Ch.21

1.1K 97 2
                                    

      Dimana Biru sedang berada sekarang? Ya, tepat sekali! Gadis itu kini tengah duduk di dalam mobil Haikal, lebih tepatnya di bangku samping pengemudi alias di samping Haikal si pengemudi.

      Sepanjang perjalanan, mereka saling diam, menciptakan suasana kaku yang sedikit risih, membuat Biru ingin cepat-cepat sampai. Biasanya Haikal duluan yang sering melontarkan pertanyaan ataupun gurauan tidak jelasnya itu, diikuti Biru yang hanya menjawab atau menanggapi sekedarnya saja. Namun, kali ini Haikal benar-benar bungkam, matanya fokus ke arah jalan, begitu terlihat hati-hati.

      "Lo tinggal dimana?" Tanya Biru, berusaha untuk tetap tenang padahal ia sedang mati-matian menahan kegugupannya.

      "Sekampung sama Al, di Perancis. Minggu depan kayaknya gue balik ke sana lagi. Ini lagi liburan musim panas aja. Asli, kalo bukan Al yang ngajak ke Indo gue ogah balik, musim panas di sana enak, Ru! Beda sama di Indo yang kelewat panas." Jawab Haikal dengan jawaban yang menggebu-gebu. Gadis itu melongo. Biru hanya bertanya dimana ia tinggal, namun Haikal menjawab dan disertai penjelasan yang begitu rinci. Sepertinya Haikal adalah orang perfeksionis yang bawel.

      "Um, ooo--"

      "Lo masih di komplek situ kan? Eee maksudnya di blok situ?"

      "Iya, gue masih disitu." Jawab Biru yang mulai enggan untuk bercakap-cakap. Gadis cantik itu memalingkan wajah, ia lebih memilih melihat suasana luar di banding meladeni kicauan Haikal. Dalam hati, ia menyesal memulai konversasi duluan.

      "Kemaren gue punya doi, Ru,"

      Biru menggumam, intro yang kurang menarik perhatiannya.

      "Cantik, badai, seksi. Body goals, bola matanya silver gitu, kulitnya mulus no cacat, muka model, terus rambutnya platinum blonde cem si Al, cantikan dia orang dia bule tulen,"

      Biru memutar bola matanya dan menoleh menatap Haikal, "Terus?"

      "Gue pacaran cuma sebulan, eh putus." Lanjut Haikal dengan wajah bete sambil memukul setir pelan.

      "Why?"

      "Gak kuat gue."

      "Loh kok gak kuat? Gimana maksudnya? Emang dia minta gendong tiap hari?" Tanya Biru polos dengan ekspresi bingung yang menampilkan sisi cute face.

      Haikal tertawa.

      "Style dia mewah, gue buat sekolah aja kadang gak jajan, orang duitnya gue pake buat battle gambar manga sama temen,"

      "Kekinian?"

      "Iye, minta ini itu, mending ya, Ru, harganya kek harga cuci gudang di Tanah Abang, ini mah astagfirullah, Ru." Jawab Haikal berlebihan sambil mengacak rambutnya frustasi.

      "Lo tau gak? Insiden putus gue itu kocak!" Haikal tertawa, sangat kencang dan geli, membuat Biru menautkan alisnya.

      "Kenapa emang?" Tanya Biru mulai penasaran.

      "Gak ah, basi."

      Lagi-lagi Biru di buat melongo olehnya. Dalam hati gadis cantik itu menggerutu, 'Kenapa karma datengnya cepet? Pas gue gak penasaran dia cerita banyak, pas gue mulai penasaran dia malah ngakhirin cerita absurdnya. Dasar onta kutub.'

      Drrrt...

      Drrrt...

      Ivy bawel.

BIRU [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang