14.friend zone

2K 137 7
                                    

★tekan tanda bintang dan komen dulu guys😄😆😉🙏★

Silahkan follow kalau setia sama cerita ini.
👉may_ivony.

Kini giliran kami selaku siswa sma untuk pulang beristirahat setelah seharian berkutat dengan buku pelajaran.amarah sekaligus malu masih saja terpendam dalam hasratku.kok bisa-bisa nya gue termakan sama rayuannya dia.ralat bukan rayuannya sih,tapi memang dia sangat tampan sehingga dalam waktu sekejap saja....ah sudahlah.aku tak ingin memikirkan hal itu.
Aku berjalan menyusuri trotoar sambil sesekali menendang bebatuan tak bersalah yang kudapati di perjalanan.dengan cara begitu,setidaknya dapat meluapkan sedikit rasa kekesalanku.
Tiba-tiba saja langkah serta pandanganku terhenti kala melihat seseorang yang berdiri tidak jauh dariku. nampaknya ia baru saja keluar dari sebuah toko bunga.dan tentunya membawa bunga di genggamannya.tapi bukan fokus pada bunganya dulu,melainkan aku memilih untuk fokus pada orangnya."kok gue kayak kenal ya?"batinku mencoba mengingat-ingat.
Belum juga aku ketahui pasti orang itu namun aku sudah melangkah hendak menghampirinya.
"Eh bal,lo iqbal kan?"kataku sambil mengarahkan jari telunjuk ku padanya.
kulihat dari raut wajahnya,nampaknya ia tak mengenaliku.
"Maaf,anda siapa yah"tanyanya dengan logat khas luar indonesia.

"Mentang-mentang kita udah lama nggak ketemu yah.masa lo nggak ingat gue.ini gue salsha."
Kataku terus terang.

"Ya ampun ini lo cha"katanya sambil memegang bahuku tak percaya.

"gue nggak nyangka banget loh,bisa ketemu elo disini.lo kapan balik dari inggris?"tanya ku masih tak menduga sebelumnya.

"Gue baru sampai disini Kemarin.gue sempat sih kepikiran sama lo tapi bagaimana cara gue ngehubungin coba"katanya.

"yaudah.trus lo mau kemana sekarang.dan itu.lo beli bunga,buat siapa?oh,elo udah nemuin pengganti gue yah"tanyaku sambil tersenyum semu yang membuatnya tak bisa menyembunyikan sikap saltingnya.

"Lo bisa aja ca,tapi kalau lo mau.gue masih bisa berubah fikiran kok"katanya balik membuatku salting.

"Lo masih sama aja ya.oh iya,btw lo mau lanjutin sekolah disini"tanyaku memperjelas.

"Kayaknya sih ia ca,soalnya mama papa nggak pernah ngebahas soal balik ke prancis lagi."

"Baguslah"responku.
"Dan kalau memang begitu,gue bakal nyusulin lo di sekolah"katanya sangat yakin.

"Betul yah,awas kalau lo nggak nepatin,soalnya gue kesepian.nggak ada teman curhat"kataku memasang wajah cemberut.

"Elo juga masih sama,muka lo masih aja jelek kalau cemberut kayak gitu"katanya meledekku.

"Ih,lo apaan sih bal,yaudah gue pulang dulu yah.see you in the school"kataku mengucapkan salam perpisahan.

"Ok.bye"katanya melambaikan tangan.

" Iqbal,iqbal.lo tambah ganteng aja yah.gue menyesal deh dulu sok jual mahal sama lo"kataku membayangkan selintas kenangan gue saat bersama iqbal dan juga caitlin.
"Tapi yah gue juga nggak tega sih,kalau harus ngehianatin persahabatan kita bertiga.apa lagi diam-diam caitlin juga naksir sama lo."kataku sambil memandangi foto kecil kami bertiga.
"udah lah ya.lagian sudah masa lalu.bikin gue flashback aja kalau lama-lama mikirin tu bocah"kataku hendak menyimpan foto itu dalam sebuah kotak.
"Salsha"teriak mama dari dapur.
"iya mah,tunggu"kataku menyahut.

"Ada apa mah?"tanyaku sesaat telah sampai di hadapannya.
"Kamu tolong anterin ini sama yang udah pesan yah"katanya seraya menyodorkan satu kantong plastik yang berisi gorengan juga dengan alamat pemesannya.

"Yaudah,salsha pamit mah"kataku sembari menyalami tangannya.

Tidak membutuhkan Waktu yang lama untuk melalui perjalanan.karna alhasil aku telah sampai di depan gerbang pemesan itu.

