"Selamat ya...El" ucap wanita itu dengan mata yang masih menyiratkan kerinduan.
El ? Bukannya dulu Azka pernah memanggil Daniel dengan sebutan El ? Apa hanya orang orang tertentu saja yang boleh memanggilnya dengan sebutan itu ? Alexa mulai tenggelam pada fikirannya sendiri.
Sedangkan Daniel hanya terpaku mendengar ucapan selamat itu, tanpa sadar menyebut nama wanita tersebut.
"Luna.."
Alexa hanya bisa membisu saat mendengar Daniel menggumamkan nama itu, ada sakit yang tak bisa dijelaskan, Alexa berusaha tetap tenang dan berfikir positif.
Setelah datangnya wanita itu, tak ada pembicaraan antara Alexa dan Daniel. Yang ada hanya kebiasuan. Daniel bahkan tak sadar bahwa ia sudah terlalu tenggelam kedalam masa lalunya. Ia melupakan kejadian penting hari ini. Ia bahkan lupa bahwa ia sudah memiliki ikatan resmi dengan Alexa. Alexa juga tenggelam dengan pikirannya sendiri, Alexa berusaha menghilangkan rasa penasarannya.
***
Tanpa sadar waktu sudah menunjukan pukul 12 malam. Artinya acara sudah hampir berakhir. Gedung sudah mulai sepi, ini adalah hal yang ditunggu-tunggu sedari tadi oleh Alexa. Ini adalah waktunya ia untuk melepas lelah beristirahat setelah seharian menjalani prosesi pernikahan.
Alexa Daniel, Adrian dan Marsha pulang kerumah mereka masing-masing diantar oleh Nata dan Viona.
Selama perjalanan hanya keheningan yang ada, mereka semua lelah, jadi tak ada satupun yang berniat membuka pembicaraan.
Alexa dan Daniel diantar terlebih dahulu oleh Viona dan Nata. Sedangkan Marsha dan Adrian akan menetap dirumah keluarga Aileen sementara waktu sampai menunggu mereka wisuda. Mengingat mereka masih akan menyelesaikan kuliah dalam hitungan beberapa bulan. lagi pula Marsha juga tidak keberatan dengan keputusan itu bahkan ia masih ingin tinggal lebih lama bersama mertuanya. Karna sifat Viona yang ceria dan terbuka, tak heran jika Marsha sangat menyayangi ibu mertuannya itu.
Setelah mengucapkan salam perpisahan, mobil Nata dan Viona melaju kencang meninggalkan pelataran rumah Alexa dan Daniel.
Sebenarnya Alexa sedikit iri pada Marsha yang bisa tinggal bersama ibu dan ayahnya (Viona dan Nata). Namun karna keadaan mereka yang berbeda juga mempengaruhi keadaan. Daniel sudah bekerja. Sementara Adrian ? Ia memang bekerja tapi ia juga masih sembari menyelesaikan kuliahnya. Jadi tidak heran jika mereka masih harus tinggal bersama Nata dan Viona.
****
Alexa masih belum bisa melupakan kejadian tadi, padahal seharusnya hal itu tidak perlu ia pusingkan lagi, mengingat dia tidak memiliki perasaan apapun.
Begitupun dengan Daniel, Daniel juga sedikit bingung dan kaget dengan kehadiran Luna diacara tersebut. Ia merasa tak mengundang Luna datang, lalu kenapa luna bisa hadir ? Padahal tamu yang masuk harus membawa undangan karna penjagaan yang ketat, menghinadari gagalnya upacara pernikahan, tapi bagaimana bisa ? Apa Alexa yang mengundangnya ?
Saat melihat Alexa keluar dari kamar mandi menggunakan piyama, rasanya Daniel tak ingin mengganggunya. Masih banyak waktu untuk menanyakan hal itu, lagi pula pertanyaan itu juga tidak penting. Toh datang atau tidaknya Luna diacara itu tidak merubah apapun. Hanya saja ada rasa penasaran.
"Kamu mau tidur dimana ?" Tanya Alexa tiba-tiba.
"Tentu saja diranjang." Jawab Daniel.
"Oh. Oke." Ucap Alexa.
Daniel masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia juga ingin mendinginkan fikirannya, ia tak mau karna kehadiran Luna kembali dalam hidupnya akan mengganggu rumah tanggannya sekarang.
***
selesai membersihkan diri, Daniel keluar dari kamar mandi menuju Walk in Closet. Setelah menggunakan piyama ia masuk menuju kamar tidur dan melihat Alexa yang sudah terlelap disofa.
Tunggu dulu, Sofa ???
"Ck, kenapa dia tidur disini?" Tanya Daniel dalam hati.
Ia tau Alexa masih belum siap dengan pernikahan ini, namun setidaknya bersikaplah seperti biasa, Daniel tidak mau membuat orang-orang menaruh curiga pada pernikahannya.
Secara perlahan-lahan Daniel menggendong Alexa dan meletakkannya diatas ranjang. Sangat tidak wajar sekali jika Alexa yang harus tidur disofa, untuk itu Daniel mengalah dan memilih tidur disofa.
***
Kringg-kringgg!!
Jam alarm yang dipasang oleh Daniel berbunyi menandakan jam sudah menunjukan pukul 5 pagi.
Alexa mulai membuka matanya karna alarm itu terus berdering dan mengganggunya, sedangkan Daniel ? Dia masih terlelap.
Alexa langsung mengubah posisinya menjadi duduk ditepi ranjang.
ia melihat kearah Daniel yang masih tertidur pulas diatas sofa. Alexa baru mengingatnya, rasanya tadi malam ia berada diposisi Daniel. Tapi kenapa sekarang dia berada diranjang sementara Daniel ?, Ah sudahlah.
lalu Alexa melihat kearah jam. Ia bangkit lalu berjalan kearah Walk in closet. Langkahnya sedikit terhenti saat merasakan pusing dikepalanya, mungkin ini akibat kelelahan kemarin dan kurangnya istirahat. Lalu setelah pusingnya sedikit menghilang ia lanjut berjalan kearah walk in closet untuk menyiapkan pakaian kerja Daniel.
Meskipun ia tidak menginginkan sepenuhnya pernikahan ini, tapi ia pernah belajar sedikit demi sedikit cara membersihkan rumah bahkan memasak sarapan dan menyiapkan pakaian.
****
"Daniel.."
"Daniel bangun.."
kesal tak kunjung bangun, Alexa pun menaikan sedikit volume suaranya.
"Daniel!"
Seketika itu juga Daniel bangun dari tidurnya lalu menatap lama kearah Alexa, ia lupa bahwa hari ini adalah hari pertamanya satu rumah dengan Alexa. Awalnya ia terkejut tapi lama-lama ia bisa mengingat rangkaian-rangkaian acara kemarin yang membuatnya dan Alexa menjadi sepasang suami istri sah.
"Kamu kerja hari ini, aku sudah siapkan baju dan sarapan. Cepat bersiap dan turun kebawah untuk sarapan."
Daniel yang sudah sadar segera mempersiapkan dirinya untuk mandi dan bekerja, ada banyak meeting yang harus ia lewati hari ini. Mengingat hampir seminggu ia mengambil cuti untuk persiapan acara pernikahan ini. Itu artinya hari ini lah semua tanggung jawabnya harus ia selesaikan.
Bahkan Elsa (sekertaris Daniel) sudah membacakan sederetan jadwal pertemuannya hari ini. Kalau bukan karna permintaan dari Raniel, Daniel tidak akan mengambil cuti dan membiarkan dirinya tersiksa dengan pekerjaan yang menumpuk seperti ini.
***
"Bahkan hanya untuk memikirkan keadaanku saja, tak pernah terlintas dipikiranmu. Apalagi soal perasaanku ?"- Author.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
UNEXPECTED
Roman d'amour[OnGoing] .Sequel MY FIRST LOVE STORY. (bisa langsung dibaca) Memimpikan seorang pria tampan, baik hati, penyayang dan selalu melindungi tentu saja menyenangkan bukan? Bahkan tidak sedikit orang yang akan memohon agar ia menjadi sosok yang nyata. Ta...
