"Kamu nggak punya ayah, Lean. Bapak kamu kabur sebelum kamu lahir."
Alean tidak mengerti kenapa para tetangga sering bilang begitu. Ia juga tak mengerti artinya hamil di luar nikah, yang kata tetangga, Ibu adalah pelaku tindakan tersebut. Ia ingin bertanya, tapi tak tahu siapa yang cocok dijadikan sumber informasi. Kalau tanya Ibu, Alean tidak tega sebab setiap ia bertanya maka muka ibu langsung pilu. Kalau tanya Bude, Alean malah dicibir. Ah, bingung!
Awalnya Alean menimbun saja kebingungannya itu. Tapi, semakin bertambah umur, lama-lama hatinya terusik juga. Banyak sekali yang mencomooh, bahkan membuat lelucon gara-gara hal itu. Bilang Alean anak jadahlah. Ngatain Alean anak haramlah, bahkan tak sedikit yang mengatainya sebagai anak yang dilaknat alam.
Sedih rasanya. Apalagi kalau diledek soal ayah. Tidakkah mereka sadar kalau Alean sangat terluka? Kalau ia melihat teman-temannya diantar sekolah oleh ayah mereka, rasanya Alean merasakan denyut kesakitan di sini. Di dada!
"Bu, kenapa Lean nggak punya ayah?" Pernah suatu hari Alean bertanya pada ibunya.
"Karena kehadiran kamu tidak diinginkan." Itu bukan ibu yang menjawab, melainkan Bude.
Bude adalah kakaknya Ibu. Alean tidak suka wanita ini. Selain hobinya marah-marah, dia juga pelit. Alean jadi heran, kenapa ia dan Ibu harus tinggal di rumah Bude, padahal Bude sangat tidak suka? Bude juga sangat kejam. Sedikit saja Alean berulah, maka rotan langsung melayang ke betis. Belum lagi aturannya banyak banget! Harus nyuci, masak, dan ngepel barulah boleh makan. Selain itu, Alean dilarang keras bermain sepulang sekolah. Padahal teman-teman lain bebas keluyuran.
Ah, membosankan! Alean benci aturan. Sangat benci! Di sekolah maupun di rumah sama saja. Banyak aturan! Banyak orang-orang cerewet! Tidakkah mereka tahu kalau dicekoki nasihat, Alean justru makin berontak?
"Sudah numpang, masih aja bikin susah!" hardik Bude dengan mata membeliak.
Terang saja ia marah. Hari ini adalah ketiga kalinya ia menemui kepala sekolah dalam satu minggu. Tersangkanya masih itu-itu juga. Si anak jadah!
"Kemarin nipu teman sekelas, sekarang berantem. Besok apa? Rebus kucing?"
Alean diam saja. Bibirnya terasa nyut-nyutan lantaran dicakar lawannya. Kalau ia protes, yang ada bukan bibirnya saja yang terluka. Betisnya pasti memar juga dipukul rotan.
"Gaya siapa yang kamu ikuti, Alean?" Omelan Bude terdengar lebih nyaring. "Bapakmu yang brengsek itu? Dasar sialan! Anak sama bapak sama-sama bejat!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Tesmak
Chick-LitSetelah hidupnya dipermainkan nasib--di mana ayahnya kabur dan kekasihnya menghamili gadis lain--, Alean kembali digoda oleh suratan takdir. Ia yang hanya seoongok anak jadah diperebutkan LIMA lelaki sekaligus!!! 1. Cinta pertama yang pernah mengk...
