Fall ㅡend

5.1K 362 102
                                        

WARNING!! TYPOOOOOOOO!!!
HAPPY READING!!!

🌊
🌊🌊
🌊🌊🌊

*note: tulisan bercetak tebal + miring menggambarkan kejadian lampau.


Ruang introgasi terlihat begitu gelap dan menegangkan. Hawa dingin yang bisa bocah itu rasakan begitu menusuk kulit putihnya. Getaran kecil yang tubuhnya keluarkan sama sekali tidak ia hiraukan. Jeon Jungkook, bocah kecil yang akhirnya dibawa ke kantor polisi untuk bersaksi atas kasus ibunya sendiri. Tatapan kosongnya menyiratkan kepolosan yang kentara. Bibir mungilnya ia gigit guna menghilangkan ketakutannya.

"Baiklah kita mulai. "

"Jungkook-ah... " sapa seorang pria didepan bocah itu lembut. Jungkook sama sekali tidak menegakkan kepalanya sedikit pun. Ia takut. Takut terhadap semua orang. Ia takut dipukuli dan ditendang seperti hari-hari sebelumnya.

"Jungkook-ah.. Itu namamu kan? " tanya pria itu berusaha tetap lembut. Pria itu tersenyum saat menyadari anggukan pelan dihasilkan anak didepannya.

"Apa kau bersekolah? " tanyanya lagi.

"T-tidak. " jawab Jungkook lirih. Ayolah, seorang Jeon Senin tidak suka membongkar kehidupannya di publik. Apalagi mengungkit anak semata wayangnya. Termasuk mengenai sekolah.

"Baiklah. Apa kau merindukan ibumu? " tanya pria itu lagi. Apa kalian menyadari, pertanyaan yang dilontarkan sedikit demi sedikit menjurus pada apa yang ia selidiki.

"Eo-eomma? " tanya Jungkook bingung. Ia menatap pria tinggi yang duduk didepannya ini. Lebih tepatnya memberanikan diri. Pria itu mengangguk membenarkan.

"Apa kau bertemu dengannya akhir-akhir ini? " tanya pria yang menjabat sebagai detektif kepolisian itu.

"Ani.. Eomma belum pulang ke rumah. Ia sedang bekerja, ahjussi. " jawabnya. Ya, sepertinya sekarang Jungkook sudah mulai nyaman tanpa takut. Pria disana terlonjak kaget mendengar jawaban Jungkook.

'Apa maksudnya? Apa anak ini tidak tahu ibunya meninggal sampai sekarang?' batin pria itu.

"Jungkook-ah... "

"Ne? " seru Jungkook polos. Sungguh menggemaskan. Jika saja bocah itu tau yang sebenarnya, apa ia masih bisa bersikap polos seperti itu?

"Eomma-mu.. Ia sudah meninggal dunia. " ujar pria itu dengan berat hati.

'Deg! '

'Apa kau melihat ibumu mati?' perkataan itu terngiang diingatannya. Suara seorang lelaki.

Jungkook menggeleng kuat. Ia tidak terima ibunya dibilang mati begitu saja. Ia tau bahwa ibunya pergi bekerja sekarang. Tidak. Tidak mungkin ibunya meninggalkannya begitu saja.

"Tidak! Tidak! Eomma TIDAK MATI!! DIA MASIH HIDUP!! " teriak Jungkook histeris.

"Jungkook-ah.. Dengar. Eomma--"

"Andwae!! Kau pembohong! Akhh!!! ANDWAE! EOMMA!!! " teriaknya lagi. Jungkook menjambak rambutnya kuat. Perkataan seorang pria yang menanyakan ia melihat ibunya mati terngiang-ngiang di ditelinganya.

Detektif polisi itu panik, ia segera memanggil kawan lainnya untuk membantu membawa Jungkook pergi.

"Sepertinya anak itu memiliki gangguan mental. " ujarnya pada teman satu pekerjaannya yang telah mengantar Jungkook ke rumah sakit. Ya, setelah anak itu berteriak-teriak histeris ia jatuh pingsan dengan nafas tersengal seperti tercekik.

(EDITING) Wind Beneath My Wings [BTS•Brothership] ✔ ㅡgo to Book IICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang