Chapter 9

2.9K 190 2
                                        

Alrine Pov

"Disini lo ternyata," Alreni datang dan langsung duduk disampingku. "Masih mikirin Ardo? Udah 7 tahun loh "

"Ardo itu susah gue lupain, gak tau kenapa," Aku menghela nafas. "Dia kayak punya pengaruh besar dihidup gue padahal dia cuma stranger yang gue ga tau asal-usulnya."

"Mungkin lo kena love at the first sight!"

"Maybe, tapi nyatanya gue dan dia gak ketemu sampe sekarang. Apa gue harus move on?"

"Kalo lo yakin lo cinta sama dia, pertahanin rasa itu. Mungkin takdir punya jalan sendiri buat nyatuin kalian berdua."

"Ren, lo sejak kapan merangkap jadi motivator?"

"Sejak Zara Larsson duet dangdut bareng Ayu Ting-Ting!"

"Yakali! Hahaha," Aku dan Ren tertawa. "Makasih ya, lo udah jadi kakak sekaligus Mario Teguh buat gue." Aku tersenyum lalu merangkulnya dia pun membalas merangkulku.

"Ngomong-ngomong, hubungan lo sama Vero gimana?" Alvero Kent, pacarnya Ren, mereka berhubungan jarak jauh karena Vero melanjutkan sekolahnya di Denmark.

"Masih lancar, gue sama dia sering video call-an, dan kabar baiknya dia balik ke Jakarta 2 bulan lagi. Lama banget kan?"

"Susah sama yang LDR-an mah. Jarang ketemu pacar." sindirku.

"Dari pada jomblo, gak pernah ketemu pacar." sindirnya membalasku.

Jleb, aku bungkam, okey ini lebay.

"Sombong ya, nanti pas gue nikah, lo gak gue undang," ucapku sarkastik.

"Nikah sama siapa, emang?" Ren menantang. Aku memanyunkan bibirku, Ren pun terkekeh.

Hingga larut kami menghabiskan waktu di balkon. Mengobrol, tertawa, saling ejek dan banyak lagi. Kami memang selalu bersama, tetapi aku tidak pernah bosan, karena aku tahu kebersamaan ini akan hilang seiring berjalannya waktu.

Selama kamu memiliki keluarga, teman, atau siapapun itu, hargailah mereka. Karena ada saatnya perpisahan dan kamu tidak akan mendapat kebahagiaan saat bersama mereka.

_÷_

Author POV

"LEO!! BANGUN!"

"5 menit lagi."

"Eh kebo! 5 menit lagi jam setengah 7." Revan melempar handuk basahnya.

Sahabat yang sangat penyayang.

"Kasar banget lu! Bentar gue mandi." Lionel berdecak kesal kemudian menuju ke kamar mandi.

Setelah selesai mandi dan berpakaian, tentunya. Lionel bercermin, Ia memakai kaos berwarna biru navy polos dan celana jeans hitam yang melekat sempurna serta sepatu converse hitam.

"Gue kangen lo, Kak." lirihnya menatap bayangannya dirinya sendiri. Tepatnya, ke arah matanya.

_÷_

Suasana sekolah terlihat ramai, ada banyak bus yang terparkir dihalaman sekolah Angkasa High School. Karena hari ini mereka akan mengikuti perkemahan.

"Perhatian! Dengarkan nama serta kelompok kalian masing-masing dan segera masuk kedalam bus," Suara sang ketua OSIS yang adalah Benavo Angkasa membuat suasana ramai menjadi sunyi. "Bus 1 akan diisi oleh kelompok 1,2,dan 3," Sang Ketos menjeda,

Alrine (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang