Aphrodite adalah dewi kecantikan yang namanya sudah mendunia. Lambang kecantikan yang selalu membuat para wanita iri. Bagaimana jika Aphrodite terlahir kembali di masa sekarang. Akankah kisah hidupnya seindah bentuk fisiknya.
"Kau adalah penipu ulun...
Mansion itu cukup mewah. Meski mansion yang dimiliki Lucas jauh lebih megah. Aphrodite yang masih betah dengan kediamannya tetap memilih bungkam. Enggan beranjak dari kursi nyaman di dalam mobil maybachexelero hitam milik Lucas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lucas yang menyadari gelagat aneh sang istri hanya diam. Berpikir keras tentang hal apa yang bisa mengganggu pikiran sang kucing liar.
Aphrodite bukan tipe wanita pendiam dan hobi berpikir keras. Jika dia melakukan hal itu, jelas ada sesuatu hal yang tidak biasa. Dan Lucas harus berjaga-jaga.
Ada begitu banyak kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi jika itu menyangkut kebungkaman sang kucing liar.
"Bolehkan kita pulang saja." Setelah lama bungkam, Aphrodite buka suara.
Mengerutkan kening, Lucas kembali berpikir. "Apakah aku akan mendapatkan ciuman hangat jika mengabulkan keinginanmu?"
"Jika kau tidak mau, aku bisa pulang dengan...."
"Aku akan membunuh orang itu jika dia berani membawamu menjauh dariku. Dengar Odite, kau milikku. Tidak ada satu orang pun yang boleh dekat denganmu selain aku. Camkan itu!"
Setelah mengeluarkan kalimat panjang sarat akan kecemburuan, Lucas bergegas menjalankan mobilnya menjauh dari pelataran mansion keluarga Wilson.
Louis yang sedari tadi hanya mengamati juga enggan berkomentar. Dia sadar bahwa wanitanya sedang tidak baik-baik saja. Cathy memang temannya tetapi Aphrodite adalah nyawanya.
Jika harus memilih, dia jelas akan memilih Aphrodite tanpa pikir panjang.
~~~
Setibanya di mansion, Lucas langsung turun dari mobil. Dia bergegas berjalan ke dalam, mengabaikan keberadaan sang istri yang terlihat pucat.
Beberapa saat berselang, Lucas tetap mempertahankan acara bungkamnya. Dia bahkan sudah tidak perduli jika disamakan dengan remaja labil.
Dia benar-benar kesal, hatinya sakit. Perasaan asing itu kembali. Perasaan terbakar yang menyerang hatinya dan membuatnya hilang kendali.
Masuk ke kamar mandi, Lucas memilih menjernihkan pikirannya dengan mandi air dingin.
"Tidak bisakah kau berhenti uring-uringan?" Louis bersuara. Kesal melihat Lucas yang sedang cemburu buta.
"Dia tidak mencintaiku."
"Memang. Kenapa kau baru sadar? Aku bahkan sudah menyadarinya sejak lama." Bukannya membantu, Louis justru semakin memanas-manasi.
Semakin kesal, Lucas keluar dengan handuk yang melilit pinggang. Membuang handuk asal, dia masuk ke dalam selimut sambil tetap mempertahankan ekspresi galaunya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.