AUTHOR'S WORDS
Next, siapa yang tinggal di daerah Jakarta dan tepatnya di daerah mana? Chapter ini nantinya didedikasikan untuk yang tempat tinggalnya paling deket sama rumahku
Dikomen yaa :D x
••••••••••••••••••••••••••••••
Aku terbangun dan napasku tersengal-sengal seakan-akan aku habis berlari. Tubuhku berkeringat dan bajuku pun mulai basah. Entah apa yang baru saja kulakukan karena aku tau, tidur tidak akan membuatku seperti ini.
Mataku terbuka dan aku melihat ke sekelilingku. Hal pertama yang kusadari adalah penglihatanku yang jauh lebih jernih dari sebelumnya. Aku seperti bisa melihat detail-detail benda lebih teliti. Tidak sampai seperti Bella Swan saat dia terbangun di Breaking Dawn Part 2, tidak. Tapi paling tidak lebih jeli dibanding manusia biasa.
Aku melihat berkeliling, mengamati keadaan sekitar sebelum berhenti pada mata biru seseorang yang ternyata sedaritadi berdiri di sampingku dan menatapku dengan terkejut.
"Who are you?" tanyaku padanya. Dia terlihat aneh bagiku karena dia menatapku dengan mata melebar dan mulut terbuka seakan-akan aku spesies aneh. Tapi, begitu dia sadar aku mengatakan sesuatu ekspresinya langsung berubah drastis. Keningnya berkerut dan kedua ujung bibirnya tertarik ke bawah. Aku kembali menatap matanya dan dia menatapku dengan ekspresi terluka. Dan anehnya lagi melihatnya seperti itu membuatku sedih. Ada apa denganku? Aku bahkan tidak mengenalnya.
"Brianna" gumamnya pelan tanpa sekali pun mengalihkan pandangannya dariku.
"Bagaimana kau tau namaku? Siapa kau?"
"Brianna" seseorang memanggilku saat pria di depanku membuka mulutnya. Aku melirik ke belakangnya dan melihat Hunter berada di pintu.
"Hunter!" panggilku senang. Dia langsung berlari ke arahku dan memelukku. Dan mau tidak mau pria di depanku harus bergeser sedikit untuk memberikan Hunter ruang.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Hunter dengan khawatir.
"Lelah, tapi baik-baik saja. Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Siapa mereka?"
"Brianna, matamu"
"Ada apa dengan mataku?"
Ada apa dengan semua orang? Kenapa mereka bertingkah aneh seperti ini? Kenapa mereka menatapku dengan aneh? Memang apa yang salah denganku?
Melihatku yang bingung, Hunter langsung mengeluarkan ponselnya dan mengambil fotoku. Awalnya aku tidak mengerti apa yang dia lakukan, tapi begitu dia memperlihatkanku hasil fotonya, aku baru tau kenapa dia menanyakan mataku.
Mata cokelatku berubah menjadi warna biru. Warna biru paling terang yang pernah aku lihat. Bahkan kalau dari jauh mungkin mataku akan terlihat seperti bercahaya. Dan juga kulit wajahku terlihat lebih pucat dari kulit asliku.
"Apa yang terjadi? Ke-" kalimatku terpotong begitu tiba-tiba rasa sakit menyerang kepalaku. Aku tanpa sengaja melepaskan ponsel Hunter dan langsung memegang kepalaku. Rasanya seperti pusing yang sangat dahsyat dan seperti sesuatu memukul kepalaku. Tapi, secepat datangnya, rasa sakit itu pun tiba-tiba hilang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love War
VampireBrianna Keegan Autenberry. Dia tidak pernah tau tentang hal yang berada di kegelapan. Hal yang bersembunyi di balik gelap agar tidak tertangkap saat mengikutinya. Dia tidak pernah tau kalau dia akan tertangkap. Dan dia tidak pernah tau akan seperti...
