Hey, please read the foot note down belooooow!
●●●
Christian's POV
Zi duduk dengan tenang dihadapanku. Ekspresi wajahnya mengatakan kalau dia siap menjawab apapun pertanyaanku. Terlihat dari senyuman di wajahnya dan bagaimana tubuhnya bersandar sepenuhnya pada sofa antik yang didudukinya.
"Kau tau apa pun yang aku tanyakan akan berhubungan dengan Brianna, bukan?", tanyaku sambil mencoba agar terlihat setenang mungkin, walaupun perasaanku tidak tenang sama sekali. Aku khawatir dengan jawaban apa yang akan kudapatkan.
"Tentu saja. Kulihat kau baik-baik saja, jadi kau tidak mungkin menanyakan sesuatu tentang dirimu. Dan Phil juga sudah memberitauku tentang beberapa hal karena dia sudah melihatnya terlebih dulu, jika kau tau apa maksudku", jawabnya. Tentu saja dia sudah tau karena Phil pasti sudah bisa melihat masa depan apa yang akan terjadi dalam waktu dekat, walaupun penglihatannya belum sempurna.
"Mimpi buruk yang dialami Brianna semakin buruk tiap kali dia mengalaminya. Semakin sulit untuk menyadarkannya dari mimpi buruknya karena kurasa mimpinya semakin terasa seperti kenyataan. Aku ingin membantunya tapi aku tidak tau apa yang harus kulakukan. Apa kau pikir ada cara agar aku bisa membantunya?"
Pertanyaan itu keluar dari mulutku sama seperti apa yang sudah kupikirkan sebelumnya. Itu yang kupikirkan terus-menerus setelah melihat Brianna terjebak dalam mimpi buruknya yang terakhir. Itu yang terparah selama ini, sampai dia pun bahkan tidak bisa mengingat apa yang terjadi dalam mimpinya. Kalau setiap kali dia mengalami mimpi buruk dan akan terus semakin memarah, mungkin lama-kelamaan dia tidak bisa membedakan yang mana kenyataan yang mana mimpi.
"Seperti yang kukatakan sebelumnya, Brianna terjebak di dalam mimpinya dan harus ada yang menyadarkannya. Leeona membangunkannya tadi dengan cara dia masuk ke dalam mimpi Brianna dan menyadarkannya kalau itu hanya mimpi. Dan itu hal yang sama yang dapat kau lakukan kalau kau ingin membantu Brianna", jawab Zi sambil tersenyum semakin lebar. Senyumnya membuatku mengernyitkan keningku. Ada maksud lain dari kalimatnya, tapi pikiranku terlalu sibuk memikirkan banyak hal saat ini, sehingga aku tidak langsung tau apa yang dia maksud.
Kalau jalan satu-satunya untukku menyelamatkan Brianna adalah dengan cara yang dilakukan Leeona tadi, tentu aku tidak bisa melakukannya. Aku bukan penyihir seperti Leeona, aku tidak bisa melakukan itu. Membuat jiwaku berada di tempat lain dengan cara berkonsentrasi dan mengucapkan kalimat sihir. Lalu, apa yang dimaksud Zi dengan kalimatnya?
"You have a bond with her, Christian. A mate bond, the strongest bond of all", ucap Zi memberiku petunjuk untuk memudahkanku berpikir.
"I can use the bond?", tanyaku seperti orang bodoh. Apa yang harus kuingat, sesuatu yang berhubungan dengan koneksiku dan Brianna. Bond.
"Have you bonded with her?", tanya Zi masih dengan senyumnya yang lebar.
"What do you me- oh, fuck"
"Yes, fuck"
"No, I mean- no, oh, shoot"
Tawa Zi yang mengisi ruangan kecil ini membuat pipiku memerah. Aku tidak percaya itu jawabannya. Kenapa aku sebodoh ini sampai aku tidak memikirkannya. Kenapa aku tidak sadar? Bodoh.
"Kau tau apa maksudku di sini?", tanyanya lagi yang kujawab dengan anggukan kepala. "Explain"
"Brianna and I are mates. Aku dan dia memiliki ikatan yang kuat dan ikatan ini bisa membantuku membantu Brianna. And for me to be able to do that, Brianna and I have to, you know, mate first. So the bond will go to the next level and we can communicate with each other with our minds, and we will be in each other's minds. Dengan itu, setiap Brianna mengalami mimpi buruk, aku bisa membantunya. Bukan dengan sihir seperti yang Leeona lakukan, tetapi dengan ikatanku dan Brianna yang membuatku bisa masuk ke pikirannya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love War
VampireBrianna Keegan Autenberry. Dia tidak pernah tau tentang hal yang berada di kegelapan. Hal yang bersembunyi di balik gelap agar tidak tertangkap saat mengikutinya. Dia tidak pernah tau kalau dia akan tertangkap. Dan dia tidak pernah tau akan seperti...
