Melalui kaca spion Alean sudah melihatnya. Mereka. Duo Kunyuk. Sumber rasa mulas yang mendadak bersarang di perutnya.
Dua tuyul itu tahu Alean sudah menunggu cukup lama. Tapi dengan kurang ajarnya mereka malah menyuruh Alean menanti lebih lama. Mau jajan tahu bulat, katanya. Dan seakan belum puas melihat bilur-bilur kekesalan di mata Alean, kini mereka terus mengulur waktu dengan berjalan sesantai mungkin.
Ingin Alean meneriakkan ancaman, tapi ia sadar latarnya adalah tempat umum. Lebih tepatnya, di depan SD. Lagipula Duo Kunyuk sedang berjalan dengan teman-temannya. Kasihan kalau dipermalukan di sini.
“Delvin-Melvin, ini mobil baru kalian?” tanya bocah botak yang berjalan di sisi kanan.
“Iya,” jawab salah satu dari mereka sambil mengunyah tahu bulat. “Bagus, kan?”
Bocah gembul di antara mereka melongok-longok ke dalam. “Kok, yang nyetir bukan Papa kalian?”
“Delvin, Melvin, bisa lebih cepat?” Alean meredam nada jengkelnya. “Yuk, masuk!”
“Bentar dong, Mbok!”
Anjay!
“Itu yang namanya Mbok Iyem?” Bocah botak berbisik.
"Iya."
Tentu saja Si Gembul dan Si Botak curiga. Mereka melemparkan tatapan ke arah Alean dengan sejuta tanda tanya.
“Kok, nggak kayak pembantu di rumah Eddy?” kecap bocah botak. "Cakep."
“Sama. Mbok di rumah Agung juga nggak kayak gini,” timpal bocah gembul.
"Jangan salah! Walaupun cakep, Mbok Iyem ini aslinya jarang mandi, nggak pernah gosok gigi, dan tidurnya ngorok."
Sabar, Lean! Sabar. Kamu punya kesempatan untuk membalas mereka. Nanti, di rumah.
“Yaudah, deh. Agung pulang duluan, ya. Dadah.”
“Eddy juga. Sampai besok, Delvin dan Melvin!”
Duo Kunyuk melambai lalu masuk ke dalam mobil. Kalau bisanya mereka rebutan duduk di depan, maka kali ini adalah pengecualian. Ogah banget sebelahan sama si Alien! Alamat kita diterkam hidup-hidup.
“Rupanya kalian nggak kapok dihukum gara-gara ngebohong, ya?” Alean membuka pembicaraan sambil memasang sabuk.
Hening, tidak ada jawaban. Ketika Alean melirik spion di atas, didapatinya dua bocah itu tengah asyik melahap jajanan.
Aduh, tahu bulat! Gurih-gurih nyoi.
Ketika tahu bulat yang ditaburi bumbu keju itu ditusuk, Alean merasa ludahnya berkumpul di mulut. Dan saat si tahu tergigit hingga muncul bunyi kress!, dengan refleks Alean menelan ludah.
Aih. Garingnya tekstur tahu berpadu dengan bumbu asin dan taburan cabe bubuk. Pas digigit tahunya langsung robek, lalu kempes. Slurrpppp! Gurihnya kedelai akan bersentuhan dengan air ludah. Makin dikunyah makin terasa kelezatannya.
“Alien mau?” Suara itu memecah lamunan Alean. “Buka mulutnya. Aaa....”
Alean membuat celah di bibir, bocah itu mendekat. Jarak tahu yang ditusuk kian intim. Makin ke delat, makin tercium aromanya.
“Beli aja sendiri!” Anak itu melahap tahu bulat dengan rakus.
Alean mendelik. Dengan kesal ia menyalakan mesin lalu mulai melajukan mobil. Bodohnya kamu, Alean! rutuknya dalam hati. Kenapa masih ketipu sama tuyul-tuyul ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
Tesmak
ChickLitSetelah hidupnya dipermainkan nasib--di mana ayahnya kabur dan kekasihnya menghamili gadis lain--, Alean kembali digoda oleh suratan takdir. Ia yang hanya seoongok anak jadah diperebutkan LIMA lelaki sekaligus!!! 1. Cinta pertama yang pernah mengk...
