Chapter 24

30 0 0
                                        


🌸🍃 Hara 🍃🌸

"Hai Hara!"

Aku menoleh kearah datangnya suara. Hari ini aku mendapatkan bagian pertama. Aku suka sekali karena lebih cepat pulang juga bisa beristirahat. Aku meletakkan tasku kedalam loker dan mengenakan pakaian kerjaku. Setelah siap aku melangkah keluar menuju ruangan tempat para tamu sudah menunggu untuk dilayani.

Dari ujung mataku seorang gadis melangkah mendekat. Satu tangannya membawa nampan kosong selepas kepergiannya dari salah satu meja pengunjung. Dari kejauhan aku melihat senyum ramahnya kearahku.

"Hai, Hara." Sapanya saat ia berada disampingku.

"Hai, Kirra. Kau datang pagi sekali." Sahutku sambil membenarkan posisi rambutku yang berantakan.

"Ya, karena aku butuh tambahan lebih bulan ini." Ia terkikik. "Oh iya.. aku ingat sesuatu. Tadi ada seseorang yang mencarimu."

Aku menatap gadis itu bingung. "Siapa yang mencariku?" Sepertinya aku tidak memiliki janji dengan siapapun atau aku melakukan kesalahan dengannya.

"Aku lupa menanyakan namanya. Seingatku, dia laki-laki tinggi dengan rambut emas yang keren." Aku mendengar Kirra tertawa sambil membayangkan sesuatu dalam imajinasinya sendiri.

"Oh.." Sahutku tanpa berniat memperpanjang pembicaraan ini dengannya. "Terima kasih, aku harus mulai bekerja."

Aku melangkah menjauh menuju dapur untuk mengambil peralatan menulis. Orang-orang yang datang belum cukup ramai. Masih banyak kursi kosong dibeberapa sudut ruangan. Aku melihat Joe sedang sibuk dimejanya seperti biasa. Buku berukuran besar terbuka di hadapannya. Sedangkan Luis sibuk di dapur mempersiapkan makanan pesanan pelanggan.

Tiba-tiba seseorang memanggilku. Seorang pelanggan ingin memesan makanan dan meminta menu. Secepatnya aku melangkah mendekati mereka. Dua orang gadis dengan satu laki-laki di satu meja dekat jendela.

Aku tersenyum kearah mereka sesampainya aku disana. Kusodorkan buku menu dan menunggu mereka memilih dan menentukan pilihan. Setelah beberapa saat akhirnya mereka memilih semangkuk salad, dua porsi roti panggang isi selai kacang dan tiga gelas minuman dingin.

"Aku akan kembali dengan pesanan kalian. Silahkan menunggu." Ucapku ramah sebelum meninggalkan meja mereka.

Saat aku kembali dari dapur dengan pesanan di atas nampan yang aku bawa. Mataku tidak sengaja mendapati seseorang tengah menatapku dari jauh. Sesaat aku memperhatikannya lebih jelas.

Tepat di meja Joe, Alexi duduk berdampingan dengannya. Tatapan laki-laki itu jelas tertuju padaku. Dan aku berani bertaruh Joe sedang memperhatikan Alexi yang terus menatapku tanpa berkedip. Diam-diam aku memalingkan wajahku menjauhkannya dari tatapan mata biru yang indah itu.

"Hara tenanglah. Dan tetaplah berkonsentrasi." Ucapku dalam hati.

Sesampainya aku pada meja pelanggan dengan nampan penuh dengan makanan dan minuman pesanan mereka, aku meletakkan semuanya tepat di hadapan mereka satu persatu. Setelah menanyakan bantuan lain yang mungkin mereka butuhkan, aku melangkah mundur dan meninggalkan manusia yang kelaparan itu dengan senyum ramah.

Belum sempat aku melangkahkan kaki menuju dapur, aku sudah merasakan seseorang menyentuh pundakku. Aku sontak menoleh mencari tau siapa yang berada di belakangku. Mataku terbelalak saat Alexi dengan tubuh tingginya menghalangi pandanganku dari pintu dapur.

Aku menatapnya. "Ada yang bisa aku lakukan untukmu?" Tanyaku tanpa berusaha membuat nada yang terdengar aneh.

"Kapan waktu istirahatmu?" Tanyanya. Wajahnya tertunduk berusaha menatapku lebih dekat.

Finding Love ( New Year Eve-Part II)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang