"Udah kayaknya ya.. oiya buah" Minhee berbisik pada dirinya sendiri sambil mengecek kereta belanjanya
Jam 9 ternyata bukanlah jam tidur untuk Seoul, kendaraan masih ramai berlalu-lalang, bus umum pun masih beroperasi. Hal inilah yang membuat Minhee akhirnya sampai di supermarket yang hanya berjarak dua halte dari rumahnya
"Mas Dyo kalo pagi makan buahnya apa ya?" Bisiknya setelah sampai di bagian buah-buahan. Minhee mematung, tenggelam dalam pikirannya sampai tiba-tiba ia merasakan adanya suara plastik bergerak dari kereta belanjanya. Ia menemukan beberapa kantung plastik baru berisi berbagai macam buah
"Mas?!-- Sejak kapan-- Kok bisa?" Minhee sungguh terkejut melihat kenyataan Dyo lah orang yang menaruh buah-buahan itu di keretanya
"Yaudahlah, sekalian aja belanja buat pekan ini" Dyo tak menjawab pertanyaan Minhee, lalu memberikannya jaket yang sedari tadi ia tenteng
"Saya gak tau jaketmu kamu taro dimana, pake punya saya aja dulu.. jangan dibiasain malem-malem keluar pake baju tipis, ntar flu"
"... Oh.. makasih mas" Minhee yang masih mencerna tentang keberadaan Dyo akhirnya tersadar dari lamunannya lalu mengenakan jaket yang diberikan suaminya itu
.
.
.
"Mas Dyo kayak setan ya" Minhee memulai pembicaraan setelah mereka masuk ke bus untuk kembali ke rumah
"Maksud kamu apa??"
"Bukan.. bukan itu.. mas sering tiba-tiba muncul gitu, gatau dari mana tiba-tiba POOF! ada"
"Hmm.." Dyo hanya menyimak, lelah membawa barang belanjaan yang menggunung
"Serius deh mas, kok tiba-tiba ada sih?" Minhee masih begitu penasaran
"Kamu kalo mau kabur, lain kali jangan lewat gerbang.." jawab Dyo sambil menyenderkan punggungnya lalu memejamkan matanya
"Lagian disuruh tidur kok malah belanja sih, dek?" Tambah Dyo
"Mas, besok itu aku bakal jadi istri! Aku harus jadi istri yang baik dong.. Aku tuh mau masak besok, eh pas ngecek dapur, ga ada bahan sama sekali.. yaudah.." Minhee bercerita dengan semangatnya, tidak seperti Dyo yang sudah hampir tertidur
"Ngapain kamu masak segala? Saya juga bisa masak sendiri, ato bisa beli.. lagian nikah aja ga serius, ngapain juga jadi istri, dek?" Dyo menjawab dengan yang malas, ia ingin tidur namun tak mungkin ia tidur di bus karna ia sebentar lagi akan turun
"Aku juga gamau jadi istri lama-lama mas, cuma selama cuti aja.. jadi masaknya cuma seminggu ini aja kook, abis itu mas terserah deh mau ngapain juga-- eh ayo mas, turun udah sampeee" Minhee menepuk pundak suaminya yang masih memejamkan matanya
***
"MASSSS TUNGGUU!!" teriak Minhee dari dapur pada senin pagi itu
"Apa lagi??!!" Tanya Dyo sedikit kesal. Baru jam 7.15 Minhee sudah membuat rumah seperti ada perang
'MASSS INI KOK KOMPORNYA GAMAU NYALA??!!'
'MASSS BUAH NYA DI MEJA YAAA'
'MASS CARA MECAHIN TELOR BIAR CANGKANGNYA GA NGIKUT GIMANA??'
dan masih banyak lagi. Dyo adalah orang yang menyukai ketenangan. Dari berbagai macam polusi, polusi suara adalah yang paling ia benci.
"Ini makan siangnya mas.. jangan lupa dimakan yaaa hehe.. ati-ati di jalan ya, mas.." Minhee memberikan kotak plastik berwarna krem kepada suaminya
"Hmm" jawab Dyo singkat
'Seminggu Kyungsoo, ini cuma seminggu, tahanlah sedikit..' pikir Dyo
-cc-
KAMU SEDANG MEMBACA
Never be Us || dks
FanficSemua berawal dari "We do" Judul ama isi belum tentu sinkron //har har// ⚠bahasa amburegul, bisa jadi ada typo⚠
