31. Classmeeting hari Ketiga

1.5K 127 4
                                        

Lo gak bisa sesantai ini kalo gue aja emosi!

( Rian Setiawan )

Kalo gue yang digosipin, biasa aja. Kenapa lo yang hanya pendengar, se-emosi ini?

( Putri Olivia Wijaya )

...

Oliv, Lala, dan Rima memilih untuk tetap di dalam kelas. Melanjutkan mendekor kelas bersama sebagian anak kelas. Sebagian lagi sedang mendukung perwakilan kelas yang turut serta dalam lomba storytelling.

Oliv sedang menghias gorden dengan beberapa pita. Lala dan Rima sedang memasang polaroid-polaroid yang mencetak gambar anak-anak kelas. Ada yang foto sendiri-sendiri, ada yang foto bersama beberapa anak sekelas.

Mereka memberikan doubletape di belakang polaroid dan menempelkannya di dinding kelas. Oliv sudah selesai dengan tugasnya. Ia mendatangi Rima dan ikut membantu memasang polaroid.

Ia menempelkan doubletape ke belakang polaroid wajahnya sendiri. "Gue cantik ya, La, Rim?"

Lala dan Rima ikut melihat polaroid yang sedang ia pasang.

Lala dan Rima ikut melihat polaroid yang sedang ia pasang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Rima menatapnya dengan jengkel. "Itu nanya atau pamer?"

Oliv terkekeh. Lala mendengus. "Tumben lo banggain diri, Liv."

Oliv mengendikkan bahunya. "Lagi bahagia aja."

Lala dan Rima langsung menatapnya. Rima yang bertanya mewakili kekepoannya dan Lala. "Bahagia kenapa?"

"Lo habis ditembak?" tanya Lala yang membuat suasana menjadi krik. krik.

Oliv menggeleng. "Kalo gue ditembak ya gue mati, dan lo berdua pastinya sedih."

"Bodoamat Liv, gak peduli gue." Lala memasang polaroid di dinding seberang. Ia ingin menjauh dari Oliv yang selalu membuatnya kesal.

Rima masih menatapnya dengan wajah ingin tau. Oliv bertepuk tangan di depan wajahnya. "Wake up, Rim. Lo kenapa ngeliatin gue?"

"Lo lagi gila, Liv."

Oliv tertawa. Ia mengangguk pelan. "Gue emang lagi gila, Rim. Makanya jangan deket-deket kalo gak mau ketularan."

Rima menatapnya ngeri lalu ikut menjauh darinya. Ia memilih mendekati Lala. Oliv kembali memasang polaroid-polaroid lain.

Oliv keluar dari kelasnya ketika polaroid di tangannya sudah terpasang semua. Ia ingin buang air kecil. Ia sendiri melangkah di koridor. Tadinya Lala dan Rima mau menemaninya tapi ia yang tak mau.

Buat apa juga ke toilet rame-rame? Mau tawuran? Oliv menghentikan langkahnya ketika dari arah berlawanan ada Rian cs yang sedang melangkah juga.

Rian berhenti di depannya. Kejadian ini serupa dengan kejadian saat di depan mading dulu. Tiba-tiba Oliv merasa dejavu. Ia menatap Rian yang sedang tersenyum.

Ternyata KamuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang