Sweety Venus - Chapter 4

14.3K 1K 38
                                        

"Ethan, kumohon pulanglah sebelum aku bertanya pada Caleb."

Oh benar, dia masih berteleponan dengan Rachel. "Aku akan pulang sekarang."

"Serius? Kau—"

Tanpa menunggu Rachel menyelesaikan ucapannya, dia mematikan panggilan tersebut. Lalu tangannya yang berada di railing menumpu dagunya dengan malas, hanya menonton hiburan di lantai bawah.

"Kau ... Jeremy, kau akan menyesal! Dasar bajingan brengsek! Bagaimana bisa kau mengkhianatiku?!" Diana berteriak sembari mengacungkan botol.

"Astaga wanita gila ini. Sudah kubilang aku bukan Jeremy!" balas si pria memegang kepalanya yang berdarah.

Oke, Diana memang benar-benar mabuk.

Yang bisa Ethan lakukan hanya terkekeh memandang takjub Diana yang berani memukul kepala seorang pria yang tidak bersalah.

Diana ingin memukul pria itu kembali namun langsung dihentikan 3 orang security yang entah datang dari mana. Dua orangnya menahan kedua tangannya yang tengah meronta-ronta ke belakang. Sedangkan pria tadi berdiri dengan kesal.

"Sial, jangan lari kau, Bajingan! Aku akan mencincang tubuhmu dan aku akan menyimpan ereksi serta kedua bolamu sebagai hidangan penutup lalu memberikannya ke kucing liar! Kau mendengarku, Jeremy!" jerit Diana yang dipaksa keluar.

Ethan memicingkan mata ketika melihat pria itu membuntuti Diana keluar, tentu itu bukan pertanda baik.

Sampai di luar, security itu melepaskan lengan Diana. Dan ynag lain menyerahkan tasnya.

"Pulanglah, Nona," ujar yang berbadan gelap dengan datar, agak terengah. Kewalahan menarik Diana keluar.

"Hei, aku bahkan belum membunuhnya! Setidaknya aku harus memotong kemaluannya supaya pria itu tidak dengan mudahnya menebar sperma!" Diana hendak masuk kembali namun kedua tangannya ditahan.

"Lebih baik kau pulang sebelum aku membawamu ke kantor polisi," ujar satunya lagi tidak kalah datar.

"Benarkah? Oh aku suka ide itu, tetapi tidak sekarang. Aku perlu memukulnya sekali lagi— Sebentar ... Jeremy?" Dia mengernyit melihat security di depannya.

Dan security itu menggeleng sambil mendesah. "Ini peringatan terakhirmu, pergi dari sini atau kami akan membawamu ke kantor polisi, Nona. Kau mabuk dan juga memukul orang asing, tentu saja polisi tidak akan percaya padamu."

Ya, mereka benar dan itu membuat Diana berdecak tidak senang. "Baiklah!"

Mereka akhirnya melepaskan Diana. Setelah itu berbalik dan berdiri di depan club untuk berjaga. Dan tepat saat itu pria tadi keluar sambil menempelkan kain ke kepalanya dan Diana mengenalnya sebagai Jeremy. Dia mendenguskan tawa.

"Hah, bedebah. Kau keluar juga ...."

Wajah pria itu seketika semakin gelap. Dia sudah muak dengan wanita ini. Awalnya mereka menari bersama dan bersenang-senang. Tetapi, tiba-tiba saja dia memukulnya dengan botol setelah menganggapnya orang lain. Tentu saja dia tidak akan memaafkannya. Dia melirik ke belakang dari ekor matanya, di mana para penjaga berdiri. Karena sudah berada di luar night club, apa yang dia lakukan ke depannya tidak akan ada yang peduli. Dia membuang kasar kain yang memiliki bekas darah dan berjalan cepat menuju Diana.

"Jalang ini ...."

Ketika ia ingin menarik rambut Diana, seseorang berbadan tinggi mendadak berada di depannya. Secara naluriah dia menatap pria berpakaian serba hitam itu, wajahnya ditutupi masker dan menggunakan topi. Namun, dari matanya yang menyipit, pria ini sepertinya tengah tersenyum ramah.

SWEETY VENUS [#2 VENUS SERIES]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang