Chapter 50

41 1 0
                                        


🌸🍃 Hara 🍃🌸

Hari semakin larut tapi suasana semakin riuh. Aku berdiri menyandarkan tubuhku pada pagar pembatas kolam air mancur. Angin bertiup cukup kencang malam ini. Ditemani suara bising orang-orang disekitarku.

Malam yang indah untuk dilewatkan begitu saja. Dan disinilah aku sekarang bersama Alexi dan yang lainnya menghabiskan sisa malam ini. Disampingku Eezar sibuk bermain dengan handphone hingga ia tidak menyadari bahwa aku memperhatikannya.

Sayang sekali Eezar tidak datang bersama kekasih barunya. Padahal ini akan menjadi saat yang tepat bagi mereka dan waktu yang baik untuk memperkenalkannya pada teman-teman yang lain.

"Eezar," panggilku hingga membuatnya menatapku.

"Ya Hara?"

"Bersenang-senanglah. Jangan murung begitu." Aku mendekatinya menepuk pundaknya beberapa kali.

Eezar tersenyum manis padaku. "Aku senang. Terutama saat melihatmu akhirnya mendapatkan apa yang seharusnya."

"Alexi?" Aku mempertegas maksudnya.

Eezar mengangguk. Ia menegakkan tubuhnya menghadap kearahku. Rambutnya terlihat lebih gelap saat malam hampir sama dengan warna langit malam ini.

"Terima kasih. Aku tidak akan mampu mendapatkannya kalau kau dan yang lain tidak membantuku." Aku bersyukur pernah dipertemukan dengan mereka. Teman-teman terbaik dalam hidupku.

Mereka adalah teman terbaikku dan akan selalu seperti itu. Karena pertemuanku dengan merekalah aku menjadi lebih berani. Mereka pula yang membuatku mengenal dunia luar. Mereka juga yang  membuatku menjadi lebih kuat menjalani hidupku yang baru.

Demi mereka aku berani meninggalkan keluargaku, duniaku dan kerajaanku. Tapi itu semua sebanding dengan apa yang aku miliki sekarang. Aku memiliki Fredella yang menyayangiku seperti aku adalah anaknya. Aku memiliki mereka teman-teman yang mengajarkanku banyak hal lebih dari sebuah kehidupan istana yang megah.

"Kau tau, aku sempat berpikir kalau kau itu benar-benar seorang putri manja." Kata-kata Eezar menyadarkanku lagi. "Semua orang berpikir putri kerajaan itu selalu manja."

"Iya. Kau tidak salah. Karena itulah aku. Tapi semua menjadi lebih baik saat aku mengenal kalian."

"Terima kasih pujiannya."

"Setidaknya aku sudah bisa merasakan bagaimana manusia bertahan hidup dengan bekerja. Mencuci dan memasak untuk diri mereka sendiri. Tidak bergantung pada orang lain. Itu luar biasa." Aku merasakan getaran yang hebat di dalam diriku saat membayangkan hal-hal menarik itu. Aku menyukainya. Menyukai dunia baruku.

"Kau benar-benar akan berada disini selamanya?" Ada perubahan yang aneh pada ekspresi wajah Eezar.

Aku mengerti apa yang ia pikirkan. Tapi apa yang sudah aku putuskan tak mungkin aku ubah lagi. Dan aku harus menjalaninya sekalipun itu penuh dengan resiko.

"Iya. Aku akan selamanya disini. Kau merasa keberatan?"

"Tidak. Masih banyak tempat di bumi ini hanya untuk satu orang sepertimu."

Aku tertawa. "Kau baik sekali Eezar."

Aku tersentak saat seseorang menarik tanganku. Ia menyematkan jari-jarinya denganku tanpa aku sadari. Alexi berdiri disamping tepat saat kedua tangan kami saling bertaut.

"Kalian serius sekali." Laki-laki itu menarikku lebih dekat padanya.

"Aku tidak melakukan apapun padanya. Kau pecemburu." Eezar bersedekap berlaku seperti ia merasa tersinggung.

Finding Love ( New Year Eve-Part II)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang