Masih memasang wajah tak berdosa, Aphrodite tetap tidak mau menyerah.
"Hei anjing gila, pergi sana. Aku kan sudah minta maaf, kenapa kau masih marah. Kau tidak takut calon suamiku marah? Asal kau tahu, calon suamiku bahkan lebih besar dan perkasa."
Dengan wajah menyebalkan, Aphrodite malah menantang. Mengarang cerita bebas yang bahkan tak dimengertinya. Menggeram, makhluk yang dipanggil anjing gila semakin murka. Aphrodite semakin terkejut saat sang anjing betina malah muncul tepat di depannya.
"Kesialan apalagi ini. Satu anjing gila saja sudah membuatku susah, apalagi sepasang," batinnya
Menghela napas, Aphrodite mulai kehilangan kesabaran. Sreek... disobeknya gaun indahnya. Tampaklah kaki indahnya yang sudah dihiasi berbagai macam senjata. Mulai dari berbagai jenis pisau, sampai senjata api.
Sesaat terlihat keterkejutan dari makhluk yang dipanggil anjing gila. Tersenyum manis, Aphrodite mulai memasang kuda-kuda.
"Akhirnya aku punya alasan untuk bersenang-senang," batinnya tertawa setan.
Dengan gayanya yang tak seberapa, Aphrodite menunjuk ke depan seolah menantang. Semakin murka, dua makhluk yang ukurannya bahkan jauh lebih besar dari anjing biasa mulai menyerang. Saat mereka ingin mencakar, Aphrodite berhasil menghindar dan menancapkan beberapa pisau ke titik vital anjing yang dia anggap jantan.
Meraung kesakitan, sang anjing terjatuh tak berdaya. Melihat itu sang betina menyerang mambabi buta. Aphrodite dengan anggunnya melawan dengan kekuatan tak manusiawinya. Tatapan matanya berubah menajam, jiwa psycopath yang selama ini dia pendam mendadak keluar.
Mendengar suara teriakan, konsentrasi Aphrodite sedikit pecah. Hap, seketika kaki kecilnya tertangkap dan dihempaskan ke tanah. Aphrodite tetap tidak mau menyerah. Dengan satu kaki cidera, Aphrodite kembali bersiaga.
"Tidak jika aku menggunakan pistolku, dia akan mati. Aku tidak mau jadi pembunuh," batinnya.
Sesaat sebelum Aphrodite kembali diserang, tiba-tiba sang makhluk terpental. Seorang pria datang dan menatap dengan senyum manis tak berperasaan. Melirik ke Aphrodite sebentar, sang penyelamat menggeram. Kembali mengalihkan atensi ke depan, sang penyelamat mendekat.
Kedua makhluk yang sudah tak berdaya semakin menggila. Bukan gila untuk menyerang, tapi gila karna ketakutan. Terbersit rasa kasihan dibenaknya. Meskipun Aphrodite dapat disamakan dengan iblis betina tapi terkadang jiwa kemanusiaannya selalu muncul di saat yang tepat.
"Manusia itu jelas tidak berperasaan," batin aphrodite insaf.
"Hei sudah. Biarkan mereka pergi. Toh anjing-anjing itu sebenarnya tidak bersalah. Akulah yang salah karena mengganggu proses pembuatan anak mereka."
Sang penyelamat terdiam. Aura yang dikeluarkannya mendadak makin mencekam. Aphrodite pun mendadak makin tak waras. Setelah mengambil tasnya dengan sok kuat, dia menyeret kakinya bermaksud pergi tanpa kata-kata. Mengabaikan makhluk lain yang sedang bersitegang akibat ulahnya.
Terdiam, Aphrodite baru ingat tujuan awalnya. Dengan kekuatan seadanya, aphrodite memaksa kaki tak berdosanya untuk berlari ke dalam.
"Aku tidak mau mendapat kemurkaan hera. Hera jelas jauh lebih sulit ditaklukkan," batinnya.
Memejamkan mata, sang penyelamat masih berusaha menahan emosi terpendamnya. Sebelum membalikkan badan untuk mengejar Aphrodite, sang penyelamat mengeluarkan kalimat tak terbantahnya.
"Kalian beruntung karena luna ku yang bahkan ingin aku lenyapkan malah menyelamatkan nyawa kalian. Pergilah sebelum aku berubah pikiran, my ex-fiance."
tbc,
KAMU SEDANG MEMBACA
My Alpha
Loup-garouAphrodite adalah dewi kecantikan yang namanya sudah mendunia. Lambang kecantikan yang selalu membuat para wanita iri. Bagaimana jika Aphrodite terlahir kembali di masa sekarang. Akankah kisah hidupnya seindah bentuk fisiknya. "Kau adalah penipu ulun...
