WARNING! Typo typo typo!!
HAPPY READING 😘
🙊
🙊🙊
🙊🙊🙊
Jungkook sudah terlihat rapi dan siap dengan seragam sekolah di tubuhnya. Pagi ini Jungkook akan pergi ke sekolah, untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun yang lalu. Senyuman tak terlepas dari wajahnya. Ia sangatlah merasa senang.
“Good Morning! Hyungdeul!! “ teriak Jungkook pada semua hyungnya yang sedang bersiap sarapan. Semua tatapan tertuju padanya. Ia hanya membalasnya dengan senyuman manis.
“Apa kau begitu senang, Jeon? “ tanya Hoseok pada adiknya itu.
“Tentu saja. Aku akan punya teman baru nanti. “ ujar Jeongkook yakin. Para hyunhnya pun tersenyum gembira melihat adik bungsunya kembali ceria. Jungkook segera menarik kursi makan dari mejanya dan segera duduk diatasnya.
“Makanlah yang banyak. Nanti kau pasti akan melakukan banyak aktivitas, jadi kau harus memiliki banyak tenaga. “ jelas Namjoon. Jungkook mengangguk mengerti.
“Namjoon-ah kau dan Hoseok yang menjaga Jungkook di sekolah. Dan yang lainnya akan menjaga rumah ini. “ jelas Jin memberi perintah. Tunggu, bukankah Namjoon adalah leadernya? Lupakan, Jin adalah yang tertua disana. Jungkook sedikit tersentak saat mendengar perkataan Jin.
“Hyung! Untuk apa kalian menjagaku? Aku akan baik-baik saja.“ ujar Jungkook heran. Para hyung nya hanya menghela napas pelan.
“Itu adalah tugas kita. Bukan kah kita datang padamu karena ayahmu menyuruh kita? “ ujar Namjoon menjelaskan. Jungkook tertegun dengan penuturan Namjoon. Dia memang benar.
“Tolong patuhi apa yang kita katakan, Jungkook. Ini semua demi kebaikanmu. “tutur Jin menimpali. Jungkook menundukkan wajahnya dalam. Untuk apa dia sekolah, jika pada akhirnya ia tetap diawasi? Pikirnya.
“Hyung! Apa kau akan meninggalkanku, jika appa-ku menyuruh kalian pergi? “ tanya Jungkook dengan mata berkaca-kaca. Namjoon pun mengangguk pelan. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa jika tuan Jeon sudah bicara. Jungkook akhirnya meneteskan air matanya. Sadarlah, Jungkook! Mereka bukanlah siapa-siapa dalam hidupmu. Mereka hanya orang asing!!
“Tenanglah, Kookie. Kau tidak perlu khawatir. Itu tidak akan pernah terjadi. “ ucap Taehyung yang berada disampingnya menenangkan Jungkook.
“Kajja. Kita berangkat! “ ujar Hoseok yang menyadarkan pikiran mereka masing-masing sebelum melayang lebih jauh.
.
.
Tuan jeon sedang meminum secangkir kopi di rumah besarnya itu. Seketika ia melirik koran yang berada di nakas disamping sofa disana. Sesegera mungkin tangannya menggapai koran itu dan meletakkan cangkir itu di atas meja. Halaman demi halaman ia baca setiap berita dan sesekali ia tersenyum saat membaca berita mengenai dia sendiri.
“Appa! “ teriak seorang anak kecil berjenis kelamin lelaki sembari berlari kearahnya. Tuan Jeon pun menoleh ke sumber suara seraya tersenyum.
“Annyeong! Joon Young-ah. “ ucap tuan Jeon seraya memeluk anak kecil itu lembut.
“Neo Eomma, eodiseo? “ tanya tuan Jeon pada anak kecil itu. Anak itu hanya menengok ke arah belakang, dan ternyata seorang perempuan paruh baya sudah berdiri disana dengan senyumannya. Tuan Jeon yang menyadari wanita itu mendongak lalu membalas senyuman itu. Wanita itu segera menghampiri tuan Jeon lalu memeluk pria itu erat.
KAMU SEDANG MEMBACA
(EDITING) Wind Beneath My Wings [BTS•Brothership] ✔ ㅡgo to Book II
Fanfiction"Kalian dimana? " "Kita akan melindungimu! " . . ---- "Angin selalu berada dibawah sayap-ku! Aku tidak bisa terbang--" "Panggil nama kita! Dan kita akan datang, Jungkook! " BROTHERSHIP nih... 👏 BACA AJA DULU... psti ga nyesel! 😊 ff ini terinspir...
![(EDITING) Wind Beneath My Wings [BTS•Brothership] ✔ ㅡgo to Book II](https://img.wattpad.com/cover/109721776-64-k125619.jpg)