Ku saat itu takut mencari makna
Tumbuhkan rasa yang sesakkan dada.
( Ruang Rindu - Letto )
Ada saatnya lo akan tau soal ini.
( Putri Olivia Wijaya )
...
Kali ini Oliv yang merasakan jantungnya berdebar kencang. Ia jadi tegang dan kehilangan rasa percaya diri. Lala, Lulu dan Rima berdiri paling depan sambil meneriakinya. Benar-benar memalukan.
Oliv memegangi microphone dengan sedikit kaku. Ia mencoba untuk melemparkan senyuman ramah kepada seluruh siswa-siswi yang menontonnya.
Bagaimana tidak tegang jika seluruh orang memperhatikanmu? Menilaimu dari atas sampai bawah. Bahkan banyak yang mengarahkan kamera ke arahmu. Belum lagi mendengar teriakan-teriakan para penonton.
Oliv mengangguk kepada kedua temannya di dalam band dadakan ini. Ia mulai bernyanyi.
Di daun yang ikut mengalir lembut
Terbawa sungai ke ujung mata
Dan aku mulai takut terbawa cinta
Menghirup rindu yang sesakkan dada
Jalanku hampa dan kusentuh dia
Terasa hangat oh di dalam hati
Ku pegang erat dan ku halangi waktu
Tak urung jua ku lihatnya pergi.
Para penonton begitu menikmati lagu yang dibawakan Oliv. Mereka mengangkat tangan dan melambaikannya ke kanan dan ke kiri.
Tak pernah ku ragu dan slalu ku ingat
Kerlingan matamu dan sentuhan hangat
Ku saat itu takut mencari makna
Tumbuhkan rasa yang sesakkan dada
Kau datang dan pergi oh begitu saja
Semua ku terima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam
Di ruang rindu kita bertemu
Oliv melangkah maju, kepedeannya sudah kembali begitu melihat penonton ikut bernyanyi.
Kau datang dan pergi oh begitu saja
Semua ku terima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam
Di ruang rindu kita bertemu.
( Ruang Rindu - Letto )
Para penonton bertepuk tangan meriah. Oliv tersenyum, ia menundukkan kepalanya sekilas lalu turun dari panggung diikuti kedua temannya.
Sekarang giliran band lain yang maju. Oliv langsung dipeluk oleh ketiga sahabatnya yang terlihat begitu bahagia. "Suara lo bagus banget, Liv." Lala memberikan 2 jempolnya.
"Emang gak salah, gue nunjuk lo, kan?" bangga Rima.
Lulu juga ikut memujinya. Oliv mengurai pelukan. "Gue habis selesai nyanyi, gak ada yang mau ngasih minum gitu?" kodenya yang membuat teman-temannya pura-pura tak peka.
Oliv mendengus, baru saja ia mau melangkah ke kantin ketika sebotol air mineral dingin berada di depan wajahnya.
"Minum!"
Oliv menatap orang yang baru saja menyuruhnya itu. "Putra.. "
"Hah? Putra?" Rima bingung melihat kehadiran Akmal. Ia jadi semakin bingung ketika Oliv memanggil Akmal, Putra.
"Haus, kan? Minum gih!" Akmal menyerahkan botol yang baru saja ia bukakan segel tutupnya.
Oliv tersenyum. "Makasih.. " Oliv meminum air di botol itu hingga tersisa sedikit. "Mana pacar kamu?"
Lala menggumam pelan. "Kamu?" ia menatap Oliv heran.
Oliv belum menceritakan tentang Akmal kepada sahabat-sahabatnya. Ia baru mau menjelaskan ketika terdengar suara dari pengeras suara yang menyuruh seluruh peserta stand up comedy untuk berkumpul di dekat gazebo, yang berada jauh dari lapangan utama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ternyata Kamu
Roman pour Adolescents[ S E L E S A I ] Tahun ini adalah tahun kelulusannya dari bangku Sekolah Menengah Pertama. Karena itulah, sekarang ia berada didepan gerbang Sma Pancasila dengan seragam barunya, putih abu-abu. Setelah 3 hari sebelumnya mengikuti kegiatan Masa Orie...
