Aphrodite adalah dewi kecantikan yang namanya sudah mendunia. Lambang kecantikan yang selalu membuat para wanita iri. Bagaimana jika Aphrodite terlahir kembali di masa sekarang. Akankah kisah hidupnya seindah bentuk fisiknya.
"Kau adalah penipu ulun...
Setelah mobil yang membawa Aphrodite menjauh dari pandangan, Lucas kembali mengambil alih tubuhnya. Berbalik, Lucas berjalan masuk ke dalam ruangan kerjanya.
Mengambil ponselnya di dalam laci, Lucas menghubungi nomor seseorang yang dikenalnya. Saat panggilan tersambung dan diangkat, Lucas langsung bicara tanpa dipersilahkan.
"Apakah kau sudah berhasil menangkap buruanmu?"
"Cih," terdengar suara decihan di seberang sana, "bukankah seharusnya kau menanyakan kabarku terlebih dahulu?"
"Memangnya selain baik, kau memiliki kabar apalagi? Jadi, bisakah kau hanya menjawab pertanyaanku dan berhenti mengomel seperti seorang wanita yang tengah cemburu buta."
"Kau memang tidak pernah berubah. Aku bahkan sangat kasihan dengan Aphrodite. Bagaimana mungkin Moon Goddes begitu tega menakdirkan wanita seindah Aphrodite untuk pria sepertimu. Aku bahkan selalu berdo'a agar Aphrodite menolak untuk menikah denganmu."
"Hahaha, sayangnya do'amu itu tidak akan pernah menjadi kenyataan, mengingat kami bahkan sudah menikah beberapa minggu yang lalu."
"Apa!"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Flashback
MemoriAphrodite yang hilang saatdiParis
Setelah memasangkan seatbelt untuk Aphrodite, Lucas tidak langsung menjalankan mobilnya. Lucas justru mengambil ponselnya dan menghubungi orang kepercayaannya.
"Albert, siapkan pernikahanku malam ini juga dan suruh Reina untuk membawa baju pengantin yang aku pesan kemarin ke mansionku, segera."
"Lihatlah Odite, bahkan sekarang, Tuhan pun berada dipihakku." Setelah mengatakan itu, Lucas menjalankan mobilnya menuju mansion pribadinya.
Mansion miliknya di Paris memang tidak semegah mansion miliknya yang di Amerika. Tapi hal itu tidak menjadi masalah untuk Lucas, toh dimanapun tempatnya itu tidak penting, yang penting adalah mempelai wanitanya merupakan wanita yang dia pilih, meski pernikahan itu terjadi saat mempelai wanitanya tidak sadarkan diri.
"Mau sadar atau tidak, itu tidak masalah, yang penting sudah tercatat di catatan sipil," batin Lucas tidak peduli.
Setelah beberapa lama membelah jalanan kota Paris yang cukup padat, akhirnya dari kejauhan Lucas bisa melihat mansion yang sedari tadi menjadi tujuannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.