17. Illusion

42.2K 3.1K 21
                                        

"Pagi Kak Kevin." Ucap salah satu adik kelasnya sambil tersenyum manis.

"Pagi juga." Ucap Kevin berjalan santai sambil tersenyum manis menampakkan lesung pipinya.

Adik kelas itu bisa saja pingsan di tempat. Siapapun bisa mabuk kepayang melihat senyuman manis dari seorang Kevin Andreas. Belum lagi lesung pipinya yang menggemaskan selalu menghiasi wajahnya ketika tersenyum.

Sudah 3 bulan Kinar tidak menampakkan batang hidungnya. Selama 2 bulan Kevin terus mencarinya karna khawatir. Ia terus mengunjungi rumah Kinar setiap hari.

Apa dia keluar dari sekolah?

Ntahlah. Pertanyaan itu tak pernah terjawab karna Kevin tak berani menanyakan hal itu pada guru-gurunya.

Yang saat ini begitu mengganggunya adalah alasan Kinar melenyap dari muka bumi ini. Hingga kini ia tak tahu alasannya kenapa. Dan akhirnya Kevin pun menyerah. Ia memilih bangkit untuk memulai hidupnya tanpa Kinar setelah menutup dirinya selama 2 bulan. Setelah bersedih selama 2 bulan.

Kevin memang menyerah, tapi di hatinya tetap ada Kinar. Ia hanya berharap waktu bisa menguak keberadaan Kinar. Saat ini yang perlu ia lakukan adalah menjalani kehidupannya seperti biasa.

"Weyy pagi bro. Udah gak kucel lagi muka lu." Ucap Alex menepuk bahu Kevin.

"Pagi hahaha.. Biar kucel tetep gantengan gue dari lo haha."

"Iya sesuka lu aja deh. Jadi sekarang ceritanya mengawali hari dengan keceriaan dan cinta nih?"

"Najis bahasa lu kayak cewek tukang nonton drama korea. Baper."

"Iya gue suka nonton drama kok." Ucap Alex terkekeh.

"Hiihh serem lu ah." Ucap Kevin berusaha menjauh ketika Alex mencoba menggandengnya. Ia jijik.

Sementara Alex malah tertawa lepas setelah mengerjai Kevin. Ia cukup bersyukur karna Kevin telah kembali. Tidak sehancur kemarin. Walaupun ia tahu, sebenarnya hati Kevin masih terluka.

Syukurnya lagi, Kevin tidak kembali ke masa lalunya dimana ia benar-benar berantakan. Ia menjadi Kevin yang baru. Kevin sepertinya membuat buku cerita baru, lembaran baru. Walaupun tanpa Kinar.

Namun, diam-diam setiap malam ia merindukan Kinar. Jika rindu, ia selalu memandangi foto-foto Kinar di handphone-nya. Hanya itu yang bisa ia lakukan.

"Pagi Vin."

Sapaan itu menyadarkan Kevin. Seorang gadis cantik berambut keriting, kini telah berdiri di hadapan Kevin. Penampilannya berubah. Ia tak lagi menggunakan baju ketat dan rok yang terlalu pendek. Bajunya kini terlihat normal dan roknya kini jatuh bebas 5cm di bawah lututnya.

"Pagi Ngel." Ucap Kevin tersenyum.

Angel cukup bahagia. Karna kini, Kevin menghiraukan sapaannya. Tidak seperti dulu.

Alex berdeham kaku. Ia kini merasa seperti obat nyamuk.

"Oh, hai Lex." Ucap Angel tersenyum manis.

"Hai Ngel." Ucap Alex yang masih berjalan di samping Kevin. Ia kemudian menyadari sesuatu.

"Ohiya Vin. Lo sama Angel ya, gue duluan."

"Lah napa?"

"Kebelet pipis. Lo disini aja daripada lo ngikutin gue kan bahaya." Ucap Alex mengedipkan matanya pada Kevin. Lagi-lagi Kevin bergidik jijik.

"Udah lu pergi sana ah najis."

Alex terkekeh.

Kevin dan Angel kini berjalan berdampingan. Angel tak pernah menyangka bahwa hari ini akan datang. Hari dimana ia bisa berjalan berdampingan seperti ini bersama Kevin.

Love Without WordsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang