🌸🍃 Hara 🍃🌸
Aku membantunya berdiri dengan susah payah. Aku tidak mengerti mengapa Ayah begitu keras. Ia mampu melakukan hal itu pada Alexi. Padahal dulu Ayah begitu menjaganya dan membelanya selama masa perebutan wilayah kerajaan.
Aku membawa Alexi keluar istana menuju taman. Angin dingin langsung menyambut kedatangan kami. Dalam perjalanan itu aku hanya diam begitu juga dengan Alexi. Laki-laki itu sibuk memperhatikan bunga-bunga dan pikirannya sendiri.
Aku menarik tangannya membimbingnya menuju salah satu pohon besar. Akarnya yang menjulur keluar dari tanah menjadi tempat persinggahan dan duduk untukku dan Alexi. Sesaat aku menatapnya tanpa bicara.
"Disini luar biasa. Aku seperti pernah melihat ini sebelumnya." Ucap Alexi tanpa menghiraukanku.
"Ya.. disini kau pertama kali melihatku." Aku menunjuk ke semak-semak tak jauh dari tempat kami duduk. "Disana."
Alexi mengikuti arah pandanganku. "Kau bermain di semak-semak?"
Aku tertawa. "Iya. Saat aku masih kecil." Aku menatap Alexi lagi. "Maafkan aku soal tadi."
"Hara, aku berpikir apa yang Raja katakan ada benarnya. Tapi aku juga tidak ingin bersikap egois dengan meninggalkanmu begitu saja."
"Aku tidak ingin kau pergi." Aku kaget mendengar pernyataan itu. Entah apa yang sedang aku pikirkan tapi kata-kata itu seperti meluncur begitu saja dari dalam mulutku.
Alexi mengangkat tangannya menangkup wajahku lembut. Mata birunya bertemu tepat denganku. Tidak ada apapun selain kediaman kami berdua dan saat ini begitu aku rindukan.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan?" Alexi menatapku dalam-dalam.
Aku membeku. Yang aku inginkan adalah dirinya. Sungguh keinginan yang egois dan tidak mungkin terjadi. Tapi hati ini semakin yakin saat laki-laki itu sudah memilih jalannya sekarang. Aku akan kehilangannya. Kehilangan perhatian dan cintaku yang tidak berbalas.
"Aku.." Aku ragu untuk mengatakannya. "Aku menginginkanmu."
Tidak ada perubahan apapun di ekspresi wajahnya. Ia tetap diam dengan ekspresi datar. Apa yang aku harapkan dari seorang laki-laki yang akan segera menikah? Aku menutup mataku berusaha menenangkan hatiku yang hancur.
Tapi apa yang aku dapat adalah kejutan. Entah ini sebuah mimpi atau bukan. Sesuatu yang terpaksa atau tidak. Tapi aku menikmatinya. Alexi, laki-laki yang pada akhirnya aku menyadari bahwa aku mencintainya, menciumku lagi. Disini.. ditempat pertama kali kami bertemu.
Aku tidak melalukan apapun selain menikmati sentuhan lembut bibirnya. Aku hampir menjadi gila karenanya. Seperti duniaku berbalik dan berputar disekelilingku. Ini mimpi? Aku berharap tak akan pernah ingin membuka mata.
Aku menarik nafas panjang saat Alexi menarik diri sesaat. Hanya sepersekian detik kemudian ia kembali memelukku erat dan menciumku lagi dengan sangat manis. Aku terkikik saat melihat wajah Alexi yang kaget.
"Apa yang kau pikirkan tadi?" Tanyaku penasaran.
Laki-laki itu menggeleng. "Aku tidak pernah bisa berpikir saat bersamamu."
"Benarkah? Aku melumpuhkan otakmu?" Aku tertawa lagi.
"Kau manis sekali Hara. Aku menyukaimu. Seandainya semua terjadi lebih cepat." Alexi memelukku lagi.
Aku bergeming. Seakan aku kembali tersadar dengan apa yang sudah terjadi dan apa yang akan terjadi selanjutnya nanti. Setelah ini harusnya aku sadar bahwa Alexi harus kembali. Calon istrinya menunggu didunianya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Finding Love ( New Year Eve-Part II)
RomanceKeputusan yang berat bagiku untuk memilih satu diantara dua hal yang aku cintai. Tapi disetiap malam-malamku tak tenang saat bayang wajahnya tak juga hilang. Terutama tanda manis dibibirku saat terakhir bersamanya. Aku hanya ingin dia tau bahwa ia j...
