Chapter 28

18.2K 907 30
                                        

"I swear, kalau d-"

"Christian"

"-ia masih tidak sadarkan diri dalam waktu 2 jam, ak-"

"Christian"

"-u akan benar-benar melukaimu dan aku tidak akan peduli de-"

"Christian, enough!"

"She's unconcsious for almost 3 days, Dad!"

Teriakan-teriakan itu membangunkanku secara perlahan. Tanpa perlu waktu lama, aku sudah mengetahui milik siapa saja suara-suara itu.

"Tapi ini bukan salahnya. Alex hanya menemaninya. Semua ini benar-benar keputusan Brianna dan kau tidak berhak menghalanginya" ucap Frans dengan tenang, berbeda jauh dengan Christian yang sudah memanas.

"I'm her mate!" balas Christian dengan suara keras. Aku bisa membayangkan sekarang pupil matanya sudah melebar dan wajahnya memerah karena emosinya.

"Mate or not kau tetap tidak berhak mencampuri keputusannya" suara Frans berubah menjadi keras dan ruangan pun langsung hening. Aku tau kenapa karena aku bisa merasakannya.

Suara Frans mengandung semacam kekuatan yang membuat semua orang yang mendengarnya merasa tunduk dan takut. Pembawaannya yang tenang justru membuat dia semakin ditakuti. Walaupun terasa hangat tapi ada hawa dingin dibaliknya. Itu kenapa ruangan menjadi sehening sekarang ini.

"Dia tau apa yang terbaik untuk dirinya dan kita semua. Walaupun dia tidak mengetahui apapun, tapi aku tau dia bisa menangani semuanya"

Aku merasakan tangan dingin mengambil tanganku. Dari ukuran tangannya aku tau itu bukan tangan Christian, melainkan tangan Frans. Dia mengusap tanganku pelan membuatku membuka mataku.

"Hei" sapanya pelan dan aku membalasnya dengan senyuman tipis. "Minum ini setelah kau makan, ini akan membantumu mengembalikan tenagamu"

"Thanks" ucapku dengan suara serak dan melihat Frans memberikan sebuah botol kecil kepada Christian.

"Apa ada hal lain yang mengganggumu?"

"I'm okay"

"Good" dia mengangguk pelan sebelum melepaskan tanganku dan pergi setelah menepuk punggung Christian. Alex yang juga berada di ruangan langsung mengikuti Frans keluar ruangan tanpa memberikanku dan Christian sebuah tatapan.

Setelah pintu kamar kembali tertutup, aku kembali memejamkan mataku dan menghela nafas berat. Aku masih saja merasa lelah dan lemas walaupun aku sudah tidak sadarkan diri selama hampir 3 hari. Kegiatan terakhirku memang benar-benar membutuhkan banyak tenaga. Kalau saja Christian tidak membahas mengenai berapa lama aku sudah tak sadarkan diri, mungkin aku tidak akan menyangka kalau aku sudah tertidur selama  3 hari.

"You wanna eat now?" tanya Christian setelah beberapa menit hanya diam dan menatapku. Aku kembali membuka mataku dan menganggukan kepalaku pelan. Christian pergi dan kembali dengan cepat sambil membawa sebuah nampan berisi makanan di tangannya.

Perlahan-lahan dia menyuapiku sup ayam buatan Irene sambil memerhatikanku. Kulihat dari ekspresinya yang penuh penjagaan, aku tau banyak hal yang masih berputar di pikirannya dan banyak pula pertanyaan yang ingin dia tanyakan padaku. Tapi, melihat keadaanku yang masih belum sepenuhnya pulih, dia memilih untuk menahan itu semua dan mengunci mulutnya.

Selesai dia menyuapiku, Christian membersihkan mulutku dan memberikanku obat yang Frans berikan tadi. Rasanya manis seperti obat sirup anak kecil namun bukan rasa buah yang kurasakan, aku merasakan rasa rempah-rempah. Dan setelah meminum obat itu, aku pun langsung merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.

Love WarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang