Sekuel Novel It's Me, akhirnya terbit juga. Hari ini Davi dan Doni membuat acara peluncuran buku kedua yang ditulis Elayne. Mereka sudah mengundang Jihan untuk datang ke launching buku barunya. Doni dan Davi memilih mengadakan acara launching novel tersebut di sebuah kafe terkenal di Bandung. Tepatnya di halaman sebuah kafe bernuansa perpustakaan. Sehingga Jihan tidak perlu harus datang ke Jakarta.
Kafe ini bukan saja menyuguhkan makanan dan minuman, tapi pengunjungnya juga bisa meminjam buku atau DVD di sini. Banyak sekali remaja dan dewasa yang makan dan minum di sini sambil membaca buku atau menonton film kesukaan mereka.
Kafé itu juga kadang-kadang dipakai untuk menonton bersama. Bahkan pernah juga digunakan untuk acara musik yang didengarkan ratusan penonton. Makanya Davi memilih tempat ini sebagai tempat launching buku Elayne. Pertama kafe ini banyak dikenal para remaja. Lalu kafe ini juga cukup luas menampung tamu yang jumlahnya ratusan. Alasan lain, Davi dan Doni berharap, semoga saja makin banyak remaja yang menyukai bacaan berkualitas seperti yang ditulis Elayne.
Davi dan Doni sengaja memilih tempat ini agar sekuel novel It's Me yang bertema remaja dan young adult bisa diterima remaja dan pengunjung di kafe ini. Apalagi halaman belakang kafe ini cukup luas, sehingga bisa menampung tamu dan pengunjung yang mungkin menunggu terbitnya novel itu.
Doni dan Davi berdiri di pintu masuk menuju kafe, mereka menyambut para undangan yang hadir di acara tersebut. Satu persatu tamu yang datang dipersilakan masuk ke lokasi acara. Jihan sudah datang sejak tadi. Jihan mengatakan pada Doni dan Davi bahwa dia mengundang Adam, ayahnya.
"Apa kabar, Bang Adam?" Doni menyalami Adam ketika melihat Adam masuk ke dalam kafe.
"Alhamdulillah, Baik. Mas Doni apa kabar?"
Doni menjawab pertanyaan Adam lalu memperkenalkan Davi pada Adam.
"Ini, Bang Adam, ayahnya Elayne," ujar Doni. Davi terkejut ketika Doni mengatakan bahwa laki-laki yang ada di hadapannya saat ini adalah ayah Jihan. Benarkah? Tapi laki-laki ini tidak terlihat seperti bapak yang sudah memiliki anak seusia Jihan. Lelaki ini masih terlihat trendi dengan gayanya. Davi berpikir dia masih berusia di pertengahan tiga puluhan.
Davi membalas uluran tangan Adam dan berusaha memberikan senyum terbaiknya.
"Kenapa, nggak nyangka, ya, Jihan punya bapak awet muda?" canda Doni. Adam terbahak mendengar perkataan Doni. Sementara Davi hanya bisa tersenyum malu.
"Silakan duduk Bang Adam." Doni mengajak Adam ke kursi tamu. Sementara Davi masih tetap berada di depan pintu kafe untuk menyambut kedatangan tamu lainnya. Dari kejauhan Davi melihat Jihan menghampiri ayahnya. Tapi ada yang aneh saat dia melihat Jihan meyalami Adam bukan sebagaimana seharusnya.
Davi melihat Jihan menangkupkan kedua telapak tangannya ke dada sambil tersenyum. Lalu mereka bicara sejenak. Tak lama kemudian Davi melihat sahabat Jihan bergabung bersama mereka. Mereka bicara dan bercanda karena mereka terlihat tertawa dan tersenyum di antara percakapan mereka.
Tepat pukul 10.00 wib acara peluncuran novel Jihan pun dimulai. Doni memberikan beberapa kata sambutan. Diiringi dengan Jihan yang menyatakan ucapan terima kasihnya.
Jihan juga mengatakan bahwa dia sangat berterima kasih kepada semua kru dan penerbit Madina. Lalu dia juga berterima kasih pada ayahnya, Adam. Gadis itu tidak bisa menafikan campur tangan Adam dalam peluncuran novelnya ini. Adam orang yang pertama melihat bakatnya dan mengirimkan naskahnya ke Penerbit Madina. Jihan memperkenalkan ayahnya itu kepada semua tamu yang hadir di kafe.
"Terima kasih untuk semua yang Buya berikan pada Jihan. Semoga Allah selalu menjaga Buya, selalu memberikan kesehatan pada Buya." Demikian ucapan gadis itu untuk ayahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELAYNE
Novela JuvenilElayne, seseorang yang sangat ingin dicari Jihan. Karena Elayne sudah mencuri naskahnya dan menerbitkan naskah itu tanpa minta izin padanya. Jihan berencana menemukan penulis yang bernama Elayne itu di mana pun dia berada. Dimulai dengan menelepon e...
