Mataku berpindah antara Christian dan Hunter. Aku benar-benar tidak tau apa yang harus aku lakukan. Hunter terlihat sangat marah padaku dan entah dengan Christian, dia menutupi perasaannya dengan baik.
"Brianna" suara Hunter yang dalam membuatku menatapnya was-was. Aku tidak pernah melihat Hunter seperti ini dan aku tidak tau apa yang harus aku lakukan sekarang.
"This is insane!" teriakannya membuatku meloncat sedikit. Christian menatapku seperti dia sudah berancang-ancang menjagaku kalau Hunter akan berbuat sesuatu.
"Ayo kita pulang" perintah Hunter dengan tegas. Matanya menatapku tajam tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak seperti ini. Aku tidak bisa pulang.
"Kee!" aku berteriak kecil mendengar teriakannya. Hunter memanggil nama panggilan kecilku yang berarti dia memang sudah sangat sangat marah. Christian langsung berdiri di depanku begitu Hunter mengambil satu langkah mendekat ke arahku.
"Don't talk to her like that" geram Christian. Tangannya melingkari tubuhku dan tubuhnya menutupiku dari Hunter. Aku tau Hunter tidak akan melakukan apa-apa padaku, tapi Christian tidak tau itu.
"Dia adikku dan aku bisa berbicara dengannya bagaimana pun yang kumau"
"Kupikir kau cukup pintar untuk tau kalau bukan seperti itu cara berbicara kepada wanita, tapi ternyata tidak" ucapan Christian membuat Hunter semakin marah. Wajahnya memerah dan kedua tangannya mengepal di sampingnya.
"Don't act like you're a fucking gentlemen. Beberapa menit lalu kudapati kau sedang meminum darah adikku, you stupid blood-sucker"
"Hunter!" teriakku keras. Dia mulai diluar kontrol.
"Apa? Kau ingin membelanya?"
"I told him to" jawabku pelan, tapi cukup keras agar Hunter bisa mendengarnya. Wajahnya berubah dari marah menjadi kaget lalu berubah menjadi marah.
"What the hell, Brianna? Are you outta your fucking mind?" suara Hunter semakin keras dan aku menunduk. Aku tidak pernah menyukai suara keras dan melihat Hunter yang melakukannya membuatku semakin takut.
"Panggil Irene, please" bisikku pada Christian dan dia langsung menatapku kosong pertanda dia sedang menghubungi Irene.
"This is- oh God, I can't believe this! Yo-" pintu terbuka dan Irene datang dengan wajah panik. Hunter menatap Irene terkejut karena dia ada di sini. Irene berdiri di samping Hunter dan memegang tangannya.
"We need to talk" Irene menarik Hunter kuat. Hunter terlalu sibuk memikirkan apa yang ingin Irene bicarakan sampai dia tidak menatap ke belakang lagi dan terus mengikuti Irene.
Begitu pintu tertutup dan hanya ada aku dan Christian di kamar, aku menghela nafas berat dan tubuhku langsung lemas. Kalau saja Christian tidak memeluk pinggangku dengan erat, mungkin aku sudah berada di lantai sekarang.
"Don't cry, please, don't cry" bisik Christian pelan dan dia memelukku mendekat. Aku memendamkan wajahku di dadanya dan aku menangis di sana. Hunter tidak pernah marah, setidaknya tidak di depanku. Melihat Hunter semarah ini padaku membuatku sedih karena Hunter adalah orang paling dekat denganku selain Alex. Hunter yang menemaniku bermain saat Mom dan Dad sedang pergi. Sosok Hunter bukan sosok yang asing di kehidupanku sejak kecil.
"Dia sudah lebih tenang sekarang" gumamnya pelan. Dia pasti bertanya pada Irene.
"Apa dia menjelaskan tentang semuanya?"
"Tentu"
Aku baru saja ingin bertanya lagi pada Christian, tapi pintu terbuka dan Irene masuk. Aku langsung menghampirinya dan menanyakan keadaan Hunter.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love War
VampirosBrianna Keegan Autenberry. Dia tidak pernah tau tentang hal yang berada di kegelapan. Hal yang bersembunyi di balik gelap agar tidak tertangkap saat mengikutinya. Dia tidak pernah tau kalau dia akan tertangkap. Dan dia tidak pernah tau akan seperti...
