25. Tentang Rian dan Iqbal

1.7K 124 6
                                        

Sebenarnya dia itu tipikal orang yang kalau terluka, dia akan diam. Dia akan menghilang sementara lalu saat kembali, dia akan sedikit berbeda.

( M. Iqbal Prasetya )

Ia adalah tipikal orang yang jika terluka, ia butuh seseorang untuk mengobati dan tau masalah yang sedang ia hadapi.

--Penulis bermata lelah (re: Elaa)

...

"Jadi ternyata lo merhatiin Rian, ya?" Ozan mengangkat sebelah alisnya sambil tersenyum miring.

Ia bersandar dipintu mobil Ilyas. Ilyas sendiri sudah keluar lagi dari mobilnya dan mendengus. "Penting banget yang mau lo omongin, Liv? Gue udah capek, mau pulang."

Oliv menatap tajam kedua orang itu. Ia melipat tangan lalu menggeleng. "Gak terlalu sih. Cuma ya, gue bingung kenapa dia sempet ngehilang terus pas kembali, dia jadi beda."

"Beda gimana maksud lo? Dia masih cowok, kan?" Ozan terkekeh dengan ucapannya sendiri.

Oliv menghela nafasnya. "Diliat dari seragamnya aja, gue udah tau ada yang dia sembunyiin."

Ilyas menatapnya. "Terus?"

"Ya gue tanya kalian. Karena menurut gue, kalian pasti tau soal itu."

Ilyas dan Ozan sama-sama mengangguk tapi tak berbicara membuat Oliv menahan emosinya. "Kalian gak mau ngasih tau gue?"

Keduanya menggeleng membuat Oliv heran. "Kenapa?"

"Kenapa lo gak tanya langsung ke Rian?" tanya Ilyas membuat Ozan menjentikkan jarinya.

"Nah iya. Kenapa gak tanya Rian?"

Oliv mendelik kesal. "Kalau dia jawab, gue gak bakal nanya ke kalian."

Ozan mengangguk. "Nah yaudah, kalo Rian gak jawab berarti dia gak mau lo tau. Simple, kan?"

Oliv mau menjawab lagi namun ia urungkan ketika melihat Rian yang melangkah menuju teman-temannya. "Wahh kok pada disini? Zan lo katanya mau nebeng Ilyas, kok belum pulang?"

"Tadinya udah mau pulang, yan. Tapi ada degem yang nyamperin kita nih. Gak enak kalo kita tinggal hehe," Ilyas terkekeh diikuti tawa Ozan membuat Rian langsung menyadari adanya Oliv.

"Liv. Lo ngefans sama temen-temen gue?" pertanyaan konyol bagi seorang Olivia. Bisa-bisanya Rian bertanya seperti itu.

Oliv menatapnya dengan datar membuat Rian meneguk ludahnya susah payah. Ia berusaha memasang senyum lebarnya. "Liv. Lo masih mau ngobrol dengan 2 orang gak jelas ini?"

Oliv langsung menggeleng. Ia lalu melangkah menuju motornya meninggalkan Rian cs yang menatapnya sekilas lalu Rian kembali menatap kedua temannya. "Dia nanya apa sama kalian?"

"Nanyain lo yang menurut dia agak beda." Ilyas kembali membuka pintu mobilnya dan masuk kedalam mobil disusul Ozan yang masuk dan duduk di kursi penumpang. Ozan menurunkan jendela mobil dan bertepuk tangan di depan wajah Rian yang terdiam.

"Gak usah dipikirin kali, yan. Gak ember kok kita. Lagian, lo tuh harus konsisten, mau sama Oliv atau kembali sama Rika. Kita duluan ya," Ozan menepuk bahunya. "Lo hati-hati."

Rian mengangguk lalu sedikit menjauh membiarkan Ilyas mengeluarkan mobilnya dari parkiran.

Oliv memasang helmnya. Ia sudah berada di atas motor ketika Iqbal datang menghampirinya.

Ternyata KamuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang