Hari ini kedua kalinya Tara mengunjungi rumah Zahra sepulang sekolah. Tara membutuhkan teman curhat saat ini. Entah dirinya saat ini sedang galau tingkat dewa. Ini pertama kalinya Tara galau dikarenakan dua cowok yang bersaudara kembar.
Tadi pagi Renno menepati janjinya menjemput Tara. Tara terbangun dengan sangat terpaksa dikarenakan Renno sudah tiba di rumahnya pukul 05.30 pagi. Apa faedahnya dia jemput Tara jam segitu. Ingin menggantikan tugas alarm kudanil di kamar Tara?
Zahra mendapati Tara sedang termenung menatap kolam renang. Dengan raut wajah sendu ia memasukan kakinya ke kolam, mengayun-ayunkan kakinya perlahan.
Napa lagi sih ni anak satu! Gerutu Zahra dalam hati.
Zahra mendekat dan mengikuti Tara memasukan kakinya ke dalam kolam, ia menoleh pada Tara. Memajukan dagu seolah mengatakan kenapa?
Tara hanya menggeleng dan menatap lurus ke depan.
Zahra menyunggingkan bibirnya. "Mana Tara sahabat baru gua yang dulu?"
"...."
"Gua ngerti banget perasaan lo Ra. Cinta pertama lo menyatakan perasaannya kepada orang lain di depan mata lo " jelas Zahra seolah mengetahui apa yang Tara rasakan saat ini. Zahra mengusap pelan pundak Tara. Tara hanya diam seribu kata, ia hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Lagian kenapa yaa lo bisa jatuh cinta sama Ranno?" Ucap Zahra terkekeh.
Tara menatap nanar Zahra. Aduh keknya gua salah ngomong nih batin Zahra mengutuk dirinya sendiri.
"Kalau cinta itu ada alasannya, gua bakal bisa milih dimana dan kapan gua akan jatuh cinta dan gua juga bisa milih siapa orang yang mau gua cintai--
--Gua bahkan nggak tau dimana gua mulai jatuh cinta dan kapan gua jatuh cinta sama dia. Yang gua tau cuman siapa orang yang gua cintai. Katakan gua lebay ngomong kaya gini, tapi memang ini kenyataannya dan memang ini yang gua rasain"
"Ra lo--" ucapan Zahra terpotong.
"Yang gua mau saat ini ngubah waktu dan keadaan. Gua akan ubah waktu biar gua nggak ketemu sama dia, jatuh cinta sama dia dan kalau gua nggak ketemu sama dia gua juga nggak ngerasain situasi kaya gini. Tapi itu sama sekali nggak bisa--
--Gu...gua masih belum siap untuk ngerasaain hal yang kaya gini lagi." Ucap Tara yang meneteskan air matanya lagi. Sampai kapan ia akan seperti ini?
Zahra iba pada Tara, ia mengamit kedua pundak Tara dan merengkuhnya berusaha untuk menenangkannya. Ia melepaskan pelukannya, dan menatap mara Tara yang masih tergelinang air mata.
"Lo nggak boleh gitu Ra.. ini semua udah takdir. Asal lo tau gua dulu pernah diposisi lo dan liat sekarang gua fine fine aja kan. Gua bahkan udah nemu orang yang gua cintai dan emang yang selama ini gua cari. Entahlah gua berasa Dimas bisa buat gua jadi diri sendiri daripada yang dulu." Ucap Zahra tersenyum lalu tangannya terulur menghapus air mata Tara dipipinya.
"Renno gimana?" Zahra kembali bersuara.
"Gua masih belum tau jawabannya apa" lirih Tara.
"Lu terima aja dia, lagi pula lu juga sayangkan sama dia?"
"Tap-"
Zahra dengan cepat memotong kalimat Tara. "Tapi kalau lu terima dia, please jangan jadiin dia pelampiasan lo dan lo juga harus belajar buat sayang itu berkembang jadi cinta "
"Gua nggak sejahat itu Zah, tapi kalau gua tetep nggak bisa ngubah rasa sayang jadi cinta gimana? Lagi pula gua juga sayang sebagai teman sama dia"
"Lu jalanin aja belum, jalanin aja dulu Ra " Zahra menepuk pundak Tara. "Gua yakin lo pasti bisa kok. Lu inget kan? Cinta dan sayang itu tumbuh karena terbiasa"
KAMU SEDANG MEMBACA
Teman Spesial Senja [Completed]
Teen Fiction[SEDANG REVISI] [3 Maret 2017 - 4 Juni 2017] Tidak banyak yang kita lalui saat dulu. Tidak mengerti apapun namun mengucapkan janji yang sangat bermakna. Mungkin sebagian orang menganggap...
![Teman Spesial Senja [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/103882590-64-k368966.jpg)