What's Wrong?

5.8K 521 13
                                        

WARNING!! Typo Bertebaran!!
HAPPY READING!

💂
💂💂
💂💂💂


Semakin hari mereka semakin dekat dan akrab dengan Jungkook yang sudah mereka anggap adik mereka sendiri. Lebih lama mereka tinggal bersama,  lebih banyak mereka mengenal satu sama lain terutama tentang Jungkook. Mereka tau bahwa Jungkook selalu bermimpi buruk saat ia tidur. Tapi sulit sekali bagi mereka untuk mengetahui apa isi dari mimpi itu. Ya,  adik kecil mereka enggan berbagi cerita dengan para hyung nya.

“Mimpi nya tidak begitu buruk,  hyung! Bahkan aku selalu melupakannya. “ itulah jawaban yang selalu di dengar mereka saat mereka menanyakan tentang mimpi buruk Jungkook.

Jungkook adalah sosok yang begitu ceria jika kita lihat dari luar,  tapi ia sangatlah rapuh dari dalam. Pikir para hyungnya.
Bahkan dia begitu manja saat bersama dengan orang yang dekat dengannya. Sesekali ia meminta hyungnya untuk melakukan ini itu untuknya,  bahkan belum lama ini ia meminta untuk pergi bersekolah.
Ya. Bersekolah selayaknya anak seumurannya. Tidak mudah mendapatkan persetujuan para hyungnya itu. Bahkan Jungkook pernah berpura-pura sakit untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

Dan akhirnya, mereka pun mengijinkan Jungkook bersekolah. Tapi...... Dengan syarat appa nya tidak boleh mengetahui ini. Jungkook pun akan mulai bersekolah besok lusa. Memang sangat sederhana sekali membuat adik tercinta mereka itu bahagia. Karena memang itu adalah hak hidup nya di dunia ini.

“Hyungdeul!! “ teriak Jungkook yang baru saja keluar dari kamarnya.

“Mwo? Kenapa kau berteriak?“ tanya Jimin yang baru keluar dari kamar mandi.

“Jiminie-hyung..  Kemana hyung yang lainnya? “ tanya Jungkook yang merasa bingung karena yang merespon teriakkannya hanya Jimin. Jungkook juga baru menyadari rumahnya sangatlah sepi. Kemana para hyungnya pergi?

“Mereka sedang keluar untuk mengurus sesuatu. Apa ada yang kau butuhkan? “ jawab Jimin sembari menatap Jungkook khawatir.
Jungkook hanya menarik napas berat dan menghempaskan bokongnya pada sofa empuk dirumahnya itu.

“Lalu?  Hyung kenapa tidak ikut? “ tanya Jungkook dengan raut yang menampilkan sedikit kerutan disana. Ya,  rasa kekecewaan.

“Annii.... Aku memang tidak ada perlu. Lagian aku disini bersama Taehyung. “ ucap Jimin seraya mendekati adik kelincinya itu dan mendudukkan bokong mulusnya itu.

“Tae-hyung? Dimana dia sekarang? “ tanya Jungkook sambil mengedarkan pandangan sekeliling rumah besarnya itu.  Tentu saja mencari keberadaan hyung satunya itu. Taehyung.

“Dia sedang pergi ke supermarket sebentar. “ ucap Jimin yang menyadari adik disampingnya itu kelihatan kebingungan.

“Aihh.... Itu sama saja,  dia sedang keluar hyung! “ gerutu Jungkook sebal. Jimin pun terkekeh melihat sikap kesal Jungkook yang diciptakan karena nya. Kedua kalinya Jungkook menarik napas dalam.

“Memang ada apa Jungkook-ie? “ tanya Jimin yang menyadari helaan napas Jungkook itu. Jungkook pun menoleh kearah Jimin dan mengubah posisi tubuhnya menghadap hyung satunya itu yang sedari tadi berada di sampingnya dengan tatapan lekat.

“Kau tau kan besok lusa aku mulai bersekolah? “ tanya Jungkook dengan suara yang lemas dan lembut. Hyungnya pun mengangguk paham.

“Tapi,  masalahnya aku belum melakukan persiapan apa-apa, hyung. Apa yang harus aku lakukan? “ tanya Jungkook dengan mata sendunya.

“Masalah itu.... Kau tenang saja hyungdeul akan mengurusnya. Kita akan membelikan keperluanmu nanti. Jadi kau tidak perlu khawatir. “ jelas Jimin enteng. Jungkook hanya memasang wajah kecewanya. Lagi. Bukan itu yang ia inginkan. Lalu apa?

(EDITING) Wind Beneath My Wings [BTS•Brothership] ✔ ㅡgo to Book IICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang