"Kyungsoo! Bisa ke ruangan saya sebentar?" Panggil dokter senior bagian UGD bernama Byungho
"Siap, pak" Dyo mengikuti jalan seniornya sampai ke ruangannya
"Seperti yang telah kamu ketahui, periodemu di bagian UGD berakhir pada hari ini" Dyo senang mendengar hal itu, namun sekaligus sedih, karna di bagian UGD lah ia merasa sangat 'berguna', pasien tak pernah habis mendatanginya. Di sana juga ia mendapat banyak sekali pelajaran penuh makna.
"Malam ini kamu sudah boleh pulang, dokter Do Kyungsoo" lanjut Byungho
"Baik. Terima kasih pak atas bimbingan nya selama ini" Dyo membungkukkan badannya menandakan terima kasih dan hormat
"Istirahatlah Kyungsoo, jangan lupa untuk berinteraksi dengan istrimu" Byungho menaikkan sebelah alisnya menggoda Kyungsoo
"Bagaimana-" Kyungsoo mengangkat badannya dari posisi menunduk untuk melihat seniornya dengan tatapan kaget
"Kamu terlalu sering memandang foto pernikahanmu saat istirahat, Kyungsoo.." Byungho mengerti mengapa Kyungsoo terlihat bingung, Dyo menahan malu. Ia tak sadar sesering itu ia memandangi foto itu di hpnya
"Jadi.. apa sudah ada calon Kyungsoo mini?" Tanya Byungho bercanda
"Aish.. Bapak mengapa bertanya seperti itu.." jawab Dyo malu
"Ahahaha..."
***
Bang Umin: dek, tolong ttd in berkas di meja abang ye.. bsk udh harus di kirim... Jangan lupa baca dulu tapii
'Aigoo.. kerjaanmu banyak banget sih bang.. jadi aku juga yang lelah'
Me: lagi2 mendadak
Bang Umin: hehe.. tolong ya adikku sayang~
Me: iya.. abang uminku~
Baru saja Minhee mau menaiki bus ke arah rumahnya, namun ia duduk kembali di halte untuk menunggu bus ke arah kantor bang Umin.
Baru Minhee mendudukkan dirinya di bangku halte, sebuah mobil berwarna abu-abu berhenti di depannya dan membuka jendelanya
"Minhee-sshi!" Itu Chanyeol
"Eoh?! Chanyeol-sshi?!" Minhee berjalan mendekati mobil itu
"Kau mau pulang?" Tanya Chanyeol
"Sebenarnya saya mau mampir ke suatu tempat dulu"
"Naiklah, saya antar!" Chanyeol membuka kunci mobilnya untuk Minhee masuk
"Tapi.."
"Itung-itung bales budi buat Juno tadi siang" kata Chanyeol menyerobot
"Baiklah, terima kasih.." Minhee menaiki mobil itu
.
.
"Uhh.. bisa saya memanggil mu Minhee saja?" Tanya Chanyeol melepas keheningan dalam mobil
"Ya.. silahkan"
"Ngomong-ngomong kita belum kenalan dengan tuntas. Saya dokter bagian anak, yaa baru bekerja satu setengah tahun di rumah sakit.. kalau Minhee?"
"Umm saya--"
"Tunggu" potong Chanyeol "Bagaimana kalau kita menggunakan bahasa santai saja? Rasanya canggung kalau menggunakan bahasa formal terus menerus"
"Um.. baiklah.. aku duta supplier obat rumah sakit, aku biasa di gedung utama, karena ruanganku di sana, tapi aku sering berkeliling untuk mengontrol.. aku baru beberapa bulan di rumah sakit"
"Oh.. pantas saja aku baru melihatmu.." awalnya Chanyeol pikir ia bisa leluasa menggunakan 'gue-lo' namun karna Minhee menggunakan 'aku-kamu' ia jadi latah ikut menggunakan 'aku-kamu'
"Minhee, umurmu berapa?"
"23. Kalau Chanyeol-sshi?" Tanya Minhee balik
"Jangan pakai 'sshi', pakai 'oppa'" jawab Chanyeol tersenyum lebar begitu tahu Minhee lebih muda darinya
"Ah! Really?! Maafkan aku, aku tak tahu.. memang umurmu berapa... Oppa..?" Minhee merasa canggung memanggilnya oppa, ia tak pernah menggunakan kata 'oppa' dalam hidupnya, ia lebih familiar dengan 'abang', 'mas', 'aa' atau 'akang' (a/n:oke ini kopak wkwkwk)
"Tidak apa-apa.. umurku 24" Chanyeol masih tersenyum lebar
'seumur mas Dyo ya.. mas Dyo apa kabar ya?'
Minhee refleks berteriak melihat gedung kantornya hampir terlewat."Mas, berhenti disitu!!!" Sontak Chanyeol mengerem, untung saja dibelakangnya tak ada mobil lain
"Mas??" Tanya Chanyeol tersipu dan mulai memerah
'aish.. gara-gara mikirin mas Dyo jadi kebablasan' Minhee memarahi dirinya sendiri
-cc-
Makasi udh bacaaa, hope you like it guys~
Saya gasadar cerita ini sepertinya akan panjang hehe..
Janganlupa vomment yaaa hehe
Makasii
-ai
KAMU SEDANG MEMBACA
Never be Us || dks
Fiksi PenggemarSemua berawal dari "We do" Judul ama isi belum tentu sinkron //har har// ⚠bahasa amburegul, bisa jadi ada typo⚠