"Permisi"kataku dengan suara nyaring.

"Permisi"kataku untuk yang ke dua kalinya karna rupanya belum juga muncul tanda-tanda bahwa pemilik rumah itu akan keluar.

"Duh,lama banget sih.orangnya budeg atau apaan sih.gue udah kehabisan suara gini belum juga nongol"kataku mulai risih.
"Permis."kataku namun terpotong.

"Iya.iya.bawel banget sih lu"katanya muncul dari balik gerbang.

Buru-buru aku memeriksa alamat yang telah di beri oleh mamah tadi.takut salah tempat.

"Alamatnya udah benar disini"katanya seolah mengetahui apa yang ada dalam pikiranku.

"Sini gorengan nya"katanya langsung menyita gorengan itu dari tanganku.

"Lo tau permisi nggak sih.main ambil-ambil aja"kataku mulai beradu bicara lagi dengannya.

"Perlu yah gue minta izin?ini kan udah jadi milik gue sekarang"katanya memprotes.

"Nih uangnya"katanya menyimpan lembaran uang di telapak tanganku.

"Eh ini uangnya "belum juga aku menyelesaikan bicaraku.
"Udah,ambil aja"katanya berlalu meninggalkanku.

Aku yang merasa di remehkan pastinya nggak terima.

Untung ia belum sempat menutup kembali gerbangnya,sehingga memudahkan ku untuk masuk ke area halaman rumahnya tanpa se pengetahuannya.

"Eh tunggu-tunggu"kataku seraya memegang bahu kanannya untuk berbalik menghadapku.

"Gue tau,gue orang yang nggak punya dan elo orang yang punya.tapi gue masih punya harga diri"

"Nih,gue kembali in uang lo"kataku memberinya paksa uang yang tadinya ada padaku.

"kok lo jadi salah faham gitu sih.gue tu."kini giliran aku yang memotong pembicaraannya.

"Apa.elo mau bilang kalau lo nggak punya uang kecil?yaudah nggak papa.anggap aja bonus buat lo"kataku masih dengan emosi dan ingin segera hengkang dari tempat itu.

Baru saja berniat untuk membuka langkah.tapi ada-ada saja yang membuatku menurunkan niatku sebelumnya.

"Salsha,kamu rupanya udah datang."siapa lagi,kalau bukan sahabat mama tepatnya mama dari cowok tengil ini.

"Eh tante"kataku sok ramah.

"Tante sengaja,suruh mama kamu agar yang anterin gorengan ini kamu.soalnya tante pingin ngobrol sama kamu.sekalian makan malam disini aja yah"katanya langsuk menarikku paksa.

"Tapi tan"
"Udah,ikut aja"

"Kok gue malah kejebak gini sih.tadinya kan gue mau ngambek"batinku.

Acara makan malam dadakan itu pun berlangsung tanpa ada selera makan bagiku.bayangkan saja,semuanya udah pada kelar makan padahal aku baru menghabiskan satu sendok nasi.
Alhasil tante melina yang menyadari itu membuatnya bertanya padaku.

"Sayang,kok nggak di makan?makanannya nggak enak yah"tanyanya layaknya seorang ibu pada anaknya.

"Enggak kok tan.enak.cuman aku nggak nafsu makan aja"kataku memberi alasan.bukan alasan sebenarnya,karna itulah kenyataannya.nafsu makanku tiba-tiba lenyap kalau melihat dia.

"Ya sudah tante.aku bisa pulang sekarang kan?"tanyaku meminta jawaban segera.

"Kok cepat banget pulangnya"

"Iya tan,soalnya aku banyak tugas dari sekolah belum aku kerjain"kataku berbohong yang artinya sudah di sadari sebelumnya sama aldi.

"Ya udah,tapi ini udah malam.kamu di antarin aldi aja yah"katanya lagi-lagi perhatian.

"Nggak perlu tante,aku bawa sepeda"
"Betulan?"
"Iya tan,yaudah.kalau gitu aku pulang dulu.assalamu alaikum"kataku sopan.

"Waalaikum salam"katanya.

"Akhirnya,lepas juga gue dari rumah itu"kataku bernafas lega.

kalian udah tahu iqbal kan?
Kalian maunya siapa yang jadi 💓 nya salsha?
Comment
👇

Vote nya jangan lupa.sedih tahu kalau yang baca nggak sebanding sama yang vote😢
Tapi aku nggak maksa.cuman ngingetin buat hargain karya orang yah kakak.
15-juni-2017

Mungkinkah Cinta?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang