Part 10

2.2K 93 2
                                        

Ranno menoleh ke arah Tara. "Ikut gua" ucap Ranno menarik pergelangan tangan Tara keluar dari kantin. Kali ini Ranno tidak ingin berdebat dengan siapa pun. Tapi tidak untuk nanti, jika Angel berani mengganggu Tara lagi.

Tara tersentak saat Ranno tiba-tiba menarik tangannya. "Ranno, mau kemana?" Tanya Tara dan berusaha melepaskan genggaman Ranno di pergelangan tangannya. "Ranno ih"

_____________________________________

Ranno hanya menghiraukan racauan Tara. Ia tetap menarik lengan Tara keluar kawasan kantin.

"RANNO LEPAS!" Ucap Tara membentak, Ranno terkejut dan melepaskan lengan Tara dari genggamannya.

Ranno membalikkan badannya, sehingga mereka berdua saling berhadapan. Ranno menatap tajam kedua mata Tara. "Lo mau ngapain narik-narik gua sih hah?" Tanya Tara dengan nada sedikit meninggi.

Ranno menyunggingkan bibirnya kemudian melirik baju basah yang di kenakan Tara. "Jadi lo rela badan lo di liatin orang-orang?" Ucap Ranno balik menanya dengan santai.

Mata Tara melebar seketika. Ia melirik baju seragamnya, basah dan....transparan. Sontak hal itu membuat pipi Tara memanas dan memerah seketika. Malu. Sedari tadi pikirannya tidak sampai ke situ. "Dasar mesum" ucap Tara sewot sembari menyilangkan tangannya di atas dadanya.

Ranno menarik kembali lengan Tara. Hatinya berdegub. Ada apa ini? Kenapa saat ia melihat Tara salah tingkah di depannya, hati Ranno seketika berdegub?
Ranno menggelengkan kepalannya, berusaha untuk menepis pikiran ngawurnya.

"Ranno ih mau kemana sih? Jangan apa-apain gua" ucap Tara panik sedikit berteriak.

"Lo gila ya. Jangan teriak napa. Entar orang ngiranya gua beneran mau buat yang nggak bener" ucap Ranno kesal.

Tara sedari tadi hanya bisa bersembunyi di balik punggung Ranno. Bajunya benar-benar transparan. Sampai akhirnya Ranno berhenti di loker sekolah. "Ngapain ke sini?" Ucap Tara bingung dan masih di balik punggung Ranno.

"Ganti baju lah. Lo mau jual badan lo?" Ucap Ranno polos.

Tara memukul bahu Ranno. "Nyebelin lo! yakali gua ganti baju di sini"

"Aduh sakit ego" ringis Ranno mengusap bahunya.

"Emang siapa yang nyuruh lo ganti baju di sini hah? Ambil dulu baju lo di loker dan SE BE LAH kanan adalah kamar mandi Tara Farahnita" Lama-lama Ranno bisa darah tinggi menghadapi Tara setiap hari seperti ini.

Tara mendengus kesal mendengar ucapan Ranno. Kemudian ia beralih pada lokernya dan membukannya. Tara hanya mendapati baju olahraganya. Ia menoleh ke arah Ranno yang di belakangnya sedari tadi.

"Nggak ada baju simpenan, adanya baju olahraga" lirih Tara pada Ranno.

"Yaudah pake aja baju olahraganya. Hari ini ada mapel penjas?"

Tara mengangguk "Pasti gua di hukum kalau pake baju olahraga di jamnya Pak Ruyan. Abis ini pelajaran dia" Jelas Tara menundukkan kepalanya. Pak Ruyan adalah kepala sekolah di SMA Nusantara. Ia juga mengajar Bahasa Inggris di kelas X. Dulu Raka pernah memakai baju olahraga di jamnya. Raka di usir dan mendapat hukuman dari Pak Ruyan. Tara tidak mau mendapatkan nasib seperti Raka.

Ranno mengangguk, ia tahu. Ia pernah di usir dari kelas dan mendapatkan hukuman membersihkan toilet guru, karena tidak memakai seragam di saat Pak Ruyan mengajar di kelasnya.

Ranno membuka kancing baju seragamnya. "Eh eh lo mau ngapain buka baju" ucap Tara menutup matanya dengan kedua tangannya.

"Gua pake baju lagi keles"

Teman Spesial Senja [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang