☕: Semua Di Rencanakan

5.1K 217 8
                                    

"Detak jantungku selalu seperti ini bila bertemu denganmu."
-Salsabila Ayska-

Salsa baru saja mandi setelah pulang dari sekolah. Namun setelah mandi, Salsa lebih memilih menyalakan laptopnya. Entah apa yang ingin Salsa lihat di dalam laptopnya, namun tangannya tiba-tiba membuka berkas 'AR' yang maksudnya adalah Arga Rakyan.
Didalam laptop Salsa memang banyak foto-foto Arga. Entah itu foto masa kecil Arga atau saat Arga sudah SMA.
Salsa terus saja menatap foto Arga hingga tak sadar Ibunya telah berada di dekat pintu kamar.

"Lagi ngapain?"

Salsa langsung menutup file yang sedang ia tatap dan di ganti dengan file lain.

"Liat foto-foto aja."

"Ibu mau keluar beli makanan. Mau ikut?" Tanya Ibu.

"Gak bu. Tugas masih banyak."

"Mau di beliin sesuatu?" Tanya Ibu lagi.

Salsa menggeleng-gelengkan kepalanya. Saat ini ia sedang tak menginginkan apa-apa. Ibu Salsa kembali menutup pintu kamar Salsa dan pergi keluar untuk membeli makanan.
Salsa membawa laptopnya ke ruang keluarga. Ia berniat ingin menonton tv sambil mengerjakan tugas sekolah. Namun daritadi matanya terus saja menatap televisi di bandingkan dengan mengerjakan tugas sekolahnya.
Tiba-tiba saja Fajar Kakak Salsa datang dan duduk di sebelah Salsa. Ia menatap kaget pada Kakaknya yang tiba-tiba ada di rumah. Sudah hampir 3 bulan, Fajar tak pulang ke rumah karena sibuk dengan skripsinya.

"Kak Fajar!! Tumben pulang?" Tanya Salsa.

Pria disamping Salsa hanya menatap datar pada Salsa. Namun tiba-tiba saja tatapannya menjadi sinis.

"Sebelumnya aja minta-minta Kakak pulang. Sekarang udah di rumah malah gitu."

Salsa hanya tersenyum menatap Kakak satu-satunya yang ia miliki. Salsa mengingat kembali saat ia menyuruh Fajar pulang ke rumah. Namun berkali-kali Fajar meminta maaf tidak bisa pulang ke rumah karena ia sedang sibuk menyelesaikan tahap akhir skripsinya.
Salsa memeluk Kakaknya karena merasa rindu sekali dengan orang yang ada di hadapannya. Fajar mengelus rambut Salsa dengan pelan, ia pun sangat merindukan Adiknya. Akhir-akhir ini Fajar sangat sibuk sehingga susah sekali untuk pulang ke rumah.
Salsa melepaskan pelukannya lalu menawarkan cemilan pada Kakaknya. Fajar membawa dengan cepat makanan yang di tawarkan oleh Salsa. Salsa menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia sangat mengetahui sifat Kakaknya apabila melihat kripik singkong. Fajar memang sangat menyukai kripik singkong sampai di rumah ataupun di kosan Fajar pasti selalu ada kripik singkong.

"Ibu kemana?" Tanya Fajar.

"Lagi keluar beli makanan."

Fajar hanya ber-oh ria mendengar jawaban dari Adiknya. Sambil menonton tv, Salsa mengambil cemilan yang lain karena kripik singkong tadi telah di tangan Fajar dan pasti akan sulit untuk membawanya kembali.
Fajar membawa laptop Salsa yang berada di depan meja. Fajar menggeleng-gelengkan kepala mengetahui tugas sekolah Salsa tertunda karena menonton tv. Ia pun membuka file milik Salsa. Tapi matanya menangkap file bernama 'AR'. Fajar membuka file itu dan menatapnya kaget. Setelah mengambil cemilan untuknya, ia menatap Kakaknya yang sedang memegang laptopnya. Ia mengintip apa yang dilihat oleh Fajar.
Salsa benar-benar terkejut Saat ia mengetahui file itu yang di buka oleh Fajar, ia langsung merebut laptopnya.

"Ih kepo."

Fajar sempat kaget karena tiba-tiba saja Salsa merebut laptop itu darinya. Tapi setelahnya Fajar tersenyum jahil sambil menatap Adiknya.

"Apa senyum-senyum?" Tanya Salsa dengan kesal.

"Foto siapa?"

Salsa diam tak menjawab. Sebenarnya kali ini ia sedang mencari-cari alasan untuk menjawab pertanyaan dari Kakaknya. Namun akhirnya di ketahui oleh Fajar.

ArgaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang