Eugene berjalan pelan menuju gedung SM -bersama dengan Sara, dan Eugene berhenti tepat didepan pintu masuk -ragu antara masuk atau tidaknya.
"Hei... Kenapa berhenti? Teruskan jalanmu." ujar Sara.
Eugene berbalik sembari menggigit bibir bawahnya dan itu membuat Sara mengerenyit heran.
"Kau kenapa sih? Masuklah. Kau tak kelupaan sesuatu kan?" ujar Sara.
Eugene menghela napas sebelum berkata, "Unnie. Kurasa mereka sudah tahu."
Sara mengangkat satu alisnya, kenapa Eugene jadi ambigu?
"Maksudmu apa? Mereka siapa? Tahu apa?" tanya Sara beruntun.
"Suho oppa dan lainnya. Kurasa mereka sudah tahu." jelas Eugene.
Suho? Ah... Pria putih yang sering bersama Eugene. "Kenapa dengan Suho dan temannya itu?"
"Oke. Suho oppa dan temannya itu terlalu ribet untuk disebutkan. Kita persingkat saja menjadi EXO." ujar Eugene cepat.
Sara sendiri hanya mengangguk mengerti, "EXO. Oke... Mari sebut Suho dan temannya itu EXO. Tapi... EXO itu apa?"
Eugene tercengang, "Unnie. Mereka itu grup baru dan grup mereka bernama EXO. Jangan bilang unnie lupa?!" Eugene menunjuk kesal Sara.
Sara terdiam beberapa saat, mencerna perkataan Eugene dengan cermat.
. . .
"AHH!!!! Aku ingat! EXO! Iya aku ingat! Mian... Soalnya aku juga sedang mengurusi acaran fashion show dirimu, benar benar susah mengurus jadwalmu." seru Sara sembari mengerucutkan bibirnya.
Eugene memutar bola matanya dan mengangkat bahu tak peduli, "Ya ya ya... Terserahlah. Tapi... Sebaiknya unnie istirahat saja. Jangan terlalu capai... Unnie bahkan lupa soal Suho oppa. Besok jam 8 pagi kan? Unnie pulanglah."
Sara menggeleng, "Tidak bisa. Mana mungkin aku istirahat ji-"
"Unnie! Kau bandel sekali sih?! Pulanglah..." potong Eugene cepat.
Sara melotot pada Eugene, "Kau menyebalkan sekali sih?! Aku tak akan pulang sebelum kau cerita soal EXO. Kau sedang ada masalah kan dengan mereka? Kau itu akan susah tidur jika ada masalah. Setidaknya kau harus bercerita padaku agar bebanmu itu ter-"
"Arraseo! Berhenti bicara panjang lebar begitu. Unnie tak lelah?" potong Eugene malas.
Sara mendengus jengkel pada Eugene yang terus memotong perkataannya. Ah... Sara tentu saja paham, bukan Eugene namanya jika tidak menyebalkan seperti ini. Terlihat cuek, dingin -dan hal semacam itu- tak membuat Eugene menjadi orang yang 'tenang' jika kau sudah kenal dengannya.
"Kalau begitu. Mari kita masuk dan aku kan mendengarkan kau bercerita." ujar Sara sembari berlalu melewati Eugene dan berjalan masuk kedalam.
Namun, Eugene dengan cepat menahan Sara, "Bagaimana kalau aku bertemu mereka?"
"Memangnya kenapa kalau kau bertemu dengan EXO? Dengar, sebagian dari grup itu ada di Tiongkok. Jadi... Bertemu sebagian dengan mereka tak masalah kan?" Sara berujar santai.
Eugene mendengus kesal, "Unnie tak mengerti."
Sara menghela napas pelan, "Kalau begitu ceritalah agar aku mengerti."
Eugene teterdiam -antara menceritakan dan tidak, ia ragu-.
"Hei... Jangan diam saja, apa kau tak lelah berdiri? Aku tahu kau masih muda... Tapi aku ini sudah 26 tahun Eugene-ya!" ujar Sara kesal.

KAMU SEDANG MEMBACA
Silly Love || Oh Sehun
Romantizm[COMPLETED] Cerita cinta konyol yang mempunyai janji manis tanpa adanya ikatan. Klise. Tuntutan pekerjaan. Bermula dari muda mudi penuh hormon yang labil hingga kesalahpahaman tak terhindar sampai jenjang dewasa yang mana berusaha untuk membuat ego...