Selesai bertemu dengan Dante, aku langsung pergi menuju perpustakaan. Christian masih mengurusi urusannya jadi aku memutuskan untuk pergi ke sana sendiri. Pikiranku terus berjalan memikirkan fakta yang baru saja Dante berikan. Aku hanya bisa berharap buku itu bisa menjawab pertanyaanku.
Aku mengambil buku itu dari tempatnya dan kembali mebuka daftar isi. Aku memilih bab mengenai ritual-ritual lalu aku membacanya.
•••••
Ritual adalah kegiatan yang dilakukan penyihir untuk pelaksanaan membaca mantra tertentu. Kegiatan ini memerlukan konsentrasi tinggi dan tidak semua penyihir cukup kuat untuk melaksanakan semua ritual. Ritual tertinggi hanya bisa dilakukan oleh penyihir yang sudah mengetahui kunci-kunci bahasa dalam Kamus Besar.
Ritual terbesar yang dipernah dilakukan adalah Ritual Clophora. Ritual ini adalah ritual untuk mematikan setengah atau sepenuhnya kekuatan yang dimiliki penyihir. Bila seorang penyihir melakukan Ritual Clophora, maka penyihir itu akan kehilangan setengah atau semua kekuatannya. Ritual ini hanya pernah dilakukan dengan satu orang penyihir bernama Zosh. Tidak ada yang tau kenapa dia melakukan ritual ini. Kabarnya dia langsung menghilang begitu dia selesai melaksanakan ritual ini.
Ritual terkuat kedua setelah Ritual Clophora adalah Ritual Phrala. Ritual ini adalah ritual untuk mencampur darah makhluk lain dengan makhluk lainnya dan akan menciptakan gabungan dari kedua makhluk ini. Ritual inilah yang menciptakan absconditum. Ritual ini mencampurkan darah manusia dengan darah penyihir yang membuat absconditum memiliki darah keduanya.
•••••
Aku berhenti membacanya karena tiba-tiba perutku sakit dan keinginan untuk muntah datang. Tanganku menutup buku itu cepat dan kakiku langsung berlari membawaku ke keluar perpustakaan dan menuju kamar mandi milik Christian. Aku berlutut di depan toilet dan dalam hitungan detik makanan yang beberapa waktu lalu kumakan langsung keluar dari mulutku. Tanganku memegangi perutku yang terasa sangat sakit. Aku tidak tau apa yang terjadi padaku dan kenapa aku bisa seperti ini.
"Brianna!" suara Christian menggema dan dalam waktu kurang dari sedetik dia langsung ada di sampingku dan memegangi rambutku menjauh dari wajahku. Aku terus mengeluarkan isi perutku sampai aku lemas dan tak ada yang bisa kukeluarkan. Christian mengangkat tubuhku lalu mendudukkanku di pinggir wastafel lalu dia membantuku mencuci mulutku.
"Ada apa? Kau sakit?" tanyanya khawatir dan menghapus keringat di keningku. Tubuhku gemetar karena tiba-tiba aku merasa dingin. Aku menarik Christian mendekat dan membenamkan wajahku di lehernya. Anehnya, tubuhnya yang memang dingin malah terasa sangat hangat saat bertemu dengan kulitku.
"Shit. You're so cold, Brianna" Christian melingkarkan tanganku di lehernya dan kakiku di pinggangnya lalu dia mengangkatku. Dia membawaku kembali ke kamarnya dan membaringkanku di tempat tidurnya. Dia melepaskan pelukanku dan meletakkan selimut menutupi sekujur tubuhku, tapi itu tidak cukup, aku masih terlalu dingin.
"No.....you" suaraku sangat serak dan itu saja hampir sakit untuk berbicara. Aku menarik Christian kembali dan dia langsung mengerti. Dia masuk ke selimut bersamaku dan memelukku mendekat. Aku menatapnya dan dia menatapku kosong yang berarti dia sedang menghubungi seseorang untuk datang ke sini. Tidak lama setelah itu, Dante datang dengan wajah panik.
"Ada apa dengannya?" tanya Christian terus terang. Dante dengan cepat langsung ke sampingku dan melingkarkan jarinya di pergelangan tanganku. Aku langsung menjauh begitu kulitnya bertemu dengan kulitku, kulitnya sangat dingin, itu tidak membantu.
"C-cold. Y-you're cold" gumamku pelan dengan gigiku yang bergemeletuk.
"You can't touch her, Dante"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love War
VampireBrianna Keegan Autenberry. Dia tidak pernah tau tentang hal yang berada di kegelapan. Hal yang bersembunyi di balik gelap agar tidak tertangkap saat mengikutinya. Dia tidak pernah tau kalau dia akan tertangkap. Dan dia tidak pernah tau akan seperti...
