau bisa. Dengar, kau itu sudah lelah lelah syuting mengejar deadlinenya Minho hyung yang sudah didepan mata. Jangan tiba tiba murung begitu."

Eugene mengacak rambutnya, "Ah! Molla! Walau kau bicara begitu aku masih saja takut."

Sehun mencebikkan lidahnya, "Hei! Menyerah sekarang juga percuma. Besok adalah syuting terakhirmu kan? Kau sudah berusaha keras."

Silly Love || Oh SehunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang