Sweety Venus - Chapter 2

17K 1.2K 37
                                        


"Damn it," umpat seseorang yang suaranya tidak asing baginya, terdengar panik.

Kedua orang yang sedang berciuman dan setengah telanjang itu terkejut sebelum membeku ketika melihat kehadirannya. Dan salah satu orang itu adalah orang yang ia anggap sebagai kekasihnya, pujaan hatinya.

Tubuh Diana gemetar. Tanpa aba-aba kotak kue yang ia pegang jatuh di samping kakinya karena tangannya sudah tidak sanggup memegangnya. Apa yang baru saja ia lihat?

Dua pria sedang berciuman, atasannya sudah terlepas, dan saling menyentuh. Bisakah ia menganggap semua ini kesalahpahamannya?

Setelah memandang orang yang masuk, kepanikan Jeremy semakin jadi. "Di-Diana? Apa ... yang kau lakukan di sini? Ah tidak, bukan itu. Maksudku aku akan menjelaskannya."

Diana menatap nanar kekasihnya. Perasaan sakit hati, kecewa, dan jijik bercampur menjadi satu di paru-parunya hingga ia sulit bernapas. Sebulir air mata pun jatuh di pipi tanpa diminta. Dengan bukti nyata di depannya, dia tidak perlu bertanya. Dia pun berbalik dan Jeremy segera menyusulnya sambil mengaitkan kembali celananya.

"Honey, tunggu, dengarkan aku dulu." Digenggamnya tangan Diana hingga kekasihnya berhenti melangkah.

"Kau sangat jahat, Jeremy. Kau bermain di belakangku! Apa salahku?! Padahal aku sangat mencintaimu. Hiks ...."

Itulah yang ada di pikiran Jeremy mengingat sifat kekasihnya ini. Diana tidak akan pernah marah padanya. Wanita ini terlalu lembut. Sekali ia meminta maaf dan memohon hingga memelas, kekasihnya akan melupakan yang baru saja terjadi. Namun seketika ia sadar ekspektasi tidak sesuai dengan realita. Dia mengerjapkan mata beberapa kali menatap Diana yang sedang menatapnya marah dan jijik dengan wajah merah padam.

Tubuh Diana gemetar menahan amarah. Hilang sudah rasa sedih dan kecewa yang Jeremy tancapkan di dadanya. Matanya masih kebas menangkap basah, terlebih hatinya.

Dengan kesal dia menendang selangkangan Jeremy sangat kuat membuat pria itu bergeming kaku lalu jatuh dengan kedua tangan berada di kebanggaan keluarganya sambil menggeram kesakitan. Dia bahkan bisa mendengar bunyi renyah yang ngilu. Tidak hanya dia, orang yang masih berada di ruangan itu pun bisa mendengarnya hingga dia berdesis takut. Diana berharap tendangannya dapat mempertahankan sakitnya cukup lama.

"Eat that, Jerk! You are an asshole! Fucker!" hardik Diana seraya menunjukkan jarinya mengarah ke wajah Jeremy dengan emosi meluap-luap hingga ke kepalanya.

Setelah mengumpati Jeremy tentu saja tidak membuatnya puas. Namun, apa lagi alasan ia berlama-lama di sana? Semuanya sudah jelas dan dia tidak membutuhkan penjelasan apa pun. Jadi, dengan cepat ia meninggalkan Jeremy. Tapi baru beberapa langkah, ia kembali menghadap bajingan tak tahu malu yang sedikit takut melihat kedatangannya seakan ingin kembali berbuat kasar pada adik kecilnya.

"Di-Diana, Babe, jangan kumohon—"

Detik berikutnya Jeremy bernapas lega saat Diana berjongkok hanya mengambil kuenya yang jatuh tadi.

"Aku tidak akan rela jika kueku di makan oleh pria menjijikkan," gumam Diana ketus. Kemudian menatap Jeremy dengan sorot mata penuh kebencian. "Jangan pernah muncul di hadapanku lagi. Jika tidak ... aku akan menyuruh teman-temanku memotong ereksimu dan menghancurkan segala hal yang telah kau bangun selama ini. Ya, kariermu!"

"No, Kitten. Berhenti dulu. Kita perlu bicara. Sial, rasanya masih sakit ...." Sambil mengerang sakit, Jeremy berdiri dan hanya bisa melihat kepergian Diana.

"Bukankah kau bilang kau sudah memutuskannya?"

Mendengar suara orang di belakangnya membuat Jeremy baru menyadari sesuatu. Dan dia kembali mengumpat. Setelah mengucapkan itu, Luce langsung pergi meninggalkannya yang menghela napas. Saat ia ingin melangkah ia langsung berhenti kaku kesakitan. Ia memprediksi, dalam beberapa hari ke depan ia hanya bisa bertapa. Segala umpatan yang ia punya pun ia keluarkan.

SWEETY VENUS [#2 VENUS SERIES]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang