"Nih, novel pesanan lo," ucap Nata dan menyerahkan novel pesananan Ara.
"Bayarnya kaya biasa ya, Nat."
"Anjir, gue lagi nggak ada duit, Ra."
"Yaudah, gue cicil sampai dua minggu deh."
"Nah gitu dong. Eh, gue jadi kangen sama kura-kuranya." Nata mengetuk dinding aquarium dengan jari telunjuknya.
Ara melirik Nata. "Nggak kangen sama pemiliknya?"
"Sama elo? Enggak, biasa aja."
Ara mendengus kesal. Membuat tangan Nata mengacak rambutnya. "Gue kangen ngacak rambut lo."
"Tuh, iseng banget deh. Kenapa sih suka banget ngacak rambut gue?"
"Cewek kalau rambutnya lagi berantakan, jadi kelihatan lebih cantik."
"Basi ah basi!"
"Ra, double date yuk!" Ajak Nata.
"Enggak, ah. Males."
"Nggak asik, kapan lagi kita double date."
"Terlalu lebay, Nat."
"Lebay darimana? Ana aja setuju sama ide gue."
"Terus gue harus rela gitu berjam-jam liat keromantisan elo sama Ana? Gue nggak kuat, Nat," batin Ara dengan kesal.
Nata mengedarkan pandangannya ke seluruh dinding kamar Ara.
"Kok nggak ada foto lo sama Damar?"
"Harus banget gue pajang di dinding kamar gue?"
"Biasanya kalau orang pacaran itu suka banget pajang foto dia sama pacarnya, ngepost foto waktu quality time sama pacarnya di sosmed."
"Gue sama Damar terlalu romantis, nanti banyak yang cemburu. Kan gawat kalau gue sama Damar mendadak jadi pasangan selebgram yang paling romantis. Lo sendiri kenapa nggak pernah ngepost foto lo sama Ana di instagram?"
"Karena buat nunjukkin rasa sayang itu sederhana. Cukup tulis nama dia di hati dan jadi orang yang bisa buat dia bahagia."
"Idih najis, bahasa lo ketinggian," ledek Ara.
"Ra, mungkin gue salah satu orang yang paling beruntung. Gue bahagia punya Ana. Dia beda dari perempuan lain."
Ara tersenyum tipis. "Gue bahagia kalau lo bahagia."
"Gue juga bahagia punya sahabat kaya lo."
"Tapi gue jauh lebih bahagia kalau kita bisa sedekat dulu, Nat. Gue jauh lebih bahagia kalau elo yang jadi pacar gue, bukan Damar."
"Eh, lo lapar nggak?" tanya Nata yang membuyarkan lamunan Ara.
"Hah?"
"Lo lapar nggak?" ulang Nata.
"Lumayan."
"Makan nasi goreng Bang Dul yuk!" Ajak Nata.
"Sekarang?"
"Tahun depan! Ya sekarang lah, gue ke rumah dulu ya, mau ambil motor."
-----------
"Mar, bisa berhenti dulu nggak?" tanya Ana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hati Untuk Ara
Fiksi RemajaCerita ini tentang Nata yang jatuh cinta sendirian. Tentang Ara yang masih menyukai masa lalunya. Tentang Ana yang bertemu dengan Nata. Tentang Damar yang mencoba untuk memperjuangkan Ara. Dunia tahu jika Nata menyukai Ara. Bahkan dunia juga tahu ji...
