Virgo...
"Hai manis," ucap Virgo menyentuh pipi Tiara. Tiara menghempaskan tangan Virgo kasar.
"Ternyata udah bangun duluan. Baru aja mau gue mainin hahaha."
"Lo jangan pegang-pegang. Sekali lo sentuh dia, lo bakal mati," ujar Alex mengancam.
Tiara bersembunyi gemetar di belakang punggung Alex.
"Mati? Hahahaha. Lo ingat gak terakhir kali yang mau mati di tangan gue, siapa? Temen lo yang sok jagoan. Sekarang giliran gue yang bakal bikin lo mati!" ucap Virgo dengan penuh amarah.
Ia melemparkan tinjuan tepat pada pipi Alex. Namun, sebelum tinjuan itu mendarat pada pipi Alex, seseorang menghadang tinjuan itu, menggenggam erat kepalan tangan Virgo.
Kevin.
"Wih ini dia nih jagoan lo yang udah hampir mati," Virgo tertawa renyah.
"Lo jangan pernah nyentuh teman gue sedikit pun kalau lo mau hidup tenang," ancam Kevin.
"Lo berani ngancam gue? Kemaren lo udah mau mati di tangan gue!!"
Tiara masih berada dibalik punggung Alex. Ia gemetar, kemudian tangannya menggenggam erat baju kaos milik Alex.
Alex menatap Virgo dengan tatapan menantang, tanpa gemetar. Ia memang harus menyelesaikan masalahnya sekarang agar tak ada lagi korban seperti Kevin, bahkan Tiara.
"Vin, lo minggir. Ini urusan gue sama dia. Lo jangan ikut campur," ucap Alex.
"Vin, jagain Tiara sebentar ya," tambahnya.
Ia kemudian berdiri menghadap Tiara. Memegangi kedua bahu Tiara yang gemetar.
"Tiara sayang, kamu sama Kevin dulu ya. Masalah kita, nanti kita omongin setelah aku selesaikan masalahku sama Virgo," ucap Alex lirih. Ia mengganti kata gue-lo menjadi aku-kamu.
"Tiara sayang, aku cuma mau bilang makasih karna kamu ngubah aku dari cowok brengsek, nakal, hancur, jadi cowok paling setia yang pernah ada. Ra, aku sayang banget sama kamu. Masa laluku emang hancur, tapi aku berharap masa depanku sama kamu bisa sempurna. Sekali lagi Ra, maafin aku yang brengsek ini. Aku gapernah bisa ungkapin sebesar apa rasa sayangku ke kamu. Sekali lagi, makasih Ra..." Alex tersenyum lembut.
Tiara menutup mulutnya, ia menunduk tak sanggup menatap mata teduh milik Alex. Ia tak tahu harus berkata apa, ia malah sibuk menangis. Mulutnya seakan terkunci. Sesenggukannya semakin lama semakin kuat.
Alex melepaskan tangannya dari bahu Tiara dengan berat hati. Tapi ia melangkahkan kakinya mantap menghadapi Virgo.
Tiba-tiba Tiara menggenggam erat tangan Alex. Ia tak ingin melepaskan Alex. Satu yang baru saja ia sadari. Ia masih sangat mencintai Alex hingga kini.
"Lex... aku sayang sama kamu. Kamu... please jangan pergi..." ujar Tiara lirih. Ini pertama kalinya Tiara mengatakan hal itu.
Alex tersenyum lembut mendengarnya.
"Tiara, aku pasti bakal balik lagi. Aku gak akan ninggalin kamu. Janji."
Alex perlahan melepaskan genggaman tangan Tiara. Ia melangkah maju lagi sementara Tiara terduduk lemas masih dalam tangisannya.
Tiara tak pernah sama sekali menyebut "aku-kamu". Kali ini entah kenapa Tiara mengeluarkan kata-kata itu dari mulutnya.
Kevin memeluk Tiara mencoba menenangkan gadis itu. Tiara saat ini menangis di pelukan Kevin.
"Udah selesai dramanya?" ujar Virgo mengejek.
"Go, gue minta maaf. Gue gak ada maksud sama sekali buat tidurin Sisca. Maaf Go," ujar Alex sungguh-sungguh.
"Lo kira maaf aja cukup? Dengan maaf lo bisa kembaliin Sisca? Enggak! Brengsek lo! ANJ*NG!" Virgo berteriak di depan Alex kemudian meluncurkan tinjuan tepat pada wajah Alex.
Alex tak membalas. Ia malah menerima tinjuan itu dengan ikhlas.
"Lo bikin Sisca hancur tahu gak? Gue yang jadi pacarnya aja gak pernah nyentuh dia. Dan lo dalam 1 malam ngancurin hidup Sisca! Lo gak tahu kan gimana dia sekarang?" Virgo berteriak sambil mengeluarkan air matanya.
"Gue sayang sama Sisca. Dan... lo.... bejat brengsek! BANGS*T!!!" tambah Virgo lagi.
Virgo terus meluncurkan tinjuannya hingga tendangan bertubi-tubi pada tubuh Alex. Alex hanya diam. Ia bahkan terjatuh dan terbaring lemas menerima semua pukulan itu. Virgo seperti kerasukan, ia rasanya ingin membunuh Alex saat ini juga.
Alex tak tahu harus bagaimana untuk mempertanggung jawabkan semuanya. Apa dengan menerima pukulan ini sudah cukup? Alex tersenyum getir. Ia terlihat begitu lemah di depan gadis yang begitu ia cintai.
Tiara tak henti-hentinya menangis. Kevin menutup mata Tiara, agar gadis itu tak bisa melihat secara langsung bagaimana Virgo meluncurkan pukulan dan tendangan-tendangannya pada Alex.
Tiara masih menangis dalam pelukan Kevin. Kevin hanya diam, tak bisa melakukan apapun.
Virgo terduduk lemas setelah puas memukuli Alex. Wajah Alex benar-benar sudah tak berbentuk lagi. Matanya bengkak membiru dan darah membanjiri jalan tempat ia terbaring saat ini.
Alex masih sadar.
Namun ia diam saja tak melakukan perlawanan.
Virgo mengacak rambutnya putus asa. Kemudian berteriak mengeluarkan seluruh emosinya. Tak lama ia menutupi wajahnya menangis.
Seorang gadis cantik tiba-tiba memeluk Virgo dari belakang. Virgo menengadah. Gadis bernama Sisca itu saat ini memeluk Virgo yang tengah menangis.
Tawa Sisca yang manis tak terlihat. Tapi gadis itu nampaknya bersusah payah untuk tersenyum seakan ingin berkata 'aku tak apa'.
"Go, kamu mau sampai kapan mukulin dia? Virgo, ini gak ada gunanya. Ini bukan salah dia, Go. Ini salahku yang waktu itu gak sadar ngajak dia buat tidur. Virgo, tolong berhenti sampai sini aja," ujar Sisca lirih.
Virgo balik memeluk gadis itu erat.
"Sisca, aku gak tahan liat kamu sedih terus karna laki-laki gak bertanggung jawab ini."
Virgo menangis di dalam pelukan Sisca.
"Go, dia mau tanggung jawab. Tapi aku yang gak mau. Aku gak mau kalau harus pisah sama kamu Go. Aku sayang banget sama kamu, Virgo. Tolong terima aku apa adanya," jelas Sisca yang mengeluarkan air matanya juga.
Tangis Virgo pecah saat itu juga. Ia tak tahu harus berkata apa. Sisca menepuk-nepuk lembut punggung Virgo, membiarkan air mata Virgo membasahi bajunya.
Malam ini seperti malam yang penuh dengan air mata. Disini, hanya Kevin sajalah yang tidak menangis. Kevin hanya menyaksikan tangisan setiap orang di tempat ini sambil mendekap Tiara yang masih sibuk dalam isak tangisannya.
Entah kenapa Kevin tak bisa menangis. Mungkin air matanya telah ia habiskan untuk menangisi Kinar dulu.
Kinar, gadis yang tidak pernah ada.
~~~
-----------------------------------------------------------
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Without Words
Novela Juvenil[COMPLETE, TELAH TERSEDIA DI GRAMEDIA] Seperti kisah romansa remaja pada umumnya, tentang remaja badung bernama Kevin Andreas yang hobi menjahili guru, bolos, berkelahi, dan bergonta-ganti pacar, seketika berubah seratus delapan puluh derajat ketika...
