Save Me

4.1K 408 20
                                        

WARNING!  TYPOOOOOO! 😱
HAPPY READING!!

🐾

🐾

🐾

Seorang namja tampan menatap keluar jendela kamarnya dengan tatapan kosong. Kakinya ia lipat pada engsel lutut dan memeluknya erat terduduk diatas kasurnya. Tiba-tiba seseorang membukakan pintu ruangan itu perlahan.

“Kook.... “ ucap pria itu yang ternyata Yoongi dengan senyuman tulusnya menghampiri Jungkook yang masih belum merubah posisinya. Dan jangan lupakan namjan dengan sebuah mangkuk diatasnya yang dibawa olehnya.

“Hyung, membawakan sup ini untukmu. “ ujar Yoongi sembari meletakan nampan itu diatas nakas. Aneh.  Jungkook sama sekali tidak menanggapi ucapan Yoongi sedikit pun. Bahkan berbalik kearahnya pun tidak. Dia masih tetap terduduk memunggungi Yoongi menatap kosong keluar jendela yang menyilaukan penglihatannya. Yoongi hanya menghela napas berat. Ini bukan pertama kalinya Jungkook bersikap seperti itu. Tapi telah berlangsung tiga hari setelah kejadian penyekapan itu.

Ia mengalami trauma dan depresi. Sejak hari dimana dia dibebaskan, ia sma sekali belum mengatakan sesuatu. Terkadang saat dia tidur selalu mengigau memanggil para hyungnya tanpa sadar.

“Kook.... Kau lapar, kan? Ayo. Biar hyung suapi. “ Yoongi mulai mendekati Jungkook dengan ragu dan menepuk bahu pemuda itu pelan disertai usapan penuh kasih sayang.

“ANDWAE!! PERGILAH!! “ teriak Jungkook tiba-tiba. Yoongi hanya melangkah mundur agar Jungkook kembali tenang.

“Ini hyung. Hyung tidak akan menyakitimu. “ rih Yoongi. Entah sejak kapan pipi putihnya sudah basah oleh air mata. Rasanya sangat sesak saat melihat keadaan Jungkook seperti ini. Dia melihat tubuh adiknya itu bergetar hebat dan tatapan ketakutan yang membuat dia kosong. Hampa. Pintu akhirnya terbuka dengan lebar. Kelima namja lain masuk dengan raut ketakutan seperti Yoongi.

“Apa yang terjadi pada Jungkook? Kenapa dia berteriak kembali? “ bisik Taehyung yang berada pada disamping Yoongi. Yoongi hanya menatap Taehyung dengan raut khawatirnya seolah mengatakan ‘ini terjadi lagi’.

“Jungkook.... Kau makan dulu ya.. Setelah itu kau harus makan obat. “ Namjoon mendekat kearah Jungkook. Sedangkan namja lainnya hanya menatap Namjoon ragu. Bahkan Yoongi sudah menggeleng pelan memberi isyarat pada Namjoon. Tapi,  pria itu tak menggubrisnya. Tiba-tiba langkah pria itu terhenti saat Jungkook membalikkan tubuhnya dan menatap satu per satu hyung dihadapannya.

Jungkook,  hyung mohon jangan lukai dirimu. ‘ batin Jin yang juga menatap Jungkook intens.

Sesekali keenam namja itu melirik satu sama lain bingung karena tidak biasanya Jungkook berani menatap mereka. Apa dia akan melakukan sesuatu yang berbahaya seperti sebelumnya?

“Jungkook. Dengar—“

“Hyungdeul.... “ ucapan Jimin terpotong saat Jungkook mulai berbicara tanpa mengalihkan perhatiannya. Para hyungnya tersentak kaget saat menyadari Jungkook sudah mau berbicara.  Itu adalah suatu kemajuan.

“Jungkook-ah... “

“Apa kalian takut padaku? “ tanya Jungkook dengan mata yang berkaca-kaca. Para hyungnya sama sekali tidak bisa bisa mengalihkan atensinya dari sosok adik tersayang mereka.

“Ap-apa maksudmu Jungkook? “ disatu sisi Jin merasa senang akhirnya Jungkook berbicara juga,  tapi disisi lain ia merasa hatinya tertohok saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut adiknya. Pertanyaan macam apa itu? Kalian pasti sudah tau jawabannya.

(EDITING) Wind Beneath My Wings [BTS•Brothership] ✔ ㅡgo to Book IICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang