Chapter 41

17 1 0
                                        


🌸🍃 Hara 🍃🌸

Aku baru saja menginjakan kakiku disini, diduniaku, Kerajaan Siang. Sinar matahari langsung terpancar cerah mengenai kulitku yang seperti berkilau. Angin yang sejuk dan berbeda seperti ini menandakan kerinduan akan rumah yang aku tinggalkan beberapa waktu lalu.

Sebuah istana megah berada tak jauh dari tempatku dan Alexi berdiri. Istana yang berkilau saat terpapar cahaya matahari. Seperti kristal yang meyilaukan. Dan aku sangat merindukannya.

Aku berjalan menuju kearah istana. Aku tidak lagi melihat kebelakang bahkan untuk memeriksa apakah Alexi masih bersamaku atau tidak. Aku terus berjalan hingga gerbang istana. Beberapa penjaga tampak kaget dan yang lainnya berlari kedalam istana sambil berseru meneriakkan namaku.

Aku tersentak. "Mereka itu.."

"Tuan Putri Hara." Salah seorang penjaga menghampiriku. "Tuan Putri sudah kembali."

Aku mengabaikannya. Aku sibuk dengan pikiran ku sediri. Membayangkan wajah ayah dan ibuku saat mereka melihatku berada disini. Aku mempercepat langkahku memasuki istana.

Pintu istana terbuka lebar saat aku berlari memasukinya. Pandanganku menyapu setiap sisi mencari seseorang yang aku tuju. Sebuah tangga melingkar menuju ruang atas istana belum berubah. Aku menaiki anak tangganya hingga sampai pada lantai ke dua.

Langkahku tidak berhenti menyusuri koridor hingga tiba pada sebuah ruangan pertemuan dimana Ayah dan ibuku biasanya berada. Aku berhenti sesaat. Pintu itu tertutup dan tidak ada penjaga di depannya.

"Tidak biasanya seperti ini." Ucapku sendiri.

Aku mendorong pintu itu hingga terbuka lebar. Mataku menyapu kesemua sisi tapi tidak menemukan siapapun. Pantas saja jika tidak ada penjaga di depan pintu.

"Kemana mereka? Kemana ayah dan ibu?" Aku menyeka air mataku yang hampir menetes.

Aku berbalik kembali saat aku melihat Alexi berdiri di anak tangga terakhir diujung koridor. Aku menatapnya dan ia membalas. Aku melangkah mendekat padanya dengan perasaan kecewa.

"Maaf aku meninggalkanmu tadi." Ucapku.

"Tidak masalah. Aku mengerti. Dimana orangtuamu?"

Aku menggeleng. Beberapa penjaga berjalan cepat menuju kearahku dan Alexi. Mereka berpakaian lengkap dengan derap kaki yang menggema di udara. Setelah memberi hormat padaku mereka menatapku prihatin.

"Maafkan kelancangan kami Tuan Putri Hara. Baginda Raja menunggu Tuan Putri di kamarnya." Penjaga itu tertunduk lagi. Ia seperti menyembunyikan sesuatu diwajahnya.

"Baiklah." Jawabku lalu beralih pada Alexi. "Apakah kau bisa menunggu sebentar? Tidak akan lama."

"Pergilah.. aku akan menunggumu disini." Alexi tersenyum padaku. Ia berjalan mendekatiku, menangkup wajahku dengan tangannya. "Sampaikan salamku untuk mereka."

Aku mengangguk. Setelahnya entah apa yang membuatnya seperti itu. Alexi mengecup keningku sekilas lalu menarik dirinya lagi. Aku membeku. Beberapa saat tersadar bahwa aku sedang berada disini, dikerajaanku dan di hadapan para penjagaku. Jika Ayah atau Ibu mengetahui ini mungkin aku bisa mendapat hukuman kurungan beberapa hari.

Cepat-cepat aku berlalu dari hadapan Alexi. Aku tidak ingin mengambil resiko untuk mengulang kesalahan lainnya jika aku terus berada di dekatnya. Bersama para penjaga aku menyusuri koridor hingga tiba didepan pintu kamar orangtuaku.

Aku mengetuk pintunya perlahan. Tidak butuh waktu lama pintu kamar itu terbuka. Seorang laki-laki separuh baya berdiri menjulang dihadapanku. Pakaianya begitu rapi tidak seperti seseorang yang baru saja bangun dari tidur.

Finding Love ( New Year Eve-Part II)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang