Part 43 :NYC (Day 2-3)|"Are you okay?"

498 18 0
                                        

"Papa, Lexa sama Mama baru aja bikin pancake loh, mau coba gak?" tanya Alexa dengan nada manjanya.

"Tentu princess. Tapi tunggu Papa sama kak Ian pulang ya. Jangan dihabisin." jawab Nata dari seberang sana sembari terkekeh.

Alexa mengerucutkan bibirnya.

"Nanti dingin makananya pa." rengek Alexa.

"Jadi princess mau bagaimana ? Papa sama kak Ian belum bisa pulang sekarang sayang, setelah ini ada meeting penting."

"Hmm, gimana kalau Lexa aja yang ngantar pancake-nya ke kantor papa?"

"No sayang! terlalu jauh. Kamu bisa minta mr. Hendrick yang mengantarkannya."

"Oh ayolah pa! Lexa mau melihat papa makan. Karna Lexa gak yakin papa bakal makan itu dalam kondisi hangat." rengek Alexa

Nata menghela nafas lelah. Memang putrinya satu itu yang paling keras kepala.

"Hmm. Baiklah. Tapi ingat, jangan berkendara sendiri." ucap Nata memperingatkan.

Alexa mengangguk seperti orang bodoh, padahal sudah jelas Nata tidak akan melihatnya. Alexa pun memutuskan sambungan telefon tersebut, lalu beranjak kearah dapur dengan semangat.

"Bi Marine, tolong siapkan kotak makan siang untuk Papa dan Kak Ian ya." teriak Alexa dari ujung ruangan dan disambut anggukan penuh hormat oleh pelayan berambut putih itu.

Alexa segera beralih haluan menuju lift, dan menekan tombol menuju lantai atas tempat kamarnya berada.

Membayangkan wajah Daniel dan Adrian yang menatapnya penuh kehangatan setelah mencoba pancake buatannya, berhasil menambah semangat Alexa dua kali lipat.

Walaupun Adrian jarang mengapresiasikan apapun yang dilakukannya, hal itu tak sedikitpun membuat Alexa mengurangi rasa sayangnya pada sang kakak.

"Alexa? Kamu mau kemana sayang? Kenapa buru-buru?" tanya Viona saat melihat Alexa keluar dari lift dengan langkah terburu-buru.

"Lexa, mau nganterin pancake buatan kita ke kantor papa mah. Mama mau ikut?" tanya Alexa dengan antusias.

Viona menghampiri Alexa sambil tersenyum lebar.

"Gak usah aja ya sayang? Kamu ga usah kesana. Mama gak tau kenapa dari tadi malam perasaan mama gak enak." jelas Viona yang dengan jelas menatap Alexa khawatir.

Daritadi malam perasaan Viona terus saja gelisah, seolah akan ada sesuatu yang besar terjadi. Tapi ia tidak dapat menafsirkan itu.

"Mama kenapa? Mama sakit ya?" tanya Alexa yang sama khawatirnya dengan sang Ibu.

Viona membelai rambut Alexa lembut.
"Enggak, mama gak sakit. Tapi perasaan mama gak enak, kamu gak usah pergi ya?"

"No, ma. Lexa udah bilang ke papa kalau Lexa mau kesana. Mama gak perlu khawatir, mungkin itu cuman perasaan mama aja."

Sedikit kekecewaan tersirat dihati Viona. Jujur perasaan tidak enak ini juga sempqat ia ceritakan pada Nata, namun responnya juga tetap sama. Apa mungkin memang begitu?

Viona menghela nafas dan menatap Alexa dengan senyuman yang tetap bertengger dibibir mungilnya.

"Ya sudah, kalau memang itu mau kamu. Tapi ingat, kalau ada apa-apa, langsung hubungin siapapun yang bisa kamu hubungin ya."

"Iya mama tenang aja, Lexa janji."

***
Usai mengganti pakaian dan mengambil kotak makanan berisi pancake buatannya Alexa segera pergi menuju parkiran mewah mansion.

UNEXPECTEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang