34| The Third Sadness and Anger.

54 4 3
                                    

"But, right now, the sadness is win." ucap Mione.

"Tuhan itu adil. Ada kelahiran, ada kematian. Ada kesuksesan, ada kegagalan. Ada cinta, ada benci. Ada kepercayaan, ada penghianatan. Ada pertemuan, ada perpisahan. Ada kebahagian, ada kesedihan. Kau sudah membuat sebagian hati fans mati karena kesedihan. Kau sudah menggagalkan janjimu untuk selalu bersama. Kau sudah berhasil membuat beberapa orang yang tandinya mencintaimu, jadi balik membencimu. Kau sudah dianggap penghianat oleh sebagian fans karena rasa kecewa yang besar. Kau sudah memutuskan untuk berpisah, yang membuat ratusan atau bahkan ribuan fans menjerit sedih karena keputusanmu." ujar Eugene panjang.

"Aku tak tahu apa yang kau pikirkan hingga kau benar benar terlihat ingin melupakan semuanya. Tapi kau tahu, masa lalu ada bukan untuk dilupakan. Tapi dikenang, digunakan sebagai guru yang berharga untuk masa depan. Lalu kenapa kau malah ingin melupakannya? Apa begitu hina semua itu dimatamu? Apa aku juga termasuk? Kau tahu... Diam mu tak menyelesaikan semua ini. Kau mengunci rapat mulutmu namun tindakan yang kau lakukan layaknya seorang pyscho yang menyiksa korban sebelum benar benar mati. Kau tahu itu benar benar perih, benar benar menyakitkan. Aku tahu aku terlalu kasar, padahal aku hanya orang lain yang tak tahu apa-apa. Aku tahu itu." sambung Eugene tak kalah panjang.

***

"Aku tidak akan membencimu. Aku akan mendoakan yang terbaik untukmu, selalu. Semoga sukses untuk solo mu. Kau tahu, aku dan lainnya menyayangimu. Terimakasih sudah mau masuk dalam hidupku. Aku menyayangimu." tutup Eugene.

Voice email Eugene benar benar menohok hati Tao. Ia memang cengeng hingga ia menangis setelah voice email Eugene selesai berputar. Tao membenarkan semua yang dikatakan Eugene. Semuanya benar. Ia merasa bersalah tentu saja. Ia hanya diam saja dan malah mengeluarkan album solo. Brengsek memang. Tapi mau bagaimana lagi? Itu satu-satunya cara agar ia bisa hengkang dari EXO.

Ia menyesal dulu pernah melabeli Yifan sebagai pengkhiat. Nyatanya sekarang ia paham bagaimana perasaan Yifan dulu. Bukan masalah jika ia perlakukan adil, tapi ia tak mendapatkan itu sama sekali. Bahkan ayahnya juga turun tangan. Menurut ayahnya, agensi benar-benar keterlaluan mengabaikan cederanya. Agensi seolah-olah menganggap cedera Tao enteng. Tentu saja itu menyakiti hatinya. Negosiasi? Berunding? Itu semua omong kosong!

Sekarang, walau terdengar egois, walau dicap menjilat ludah sendiri, walau dicap penghianat, Tao akan terima. Karena itu memang kenyataannya. Ia egois, ia menjilat ludahnya sendiri. Ia menghapus semua yang berkaitan dengan EXO karena ingin menata hatinya kembali. Melupakan kebersamaan yang bukan sebulan dua bulan terjalin tidaklah mudah.

Bukan terlalu hina hingga ia ingin melupakan semuanya seperti yang Eugene duga. Bukan, bukan itu. Ia mana mungkin sanggup melupakan semuanya. Mustahil. Ia tidak mungkin bisa. Tapi... Setidaknya dengan menghapus hal-hal itu, ia bisa menyembuhkan luka hatinya. Serius, ini bukan salah para member, tapi... Tetap saja ia akan teringat agensi saat melihat mereka. Ia akan kembali sakit hati.

Sudah cukup. Selama ini ia cedera dan diabaikan. Jika tetap bertahan, itu akan menyakiti fisik dan batinnya. Fisiknya terluka, batinnya tersiksa. Benar benar menyakitkan. Sudah bulat keputusannya. Sebentar lagi album solonya akan keluar dan ia bisa pergi.

Aku tidak akan menjelaskan apa-apa padamu, maaf. Aku benar benar ingin menata hatiku kembali. Mungkin terdengar kekanak-kanakan, tapi aku benar benar ingin melupakan semuanya. Maaf. Aku juga menyayangimu. Terimakasih dan maaf.

Silly Love || Oh SehunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang