Hari ini adalah hari kelulusanku di senior high school dan hari ini juga aku kabur dari kakek ke Rusia. Bukan tanpa alasan aku kabur, aku hanya ingin ke makam ibuku.
Jika aku mengatakan yang sebenarnya ke kakek, kakek tua bangka itu pasti akan sedih dan langsung menangis seperti bayi. Hatiku yang sekeras baja ini akan mendadak sakit melihatnya, itulah sebabnya aku memutuskan untuk membenci air mata kakek tua itu.
Ibu dimakamkan di Rusia karna Rusia adalah tempat ibu melahirkan dan menjagaku sebelum Tuhan memanggilnya. Ibuku, aku bahkan tidak pernah tahu seperti apa wajahnya dan karakternya. Tapi aku cukup mengetahui kisah kelam kehidupannya walaupun hanya sebahagian. Aku mengetahuinya dari sumber yang terpercaya. Walaupun aku masih sedikit meragukan kebenarannya, hahaha.
Dia adalah wanita bodoh yang dibutakan oleh CINTA. Terpedaya pada mulut manis seorang pria bajingan. Meninggalkan segalanya demi kebahagiaan semu yang ditawarkan dunia. Tapi walau bagaimanapun dia tetap ibuku bukan.
Tidak perduli betapa sering aku mencaci makinya, jauh di dalam lubuk hatiku aku tetap sangat menyayanginya. Aku tidak membencinya. Aku juga tidak menyalahkannya. Tapi aku membenci orang-orang yang pernah menyakitinya. Serta menyalahkan takdir baik yang tidak berpihak padanya.
Andai aku terlahir lebih cepat, ingin sekali aku menendang dewi fortuna agar mendekat. Atau merantai dewi fortuna agar selalu dekat dengan ibuku. Tapi apalah daya, Tuhan menggariskan takdir yang berbeda.
Jongkok, aku menyentuh nisan sang ibu. Tertulis nama Irene Natalia Donovon di sana. Nama wanita yang kematiannya masih menyimpan luka mendalam sampai sekarang.
Aku membacanya, membaca surat-surat yang dituliskan ibu untukku sebelum malaikat kematian mendatanginya. Surat yang dia simpan di kotak kecil yang baru aku temukan saat usiaku dua belas tahun. Saat aku kabur dari kakek dan pergi ke rumah lama ibu di Rusia.
Saat itu aku terjatuh dengan gaya tidak elit karena tidak sengaja kakiku menyentuh sesuatu hal yang memang seharusnya aku sentuh dari dulu. Aku menemukannya tersembunyi dengan kurang ajarnya di dalam kotak besi yang sengaja ibu letakkan di tempat tak kasat mata.
Ibu bahkan tidak mau repot-repot menggalinya sedikit lebih dalam dan sialnya kemana orang selama ini. Kenapa harus aku yang menemukannya di saat surat itu sudah tersimpan belasan tahun.
Bagaimana jika tintanya luntur atau kertasnya hancur. Baiklah aku mulai menggila. Sambil mengumpat di dalam hati, aku tetap mengambilnya dan langsung menyimpannya. Aku sengaja tidak membacanya. Alasannya sederhana, itu karna aku masih kesal.
Kembali membahas tentang rumah tempat tinggal ibu di Rusia, rumah itu masih tetap di rawat entah oleh siapa. Yang aku tahu, hanya ada sepasang suami istri yang merawat rumah tersebut. Rumahnya tidak besar bahkan kondisinya sangat menyayat hati. Rumah kecil yang lantainya hanya tanah. Dinding-dinding yang sudah terlihat usang tapi masih bersih dan terlihat kokoh.
Setiap kali aku bertanya kepada mereka siapa yang membayar mereka untuk merawat rumah yang tak layak itu, mereka hanya tersenyum sambil menggeleng. Aku sudah menghalalkan segala cara dari yang bersih sampai yang kotor untuk membuat mereka buka suara, tapi hasilnya malah membuatku murka. Mereka malah lebih memilih mati daripada bicara. Lelah, akhirnya aku memutuskan menyerah.
Butuh waktu cukup lama untuk membuatku memiliki keinginan agar membuka dan membaca isi surat yang ditinggalkan ibu. Hei jangan salahkan aku, fisik dan mentalku belum siap untuk membacanya. Bagaimana jika setelah membacanya aku mendadak terkena serangan jantung? Aku tidak mau mati muda, oke.
Saat aku menemukan kertas itu, bentuknya sudah sangat tidak layak. Dan setelah hampir dua tahun aku simpan, bentuknya malah semakin tidak layak dan membuatku semakin malas membacanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Alpha
Hombres LoboAphrodite adalah dewi kecantikan yang namanya sudah mendunia. Lambang kecantikan yang selalu membuat para wanita iri. Bagaimana jika Aphrodite terlahir kembali di masa sekarang. Akankah kisah hidupnya seindah bentuk fisiknya. "Kau adalah penipu ulun...
