Congratulation for 1k Reader!
Awas Typo typo typo!! 😱
HAPPY READING!!!
🎁
🎁🎁
🎁🎁🎁
Jungkook baru saja mendudukkan tubuhnya di sofa besar rumah appa-nya. Matanya sesekali menerawang sekeliling barang-barang disekitarnya. Ya, ia sedikit kecewa melihat barang di sekililingnya yang asalnya semua mengenai keluarganya dari mulai foto keluarga, guci kesayangan ibunya dulu berubah menjadi barang-barang kepemilikan wanita paruh baya yang mengantarnya masuk tadi. Istri baru appa-nya. Dan pandangan matanya terhenti saat melihat sebuah foto yang berukuran sedang yang menempel di dinding dengan tenang. Bukan itu masalahnya, tapi seseorang yang menjadi objek foto itu. Ia begitu tersentak melihat figura itu melindungi foto seorang anak kecil berjenis kelamin laki-laki. Jungkook sangat yakin itu bukan dirinya. Apa appanya juga telah melupakannya? Pikir Jungkook.
“Kau datang! “ otomatis Jungkook mengarahkan pandangannya ke seseorang pria paruh baya yang baru menuruni tangga rumah itu. Apa ini sebuah mimpi? Dia bangkit dan berdiri di depan pria yang menjabat sebagai appanya itu dari jarak yang tidak dekat. Jantungnya menggebu seakan memaksa keluar dari tubuhnya. Apa ini yang ia rasakan kembali bertemu appanya?
“Appa.... “ sungguh Jungkook tidak ingin melakukan ini, tapi ia tidak dapat menahan air matanya yang memaksa keluar. Senyuman ia dapatkan dari appanya. Apa appa juga senang bertemu dengannya? Pikir Jungkook.
“Jungkook... “ Dan akhirnya rasa rindunya sedikit terobati saat appanya menghampirinya dan membawa tubuhnya ke dalam pelukan hangat yang ia miliki. Isakan demi isakan keluar dari bibir mungilnya. Sungguh, ia begitu merasa bahagia. Dia berharap waktu berhenti saat itu juga. Jangan sampai kesempatannya berlalu dengan cepat.
“Aku sangat merindukanmu. “
“Appa, juga merindukan anak sulung appa ini. “ balas tuan Jeon yang mulai berkaca-kaca. Apa ia benar-benar merindukan anaknya itu?
‘Sulung? ‘ Sungguh Jungkook tidak mengerti mengapa appanya memanggilnya anak sulung? Bukannya dia anak satu-satunya. Dan matanya pun mendapati seorang anak kecil yang sedari tadi memperhatikan kedua pria yang menukar rasa rindu satu sama lain itu dengan wajah bingungnya. Apa dia adiknya? Pikir Jungkook.
“Appa! “ teriak anak kecil itu sembari berlari kecil mendekati mereka.
“Eoh, Joon Young-ah. “
‘Ap-pa? Joo-n Young? ‘ batin Jungkook. Tunggu. apalagi sekarang? Ada apa dengan hatinya? Mengapa rasanya sangat sakit mendengar appa nya memiliki anak selain dirinya.
“Appa. Dia siapa? “ tanya anak itu polos sembari menghambur ke pelukan appanya itu.
“Dia adalah hyung-mu. “
“Hyung? “ tanya Joon Young yang mulai menatap Jungkook dengan wajah lucunya. Jungkook mencoba menunjukkan senyumannya. Bagaimanapun ia harus berusaha menerima semua ini.
“Turunkan aku, appa. “ ucap Joon Young yang meminta tuan Jeon menurunkan tubuhnya dari gendongan appanya itu.
“ah. Annyeonghaseyo... Naneun Jeon Joon Young imnida. “ ucap Joon Young sembari membungkuk di depan Jungkook. Dan jangan lupa suara lucu anak seumurannya.
‘Dia anak yang begitu menggemaskan. ‘ batin Jungkook.
“Ne.. Annyeong. Naneun Jeon Jungkook imnida. “ balas Jungkook seraya tersenyum dan menurunkan tubuh tingginya mensejajarkan dengan tubuh mungil Joon Young.
“Eoh, hyung lucu sekali. Appa lihat! Hyung memiliki gigi kelinci seperti boneka kesayanganku. “ tutur anak polos itu sembari menunjuk gigi Jungkook yang terlihat begitu menggemaskan saat ia tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
(EDITING) Wind Beneath My Wings [BTS•Brothership] ✔ ㅡgo to Book II
Fanfiction"Kalian dimana? " "Kita akan melindungimu! " . . ---- "Angin selalu berada dibawah sayap-ku! Aku tidak bisa terbang--" "Panggil nama kita! Dan kita akan datang, Jungkook! " BROTHERSHIP nih... 👏 BACA AJA DULU... psti ga nyesel! 😊 ff ini terinspir...
![(EDITING) Wind Beneath My Wings [BTS•Brothership] ✔ ㅡgo to Book II](https://img.wattpad.com/cover/109721776-64-k125619.jpg)