"Jangan ganggu aku!!" pekik Alexa.
"Ini tidak akan sakit. Percayalah." ucap seseorang yang sangat dikenalnya
"Tidak luc. Kau akan melukaiku. Pisau itu tajam!" tolak Alexa lagi.
"Hey. Siapa yang bilang ini tumpul? Aku pun tau ini tajam. Tapi percayalah, kau tidak akan merasakan sakitnya."
"Oh! kumohon jangan!" lirih Alexa sambil menangis.
Ia sudah tidak kuat lagi menahan tangisnya. Rasa takutnya lebih besar daripada rasa marahnya.
Pria itu semakin mendekat hingga membuat Alexa menjerit ketakutan ditengah tangisnya.
Alexa spontan mencekal lengan pria yang dikenalnya bernama Lucifer itu.
"Arghh!!"rintih Alexa.
Tanpa sengaja ujung pisau itu melukai tangannya cukup dalam hingga membuat tangannya berlumuran darah segar.
Wajah Alexa memucat, tubuhnya bergetar hebat saat melihat keadaan tangannya.
"Da..da..darah."lirihnya terbata-bata.
"Kau sendiri yang melakukan itu, Alexa."tutur pria dihadapannya.
Alexa mengalihkan pandangannya menatap pria itu. Ia marah, sangat marah. Tapi sayang, ia serasa tak memiliki tenaga lagi untuk meluapkan emosinya. Bahkan kakinya saja rasanya tak mampu berdiri lebih lama lagi.
Saat tubuh Alexa hampir terhempas, sesosok pria datang dan menahan tubuhnya. Alexa dapat dengan jelas melihat wajah seseorang itu yang tak lain adalah suaminya sendiri, Daniel.
"Daniel.."lirih Alexa.
"Apa yang terjadi?"tanya Daniel dengan nada panik.
"Dia menyakitiku."jawab Alexa sambil menunjuk kearah Lucifer yang memperhatikan mereka.
Tangis Alexa pecah didalam pelukan hangat Daniel. Ia ketakutan dan merasa kesakitan disaat yang bersamaan.
"Ssstt.. Tenanglah. Ada aku disini. Tangan si brengsek itu tidak akan menyentuhmu lagi sayang." ucap Daniel berharap dapat menenangkan Alexa.
"Kau meremehkanku?"tanya Lucifer dengan wajah memerah.
"Tentu saja."balas Daniel tak kalah angkuh.
"Kau pasti belum tau siapa aku."
"Dan aku tidak peduli siapun kau! Sekali saja tanganmu menyentuh istriku lagi, hari itu juga kupastikan adalah hari terakhirmu melihat matahari."
"Mari kita buktikan sendiri tuan Arthur."ucap Lucifer sinis sambil mengeluarkan sebuah pistol.
"A..apa yang ingin kau lakukan?!"pekik Alexa.
"Apa yang ingin kulakukan?, tentu saja membuktikan ucapan angkuh pria mu ini."
"Ti..tidak! Jangan.. kumohon! Ia hanya bercanda!" Alexa mulai panik. Ia memohon sambil menangis dihadapan Lucifer.
Daniel geram melihat kejadian itu. Mengapa Alexa mau sekali terlihat lemah didepan musuhnya sendiri. Memalukan!.
"Berhenti Alexa! Aku tidak main-main dengan ucapanku." bentak Daniel.
"Kau gila?! Dia akan membunuh mu."balas Alexa dengan nada tak kalah tingginya. Jujur ia sangat ketakutan. Tapi entah mengapa Daniel begitu memancing emosi.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNEXPECTED
Storie d'amore[OnGoing] .Sequel MY FIRST LOVE STORY. (bisa langsung dibaca) Memimpikan seorang pria tampan, baik hati, penyayang dan selalu melindungi tentu saja menyenangkan bukan? Bahkan tidak sedikit orang yang akan memohon agar ia menjadi sosok yang nyata. Ta...
