Sweety Venus - Chapter 3

14.7K 1.1K 41
                                        

Di salah satu private suite kelab malam sebuah private party digelar. Kurang dari 10 klien VIP tampak terhibur dan bersantai sambil menikmati rokok, minuman, dan wanita yang mereka pesan. Juga mendapatkan pemandangan baik dari penari dalam ruangan mereka. Namun, salah satu tamu di sana tampak tidak menikmati pesta tersebut. Dia Ethan. Dia hanya duduk tanpa minat sambil memainkan minumannya.

Terdengar suara tawa di sampingnya sebelum bahunya dirangkul. Dia menoleh untuk melihat temannya yang sudah mabuk.

"Ayolah, aku mengadakan pesta ini agar kau tidak memikirkan berita di luar sana. Santaikan tubuhmu, Big E."

Caleb Payne. Dia adalah seorang model sekaligus aktor papan atas, sama sepertinya. Dia terkenal dan memiliki banyak pengikut di media sosialnya. Entah apakah dia harus menganggap orang ini sebagai temannya atau bukan. Well, semua orang di sini sebenarnya. Pengusaha, anak politikus, aktor, model, penyanyi, mereka semua bajingan.

Mereka tidak tahu apa itu kompromi. Tidak terbuka terhadap pendapat atau argumen. Diktator. Keras kepala. Apa hal baik yang bisa ia gambarkan dari mereka? Tidak ada. Dan entah sejak kapan dia mulai berkumpul dengan bajingan-bajingan ini.

"Kita ini sama. Normal saja jika kita berteman," Caleb pernah berkata seperti ini ketika dia teler.

"Shut up. Aku tidak memikirkan hal itu."

Itu adalah kejujuran. Sejak kapan dia memikirkan rumor dan skandal yang merugikan dirinya? Sama seperti yang lalu-lalu, berita kali ini juga tidak membuatnya khawatir. Dia hanya merasa ....

Dia melirik para wanita seksi di ruangan itu dengan datar. Kenapa dia merasa bosan?

Caleb tertawa lagi. "Dengar, seperti yang aku katakan, tidak usah khawatirkan berita buruk mengenaimu. Kau hanya perlu bersenang-senang malam ini dan kembali bersemangat untuk besok. Nama baikmu akan kembali cerah besok pagi, benar, kan, Joe?"

Secara naluriah Ethan melirik pria lain yang sedang bercumbu. Joseph adalah seorang pengacara dengan citra baik di depan publik sedangkan Fernando anak dari senator. Dua orang itu yang akan membereskan segalanya ketika mereka terlibat masalah, mau itu palsu atau benar. Terlebih, masalah buruk yang sering Caleb perbuat. Bajingan itu selalu berkata bahwa itu semua hanya kecerobohannya tapi tidak jera.

Joseph menyeringai dan mengusap kaki wanita di pangkuannya. "Tentu. Apa yang tidak untuk Ethan kita."

"Biarkan saja. Aku bahkan tidak peduli dengan berita itu."

"Sungguh? Itu akan berakhir buruk jika tidak dibereskan, kau tahu. Kita perlu seseorang sebagai kambing hitam—"

"Apa yang aku bilang baru saja? Perlu aku mengulanginya?" Ethan memotongnya dengan nada tenang namun tatapan tajam hingga Caleb segera mengangkat tangannya tanda menyerah,

"Baiklah. Aku hanya bercanda." Caleb tertawa. "Tidak usah, Jo."

Ethan mengembuskan napas kasar dan menyesap minumannya. Kemarahannya menghilang dengan cepat.

Caleb kemudian menjentikkan jarinya memanggil wanita penghibur yang seksi. "Hei, kemarilah hibur temanku. Jangan membuatnya bersedih sepanjang malam."

Wanita itu segera mengerti dan duduk di samping Ethan yang kosong. Dia mencoba merayunya dengan mengusap dada dan pahanya. "Aku salah satu penggemar beratmu. Aku menonton semua film yang kau perankan, Ethan."

Ethan menyeringai tipis. Dilihatnya wajah yang menggunakan riasan tajam itu. Well, tidak buruk. Dia bisa mengusir rasa bosannya malam ini. "Sungguh? Bagaimana karakter yang aku mainkan? Apakah keren?"

Wanita itu mengangguk. "Khususnya di film The Librarian. Aku penasaran apa nyatanya karakter kalian itu mirip?"

Ethan memandangnya dalam diam dan membiarkan tangan berkuku panjang itu meraba hingga pangkal pahanya. Ini pasti tentang adegan menggelikan itu. Mereka harus mengulang belasan kali pengambilan adegan bercinta hanya karena lawan mainnya tidak profesional. Padahal mereka tidak benar-benar melakukannya, namun aktris itu dengan sengaja pura-pura gugup supaya bisa mengambil gambar berulang kali. Tidak ada yang tahu bahwa film itu adalah yang paling tidak dia sukai. Mau bagaimana lagi, dia memang tidak cocok dengan tema romansa yang kental. Jadi, itu film romantis terakhir yang ia perankan.

SWEETY VENUS [#2 VENUS SERIES]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang