Part 18

1.9K 63 4
                                        

Sudah 2 minggu siswa siswi masuk dalam ajaran baru. Murid baru sudah mulai sekolah, setelah melewati masa MOPDB. Tara dan kedua temannya masuk XI - 3, sedangkan Renno dan Ranno kembali sekelas di XI - 5.

Sudah 2 minggu juga Renno bersekolah di SMA Nusantara. Hari pertama ia masuk, seluruh murid sekolah heboh akan kedatangan Renno. Terutama kaum hawa, berteriak histeris. Renno juga sempat risih akan teriakan di sekitarnya. Hampir setiap pagi ia masuk kelas, mejanya sudah di penuhi dengan kado-kado pemberian fansnya.

Kedekatan Renno dengan Tara juga tidak berhenti sampai di Pulau Tidung. Pernah beberapa kali Renno mengajak Tara bermain ke Dufan. Hanya berdua. Tara juga sempat beberapa kali di antar pulang oleh Renno.

Murid baru di SMA Nusantara ini tidak hanya Renno, melainkan juga Dinda. Yak Dinda sudah 2 minggu juga bersekolah. Dinda memang tidak satu kelas dengan Ranno, tapi saat istirahat Dinda selalu berada di sisi Ranno. Keduannya menjadi lebih dekat lagi. Seperti sekarang ini.

"Ranno aku pengen mie ayam " ucap Dinda manja gelandotan di lengan Ranno.

Ranno berusaha melepaskan pelukan Dinda di lengannya. "Yaudah beli aja lah, kenapa minta ke aku " ucapnya agak sewot.

"Eh Din mending lo peluk gua dah dari pada peluk Ranno, lebih empuk " ucap Irfan menaik turunkan alis matanya.

"Peluk aja diri lo sendiri " sanggah Dinda sewot.

Di tempat lain Zahra melihat ke arah Dinda yang bergelayut manja di lengan Ranno.
"Idih tu cewek genit parah sumpah, nggak tau tempat banget " ucap Zara sewot.

"Sirik aja lu mah, panggil Dimas makannya " ledek Nita pada Zahra.

Tara tersenyum hampar melihat Ranno. "Gua ke kelas duluan ya " ucapnya sembari beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kelasnya.

"Eh Ra " panggil Zahra terkejut. "Si Tara kenapa dah?"

"Aha gua tau, apakah ini yang namanya Cintaa?" Ucap Nita dengan polosnya.

Zahra mendengus kesal. "Gua serius Nit elah "

Nita menyengir. "Palingan cemburu "

Zahra menepuk jidatnya. Pantas saja Tara langsung ke kelas gitu aja. "Gua ke kelas juga deh "

"Eh eh tungguin gua " ucap Nita langsung mengejar Zahra.

Ranno yang melihat Tara lari keluar kantin, mengerutkan dahinya. Raut wajah Tara berbeda dari biasanya.
Ada apa dengan Tara?
Ranno pun langsung mengetik pesan di ponselnya dan mengirimnya ke Tara.

Ranno Wijaya
Lo nggak papa? . Read

Ranno mengerutkan dahinya lagi. Tidak biasanya Tara hanya membaca pesan darinya. Apa salah Ranno pada Tara?

Entah apa yang di rasakan Tara saat melihat Ranno berdekatan dengan Tara. Hatinya berasa panas. Tara berlari di sepanjang koridor. Tanpa sengaja ia menabrak seseorang.

"Aduh " ringis Tara sembari memengi pundaknya.

"Tara.. so sorry ya " ucap Seseorang yang menabrak Tara yaitu Renno.

"Eh nggak papa Ren, sorry gua buru-buru " ucap Tara melanjutkan jalannya lagi menuju kelas.

Tara kenapa ya? Nggak biasanya dia kaya gitu batin Renno bertanya.

Sesampainya di kelas Tara langsung duduk dan menenggelamkan kepalanya di kedua lengannya. Tanpa sadara air matanya mengalir di kedua pipinya.

Drrrt drrt
Ponsel Tara bergetar. Ranno menge-chatnya.

Teman Spesial Senja [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang