Chapter 10

34 0 0
                                        


🌸🍃 Hara 🍃🌸

Hari ini aku terbangun dari tidurku dipagi hari yang cerah. Entah apa hubungannya, tapi ketika hari ini begitu cerah aku merasa tubuhku juga semakin sehat. Beberapa hari kemarin selama badai menerjang tubuhku terasa sangat tidak nyaman karena demam.

Aku sibakan selimut yang menutupi sebagian tubuhku. Hari ini adalah hari pertamaku bekerja bersama Luis dan Joe. Mereka adalah teman lama Fredella yang memiliki usaha rumah makan sederhana. Fredella sudah bicara pada Luis untuk mengizinkanku bekerja disana. Ini adalah saat dan kesempatan yang sangat baik untukku dan tidak mungkin aku menolaknya.

Setelah aku selesai membersihkan diri dan mengenakan pakaian yang menurutku sesuai, aku kembali bercermin. Aku melihat pantulan diriku pada cermin yang berukuran hampir sebesar tubuhku sendiri. Aku memilih baju lengan pendek berwarna pink dan celana jeans yang aku pikir warnanya sudah mulai memudar. Rambutku yang kuning terlihat kontras dengan pakaian yang aku kenakan. Merasa tidak nyaman kuikat rambutku tinggi kebelakang membentuk ekor kuda.

Beberapa kali aku masih mengamati setiap jengkal tubuhku dicermin. Hingga aku rasa cukup aku mengambil tas kecil yang Fredella berikan padaku. Aku melangkah keluar kamar dan ketika itu aku sudah melihat Fredella duduk berhadapan dengan Aron dimeja makan.

"Apa yang dia lakukan pagi-pagi seperti ini disini?" Aku membatin.

Tanpa banyak bicara aku melangkah mendekati meja makan dan mengambil posisi tepat di samping Fredella. Aku merasakan tatapan Aron yang mengarah padaku tapi aku sama sekali tidak berniat membalasnya ataupun mencari tau.

"Selamat pagi putri cantik." Sapa Fredella padaku.

Aku menoleh kearahnya sambil tersenyum. "Selamat pagi juga wanita hebat." Sahutku.

"Hari ini kau mulai bekerja?" Aron memulai pembicaraan denganku.

Aku menatapnya sekilas. "Ya." Hanya itu yang keluar dari mulutku. Entah apa yang membuatku selalu merasa ingin menjaga jarak dengannya sejak pertama kali aku bertemu dengannya.

"Perlu tumpangan hingga ketempat kerja baru?"

"Tidak terima kasih." Bukan hanya karena aku tidak ingin menyusahkannya tapi lebih untuk menjaga agar aku tidak harus pergi berdua saja dengannya.

"Ada apa denganku? Mengapa aku begitu menutup diri pada laki-laki ini? Bahkan dari niat baiknya." Aku diam-diam menghela nafas frustasi.

"Kau tidak perlu malu. Aku senang membantumu. Lagipula aku juga sedang ada urusan yang searah dengan jalan yang kau lalui." Aron masih berusaha mengubah pilihanku. Sambil menjejalkan potongan roti kedalam mulutnya.

Beberapa saat aku melirik kearah Fredella dan mendapati dirinya tersenyum menggodaku. Seketika itu juga aku menyesali sudah berusaha meminta pendapatnya. Aku menyerah dan pada akhirnya aku menyetujuinya dengan sangat terpaksa.

"Baiklah jika itu maumu." Ucapku singkat. Kuhabiskan semua santapan pagiku dan segera beranjak meninggalkan meja makan. "Aku pergi sekarang."

"Kau semangat sekali sayang." Komentar Fredella sambil tertawa kecil.

Entah mengapa hatiku malah merasa Fredella sedang menggodaku lagi. "Fredella. Berhentilah tersenyum seperti itu."

"Kau sensitif sekali nak." Fredella bangkit berdiri lalu berjalan mendekatiku. Ia mencium pipiku lalu berbisik. "Jaga dirimu. Jangan terlalu kaku. Aron akan menemanimu seharian ini."

Aku terbelalak. "Apa maksudnya?"

Fredella terkikik. "Tidak apa-apa. Aku hanya memintanya menemanimu selama bekerja hari ini. Hanya untuk hari pertama ini."

Finding Love ( New Year Eve-Part II)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang